APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Penggoda Iman

Suami Penggoda Iman

Rifki Viran Al-Maqdisi adalah selebgram tampan berotot yang sering menghiasi majalah dewasa. Di usia 22 tahun, hidupnya terusik saat dipaksa menikahi Nabila Syakira Putri, gadis berhijab pilihan orang tuanya. Rifki merasa Nabila jauh dari kriterianya dan bersikap sinis pada pernikahan tersebut. Namun, Nabila tetap ikhlas mendampingi suaminya yang digilai banyak wanita. Akankah rahasia pernikahan ini terungkap ke publik dan bagaimana nasib hubungan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Informasi tentang Rifki yang kecelakaan dan hendak akan menabrak anak kecil pun menjadi viral. Beruntung anak kecil tersebut diselamatkan oleh seorang wanita. 

Keadaan Rifki sekarang sedang dibawa ke rumah sakit. Dia sedang di rawat di sini sekarang. 

Hana sedang menonton televisi sendiri, sampai ada sebuah berita yang menarik untuk dirinya. Hingga dia melihat kalau orang yang ada di dalam mobil tersebut adalah Rifki.

"Astagfirullah, Mas liat itu Rifki sedang kecelakaan."

Quraish menghampiri istrinya yang terlihat sangat heboh, lalu dia melihat tangan istrinya yang menunjuk kearah televisi. Di sana ada sebuah berita tentang kecelakaan. Matanya terkejut ketika melihat anaknya yang ada di sana. Apalagi dia melihat seorang wanita yang menggunakan hijab warna pink itu menolong sang anak. 

"Kita harus datang ke sana," ujar Quraish yang mengambil kunci mobilnya. 

Hana setuju dengan usulan yang dikatakan oleh suaminya. Dia akan menemani suaminya datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan anaknya. 

"Iya Mas. Aku juga ikut."

"Kamu yakin? Bagaimana kalau anak itu membenci kamu?" tanya Quraish yang merasa kasian dengan istri barunya. Apalagi dia tahu kalau Rifki masih merasa benci dengan Hana karena posisinya sebagai ibu tirinya. 

Hana meyakinkan dirinya sendiri, dia sama sekali tidak keberatan dengan hal tersebut. Dia sudah pasrah dengan resiko yang dia ambil sekarang. 

"Aku tidak merasa keberatan mas. Yang penting aku hanya ingin melihat keadaan Rifki saja. Kalau dia baik-baik saja, aku merasa tenang."

Hana mengatakan itu dengan tersenyum tipis. Quraish merangkul istrinya, dia tahu betapa beratnya Hana yang harus menganggap Rifki sebagai anaknya sendiri, sedangkan anak itu selalu menghina dirinya. 

"Kamu memang orang yang tulus."

Hana tersenyum tipis dan akhirnya dia bersama dengan suaminya untuk datang ke rumah sakit, dia ingin melihat keadaan Rifki sekarang.  

****

Sementara di rumah sakit. 

Rifki baru saja membuka matanya, dia merasa pusing dan mencium bau ciri khas rumah sakit. Rifki jadi teringat dengan kecelakaan yang sudah menimpa dirinya. 

"Kamu sudah bangun."

Rifki menoleh ke arah wanita yang ada di sampingnya. Tiba-tiba dia teringat dengan suara wanita yang menolong dirinya dari mobil. Jadi benar kalau wanita itu yang sudah menolong dirinya.

"Kamu yang menolong aku? Bagaimana keadaan anak kecil itu?" tanya Rifki yang teringat dengan anak kecil yang hampir dia tabrak waktu itu. 

"Dia baik-baik saja. Kakinya hanya terluka lecet saja," terang Nabila.

"Syukurlah kalau begitu, terimakasih banyak karena sudah menolongku," gumam Rifki. 

Nabila merasa lega karena Rifki yang sudah sadar sekarang, awalnya dia melihat anak kecil yang sedang menyebrang jalan. Sampai mobil tersebut banting setir agar tidak melukai anak kecil tersebut. 

Nabila bersyukur karena anak kecil itu hanya lecet dan sudah dibawa oleh kedua orangtuanya. Berbeda dengan Rifki yang tadi masih di dalam mobil. Akhirnya Nabila memutuskan untuk menolongnya dan para masyarakat sekitar juga ikut membantu dan ada juga yang malah membuat video agar viral, ini yang membuat Nabila kurang suka. Bukannya langsung membantu, orang-orang di sana malah lebih dulu mengambil video. 

"Iya sama-sama, semoga kamu cepat sembuh. Tadi aku banyak melihat orang-orang mengambil video, mungkin saja sebentar lagi kamu akan jadi bahan pembicaraan," ujar Nabila. 

Rifki terdiam ketika mendengar ucapan dari Nabila barusan. Ada perasaan yang membuat dia tidak suka dengan perkataan Nabila barusan. 

Sampai tiba-tiba kedua orangtuanya Rifki masuk ke dalam ruangan ini. Quraish sedikit terkejut ketika melihat wanita yang ada disamping anaknya. 

"Abi mendengar kalau kamu menabrak anak kecil, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Quraish. 

"Aku baik-baik saja, hanya luka ringan, lebih baik abi pergi dari sini karena aku tidak mau melihat wanita itu," ketus Rifki yang memang tidak mau melihat ibu tirinya. Rasa benci masih di pendam dalam hatinya. 

Quraish hendak akan marah, tetapi menyadari kalau di sini ada Nabila, akhirnya dia langsung menyapa calon menantunya itu. 

"Nabila, kamu di sini menunggu Rifki?" tanya Quraish. 

Nabila gugup ketika mendengar hal tersebut, apalagi dari memang awalnya akan dijodohkan dengan Rifki. Pria yang dijuluki penggoda iman kaum hawa. 

"Kebetulan aku ada di tempat kejadian dan mengikuti orang yang membawa Rifki, maafkan aku Om. Tadinya akan menghubungi pihak keluarga, tetapi karena aku tidak punya jadi bingung."

Nabila berkata jujur karena memang dia tidak punya nomor kedua orangtuanya Rifki tersebut. 

Quraish hanya tersenyum sambil menatap kearah Nabila. Dia merasa kalau memang Nabila adalah wanita yang cocok dengan Rifki. 

"Kamu juga sudah mendengar dengan perjodohan yang akan dilakukan oleh kita. Apa kamu sudah setuju Nabila?" tanya Quraish. 

Nabila melirik kearah Rifki dengan sekilas, dia tidak tahu harus menjawab apa sekarang. 

"Bukannya aku sudah bilang ingin abu keluar, kenapa sekarang malah membahas perjodohan," kesal Rifki. 

"Tidak ada salahnya bukan jika Abi bertanya dulu dengan Nabila. Jika Nabila tidak mau dengan kamu, maka Abi akan menjodohkan dia dengan adikmu," ujar Quraish membuat Rifki mengepalkan tangannya. 

Apalagi dia paling benci dengan adik tirinya. Rifki tidak akan membiarkan Hafiz yang menikah dengan Nabila. 

"Abi tidak bisa melempar Nabila seperti itu, jangan samakan Nabila dengan barang," ujar Rifki. 

Nabila sendiri merasa kebingungan dengan pembahasan antara anak dan ayah tersebut. Dia bahkan tidak tahu harus melakukan apalagi. 

Rifki menoleh kearah Nabila dengan sekilas. "Aku akan menerima perjodohan ini."

Deg 

Jantung Nabila tiba-tiba berdebar ketika mendengar hal tersebut, napasnya tercekat seolah tidak yakin kalau Rifki bisa mengatakan ini padanya. 

Dia bahkan tidak tahu harus melakukan apapun lagi, dia sudah menerima semuanya.

"Jadi kamu sudah menerima penjodohan ini?" tanya Quraish lagi. 

"Iya, aku sudah menerimanya," jawab Rifki. 

"Kamu juga sudah setuju Nabila?" tanya Quraish kepada Nabila. 

Nabila yang ditanya seperti itu pun merasa gugup sendiri. Dia merasa ragu kalau Rifki benar-benar mau dijodohkan dengan dirinya. Dia bahkan tidak tahu harus melakukan apalagi. 

"Aku insya allah sudah setuju," ujar Nabila. 

Quraish yang mendengar hal tersebut pun akhirnya ikut bahagia. Apalagi mendengar berita yang satu ini. Nabila sudah menyetujui untuk menikah dengan Rifki. 

"Kalau begitu, nanti Abi akan datang ke rumahmu bersama dengan Rifki untuk mendiskusikan tentang pernikahan kalian."

Nabila hanya mengangguk saja, "Baik, kalau begitu aku permisi dulu."

Nabila teringat kalau dia masih harus ke kampus sekarang. Dia berpamitan dengan sopan kepada kedua orangtuanya Rifki. 

Walaupun sebenarnya Nabila sedikit curiga dengan Rifki yang nampak tidak menyukai wanita yang ada dihadapannya itu. 

"Jaga Rifki baik-baik jika kamu menjadi istrinya," nasehat Hana kepada Nabila. 

Nabila hanya mengangguk sambil keluar memegang pintu. "Assalamualaikum."

Dia berpamitan setelah mengatakan hal tersebut. Ada perasaan dirinya yang merasa lega sekarang. Nabila akhirnya memutuskan untuk pergi dari sini. 

BERSAMBUNG

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.
Sampul Novel Mencintai ayah angkat ku
8.6
Adam terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Hana, putri angkat yang ia besarkan sendiri. Saat Hana mencoba mengakhiri hubungan terlarang ini demi kebahagiaan Adam bersama wanita lain, amarah Adam meledak dalam sebuah kekerasan. Ia bersumpah tidak akan melepaskan Hana kepada pria mana pun. Di tengah pertentangan batin dan ketiadaan restu, Adam terus memaksakan cintanya yang egois. Akankah hubungan penuh luka ini bertahan meski dunia menentang mereka?
Sampul Novel Mendadak Kaya
8.4
Pasca kehilangan pekerjaan, seorang gadis berlesung pipi mendapat tawaran tak terduga yang mengubah nasibnya. Ia diminta berkencan satu malam di rumah seorang pria misterius dengan imbalan fantastis sebesar seratus juta rupiah. Sang pria menjamin bahwa agenda mereka hanyalah makan malam bersama tanpa ada tuntutan lainnya. Bak rezeki nomplok di tengah kesulitan, ia pun menyadari bahwa roda kehidupan memang berputar dengan sangat tidak terduga.