APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Bayaran

Suami Bayaran

Indra dihadapkan pada tawaran menggiurkan untuk memiliki harta melimpah dan takhta kekuasaan secara gratis. Namun, semua kemewahan itu memiliki syarat yang sangat berat: ia wajib menikahi seorang wanita dan berperan sebagai ayah bagi bayi yang bukan darah dagingnya sendiri. Di tengah gelimang harta dan tanggung jawab besar tersebut, sanggupkah Indra menjalani kehidupan rumah tangga penuh rahasia ini demi imbalan materi yang luar biasa?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kevin berhenti kala ia hendak menutup pintu dan saat itu pula ia menyipitkan matanya, "Apa maksudmu? Anak?"

Dinda mengangguk cepat dan menjawab, "Iya, Kevin. Aku--aku hamil."

DEG!

Untuk sesaat dunia rasanya berhenti berputar, untuk sesaat pula Kevin terdiam dengan raut wajah yang berubah memucat. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Dinda, kekasih yang baru saja ia campakkan.

Hingga menit berikutnya Kevin pun terkekeh sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, "Yang benar saja, Dinda ... apa kamu sudah gila? Ah! Atau inikah caramu memohon padaku biar aku kasian dan gak jadi ninggalin kamu, gitu?"

Ini tentu mengesalkan! Ucapan Kevin sungguh di luar dugaan, bahkan berhasil membuat Dinda merasa heran dan tak habis pikir sampai wanita itupun kehabisan kesabaran.

"Dan lagi ... bukankah kita hanya ngelakuinnya sekali? Kenapa aku yang harus tanggung jawab kalo itu anakku!? Harusnya kamu minta pertanggung jawaban sama laki-laki yang udah menidurimu beberapa kali," kelakar Kevin tak tahu malu.

"Jaga mulutmu! Aku gak pernah ngelakuin hal itu dengan siapapun selain kamu, Kevin!"

"Ck! Terserah, yang pasti itu bukan anakku. Pergilah dan cari ayah anak itu, jangan ganggu aku lagi!"

BLAM!

Kevin pergi dengan membanting pintu hingga terdengar begitu nyaring sampai membuat Dinda terkejut dan menutup kedua matanya, kini ia benar-benar sedih dengan perlakuan kekasihnya sendiri. Ya! Entah apa yang merasuki Kevin hingga tega berbuat seperti itu padanya. Sosok Kevin yang hangat kini berubah menjadi dingin dan kejam.

Kini yang tersisa hanyalah sedih dan sesal, rasa sesak kian menjadi, bersama dengan air mata yang perlahan menetes membasahi wajah cantiknya. Tubuh wanita itu perlahan tersandar pada dinding dan merosot. Tangisannya menggema memenuhi lorong yang tampak sunyi dan sepi.

"Aku harus gimana lagi? Mana bisa aku begini tanpa ayahmu, Nak ... " gumamnya pada janin dalam kandungannya.

Ditatap dan dielus bagian perut yabg terdapat benih buah cintanya bersama sang kekasih yang tega meninggalkannya. Wanita itu benar-benar merasa frustasi dengan keadaan yang kini melandanya.

Dengan perlahan ia bangkit dan berjalan meninggalkan lorong tersebut, namun tanpa ia sadari kedua kakinya kini terdapat cucuran darah yang tentu saja berasal dari pusat rasa sakit akibat didorong oleh Kevin. Hal itu tentu membuat Dinda terkejut.

"A-apa yang terjadi padaku!?" Dinda berkata lirih dan terus terisak menahan air matanya.

Tetapi meskipun begitu ia tetap berjalan berusaha mencari pertolongan meski lorong itu benar-benar sepi bagai tak berpenghuni. Ingin teriak meminta tolong namun sialnya suaranya sudah habis saat ia terus meneriaki Kevin dan selingkuhannya.

Hingga beberapa saat kemudian, meski harus berjalan terseok-seok akhirnya wanita itu tiba di sebuah lift dan lekas memasukinya. Napasnya kini tersenggal-senggal dengan tangan terus memegangi bagian perutnya yang semakin terasa sakit, pun dengan cucuran darah yang semakin deras menjelajahi kakinya.

"Sialan! Kenapa tadi gak aku habisi aja itu si Bianca!" Tangannya seger menekan tombol lantai dasar sampai tubuhnya kembali merosot di sudut ruang lift, "Ternyata, selama ini ... aku salah menilaimu, Bianca! Pantesan kamu selalu kepo dan semangat kalo aku bicara tentang Kevin. Ternyata ini tujuannya."

Ucapannya terhenti bersama dengan pandangannya yang kini mulai berkunang-kunang, kesadaran yang semakin menurun hingga akhirnya wanita itu tergeletak tak sadarkan diri sebelum lift itu tiba di lantai tujuan.

***

Pip

Pip

Pip

Sebuah suara asing yang samar terus terdengar dan terngiang-ngiang di dalam pendengarannya membuat kedua mata itu perlahan mulai terbuka dan terlihat sebuah cahaya terang tepat menyoroti matanya.

"Ah ... d-dimana aku?" Dinda berusaha memperjelas penglihatannya namun rasa sakit di kepalanya terlalu besar dan mengalahkan tenaganya.

"Yaa Allah! Mbak sudah sadar!?" ujar seseorang dengan suara baritonnya yang entah siapa, "Dokter! Suster!"

Dinda lalu kembali memejamkan matanya rapat-rapat lalu membukanya, berusaha mengumpulkan tenaga hingga ia sedikit menyadari dimana ia berada saat ini.

"S-siapa disana?" Dinda terus bertanya entah pada siapa saja yang mendengarnya.

Lalu terdengar suara pintu yang terbuka secara kasar serta derap langkah beberapa orang yang mulai mendekat.

"Ah! Apa aku sekarang di Rumah sakit? Siapa yang membawaku? Kupikir aku akan mati di dalam lift apartemen pria sialan itu," batinnya terus menerka-nerka.

Hingga pada beberapa saat kemudian, kesadaran Dinda mulai pulih sepenuhnya dan duduk meski tetap di sebuah ranjang besar. Ya! Kini ia bisa melihat seisi ruangan yang cukup luas bertuliskan IGD, meski hal itu sempat membuatnya tak percaya namun Dinda masih bersyukur karena ia masih selamat walaupun ia belum tahu keadaan kandungannya bagaimana.

"Apa Mbak sudah merasa baikkan? Saya benar-benar takut jika sesuatu terjadi pada Mbak."

Dinda lalu terdiam dan menatap seorang lelaki brrtubuh tinggi dan memiliki paras tampan dengan rambut hitam bergaya cepak.

"Apa kamu yang membawa saya kesini?" tanya Dinda perlahan, dengan wajah masih terlihat pucat.

Lalu lelaki itu tersenyum dan mengangguk, "Iya, Mbak. Waktu saya hendak membersihkan lift, saya melihat Mbak sudah tidak sadarkan diri di dalam sana. Saya kira Mbak sudah ... " Ucapannya terhenti sesaat hingga lelaki itu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, "Ah! Lupakan saja, yang penting sekarang Mbak sudah siuman."

Tak ada sahutan dari wanita itu, ia hanya terdiam dan terus menatap dengan tatapan kosong ke arah lelaki asing mengenakan seragam petugas kebersihan yang sudah menyelamatkannya. Entah apa yang ada di pikiran Dinda namun cukup lama wanita itu menatapi lelaki yang sedang duduk di samping ranjangnya.

"Tapi tenang saja ... kata perawat kandungan Mbak gak apa-apa," ucapnya lagi dengan sedikit tersenyum.

Tetapi hal itu membuat Dinda terkejut dengan kedua alis terangkat naik karena kandungannya tentu saja sudah diketahui saat ini. Namun detik berikutnya, secara perlahan kerutan di dahinya mulai samar serta kedua alisnya yang ikut turun.

"Ah! Mereka tidak akan tahu kalau aku hamil tanpa bapak dari anakku," batinnya sedikit lega.

Dinda lalu menghela napas dan tersenyum, "Terima kasih."

Lelaki itu membalas senyumannya dan menjawab, "Sama-sama."

"Tapi maaf sebelumnya kalau saya lancang, tadi pas sampai disini saya panik dan buru-buru ambil ponsel punya Mbak buat ngasih tahu keluarga Mbak. Tapi ... setelah saya cek, saya tidak bisa menemukan nomor suami Mbak. Jadi-"

"Apa katamu!? Kamu menghubungi siapa??" sela Dinda yang tiba-tiba terperanjat, membuat lelaki itu terkejut hingga menjauhkan sedikit tubuhnya.

"S-saya ... menemukan nama Papi yang saya kira ayahnya Mbak, jadi saya-"

"Terus? Kamu menelepon Papi saya!?" Dinda membelalakkan kedua matanya dengan posisi siaga.

Lelaki itupun perlahan menganggukkan kepalanya dan ...

"Astaga!! Gimana ini!? Apa yang harus kukatakan sama papi??"

Secara refleks Dinda meracau tiada hentinya tanpa menghiraukan dirinya sendiri, pun dengan darah yang perlahan keluar dari selang infus yang terpasang pada tangannya. Pada saat yang sama pula ...

"Dinda?? Dimana anakku, Suster??"

Terdengar pula teriakkan dari luar. Ya! Suara bariton yang begitu terdengar familiar di telinga wanita itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjerat dalam kontrak rumit yang memaksa dirinya menjadi mata-mata untuk mengawasi seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tidak terduga justru mengubah segalanya dan membuat nasib Alexa kini terjepit di antara dominasi dua CEO sekaligus. Terperangkap dalam situasi yang penuh risiko, ia harus menghadapi kendali dua pria berkuasa tersebut sembari menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya dan penuh dengan tekanan emosional.
Sampul Novel CEO Bucin
9.2
Amanda, gadis panti asuhan yang sederhana, tak menyangka akan terikat pernikahan dengan CEO tampan bernama Antonio. Bukannya bahagia, Amanda justru menderita karena sikap dingin sang suami dalam rumah tangga tanpa cinta itu. Saat Amanda hampir menyerah akibat luka hati yang mendalam, Antonio justru menyadari bahwa kehadiran istrinya telah mengubahnya menjadi pria yang lebih baik. Ia pun berbalik mengejar cinta Amanda. Akankah Amanda memberi kesempatan kedua?
Sampul Novel Dari Cinta ke Benci: Kejatuhannya
8.8
Lima tahun menikah, identitas asliku terungkap sebagai pengganti Clara, kekasih Baskara. Setelah melahirkan pewaris Adhitama, aku justru disiksa dan dikurung. Puncaknya, Baskara membiarkan putra kami, Banyu, tewas demi menyelamatkan Clara yang bersandiwara. Kini, duka itu berubah jadi dendam dingin. Baskara tak sadar telah menandatangani surat kuasa fatal di balik dokumen arsitekturku. Keangkuhannya akan kuhancurkan lewat hak yang dia remehkan.
Sampul Novel Istriku Janda Kaya
8.4
Dicampakkan sang istri karena kemiskinan, Dimas terpuruk dalam kesulitan ekonomi hingga ditinggalkan tanpa belas kasihan. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Luna di kelab malam yang menawarkan pernikahan kontrak dengan tiga syarat khusus. Namun, saat Dimas mulai menata hidup barunya, sang mantan istri mendadak muncul kembali untuk mengusik kebahagiaannya. Akankah kehadiran masa lalu tersebut berhasil menghancurkan rumah tangga barunya bersama Luna?
Sampul Novel Kesalahan Cinta CEO: Balas Dendam Manisnya
8.2
Dunia Dayna runtuh saat Jon, pria yang ia cintai dalam diam, bertunangan dengan wanita lain. Enggan terpuruk, ia bangkit demi kebahagiaan sendiri. Karier Dayna pun melesat hingga menarik banyak pengagum baru. Jon yang menyesal berusaha kembali, namun Dayna hanya melempar senyum penuh teka-teki. Sebagai balasan, ia mengumumkan pencarian istri bagi sang CEO di internet dan menyebar nomor Jon ke berbagai situs kencan untuk mengacaukan hidupnya.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi nyawa kakek, aku terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungku selama sedekade. Namun, aku justru disiksa oleh Virginia hingga wajahku hancur. Bukannya menolong, Simon malah menyebutku sampah dan membuangku ke sungai es. Di ambang maut, aku tahu kakek telah tiada. Simon merampas segalanya dariku: orang tua, kebebasan, dan harapan. Kini, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan menghancurkan hidupnya hingga dia memohon kematian yang takkan pernah kuberikan.