APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Ternyata Miliader

Suamiku Ternyata Miliader

Diana terpuruk dalam kesedihan setelah dipaksa menikah dengan Darel, pria yang dianggapnya miskin dan tidak sesuai kriteria idaman. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, Darel sebenarnya adalah seorang miliarder yang sedang menyamar. Ia sengaja menyembunyikan identitas aslinya demi menemukan pasangan hidup yang tulus dan tidak materialistis. Akankah pernikahan tanpa cinta ini bertahan saat rahasia besar tersebut mulai terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari semakin hari terus dilalui Darel untuk menjalani hidupnya yang baru, yaitu menyamar sebagai tukang baso.

Tekadnya yang gigih dan wajahnya yang terlihat sangat bersemangat, membuat dia benar-benar menyalami perannya sebagai orang tak punya, meski arap kali anak gadis di sekitarnya merasa tidak percaya, kalau dia benar-benar hanya seorang penjual kecil.

"Bang beneran hanya seorang tukang baso?" tanya kebanyakan pembeli cantik yang masih muda.

Darel mengangguk antusias sebagai jawaban. " Iya."

"Masa sih, cowok ganteng kinclong bening kayak abang hanya jualan bakso, apa jangan-jangan abang adalah malaikat yang sedang menyamar lagi?"

"Bukan," jawab Darel simple sambil geleng-geleng kepala. Pening.

"Bang jangan pakai saus, kecap, bumbu, mie, plastik semuanya pokoknya," sergah salah satu penjual lainnya yang bikin Darel jadi melongo.

"Lalu maunya pakai apa?" tanya dia berkerut.

"Pakai cinta abang aja. Hahaha. Tapi itu pun kalau abang orang kaya sih, kalau cuman jualan kayak gini doangmah, bukan tipe aku."

Sumpah kagak nanya, ingin rasanya Darel bilang itu sama pembelinya yang sok kecentilan. Tapi sikapnya yang kalem membuat dia tidak mungkin mengatakan itu.

"Oh."

"Bang ganteng doang, eh kagak ganteng banget ... tapi sayangnya hanya tukang bakso." Ada lagi cewek yang suka nyinggung dia, akan pekerjaan halal yang selalu dianggap remeh oleh semua orang.

" ... "

Fiks, itu semua membuat Darel semakin yakin, jika perempuan yang tidak matre itu emang sulit untuk ditemukan.

"Kenapa semua wanita seakan merendahkan hasil jerih seorang laki-laki, yang dianggapnya tidak bernilai banyak uang? Padahal itu adalah pekerjaan baik," pikirnya gerah, sambil menghapus peluhnya yang terus keluar.

"Maaf tuan." Di saat lagi enak bersantai, Darel

tidak sengaja di kagetkan oleh anak buahnya yang entah kapan sudah berdiri di depan."Ada apa kamu ke sini?" tanya Darel sinis, merasa terganggu.

"Saya hanya ingin melapor."

"Melapor apa? Awas aja kalau tidak penting saya tidak ingin melihatmu lagi," dengus Darel kecut.

"Ini sangat penting tuan, perihal tuan besar," jawab anak buahnya sedikit ragu.

Menarik, membuat Darel jadi ingin mengetahuinya. "Ada apa dengan ayah?"

"Kemarin beliau menanyakan perihal tempat tinggal anda tuan."

Sungguh? Darel merasa tidak percaya kalau ayahnya seakan masih peduli akan kehidupan dia.

"Lalu?"

"Saya bilang, kalau kediaman anda saat ini tidak ingin di ketahui oleh siapapun."

Senyum simpul seketika terbit menghiasi wajahnya, mendapati sikap anak buah yang sangat tepat. "Bagus biarkan saja dia mencari saya sampai ke ujung dunia."

"Baik, tuan."

"Terus apa lagi yang ingin kamu sampaikan?" Pria bermata coklat itu, masih ingin mendengar kabar baik dari suruhannya.

"Tidak ada tuan."

"Ya sudah sekarang kamu pergi dari sini!" Merasa tidak dibutuhkan lagi, Darel langsung saja mengusir pria menjekelkan menurutnya itu.

"Baik tuan," jawab sang anak buah-Radit, pasrah.

***

Sementara itu tak jauh dari mereka berpijak, seorang gadis yang tak lain adalah Dania, sedari tadi sedang berjalan kaki tak tahu arah memikirkan hidupnya yang sangat kacau.

"Arghhhh, sampai kapan sih aku bisa move on dari laki-laki bejat itu?" Sungutnya, meremas rambut sendiri.

"Come on, Dania! Romeo itu diibaratkan pria terkutuk yang di hadirkan untuk menguji keimanan lo," geramnya lagi merasa tidak normal jadi cewek.

Saking kelimpungannya hidup dia, Dania sampai tidak sengaja melihat kediaman Darel dari kejauhan.

"OMG, bukankah itu si tukang bakso yang udah bikin hidupku sial malam itu?" teriaknya melotot, bagaikan mimpi buruk bisa menemukan Darel kembali.

"Gak bisa dibiarkan, aku harus kasih pelajaran buat pria songong kayak dia."

Sesuai gerutuannya barusan, dengan  setengah berlari Dania langsung menghampiri Darel, untuk memenuhi ambisinya.

"Eh, tunggu! Aku harus pakai hans sanitizier terlebih dahulu, sebelum membalas," batinnya kasar sambil melaksanakan apa yang dia ucapkan.

Satu langkah, dua langkah, sampai ...."Kyaaaa, akhirnya aku bisa menyiksamu juga."

Tak dinyana setelah mendekati Darel, Dania tanpa segan meraih kepala pria itu, lalu menjambak rambutnya secara brutal.

"Arghh, apa-apan ini?"

Darel yang tiba-tiba mendapat perlakuan buruk dari wanita asing, merasa kesakitan akibat tarikan yang sangat kencang

"Ini balasan karena sudah membuat hidupku sial," jawab Dania sadis, menampilkan matanya yang sangat seram.

Masih belum ingat wanita di hadapannya siapa, Darel sangat yakin jika Dania benar-benar tidak punya akal.

"Apa maksud anda balas dendam, hah? Saya sama sekali tidak mengenal anda?" bentak Darel merasa tidak terima, sambil terus berusaha melepaskan tangan Dania di kepalanya.

"Jangan pura-pura lupa, aku adalah wanita yang kamu tabrak malam itu."

What? Dahi Darel berkerut, sambil memperhatikan wajah Dania seksama.

"Nabrak? Kapan aku pernah nabrak cewek absurd kayak nih orang?" pikirnya linglung, sambil mengingat masa yang sudah lalu.

Tidak melihat Dania selama seminggu Minggu lebih, ternyata dia lupa akan gadis itu.

Tiga detik kemudian ....

"Ah, aku ingat wanita ini'kan pacar dari selingkuhannya Alesia?" batinnya gamblang."Perasaan dia sendiri yang saat itu telah menabrakku," dengus Darel, akhirnya ingat juga semua kejadiannya tempo lalu.

"Lepaskan! Saya sama sekali tidak punya salah sama anda." Dengan hati yang berkoar-koar, Darel tidak menyerah untuk menjauhkan organ tubuhnya yang semakin terasa sakit.

"Gak akan, sampai aku puas aku tidak mau melepasnya," sahut Dania kukuh.

"Perih banget tuhan, bisa-bisa kepalaku botak berkat nih cewek," keluhnya sambil mengikuti arah tangan Dania, agar tidak begitu menyiksa.

"Ok, terserah anda mau terus kayak gitu juga, sampai nanti kepala saya copot juga gapapa." Kepalang pasrah, Darel berinisiatif melawan Dania dengan kata-kata menyerah.

Alis Dania menyatu, Merasa gak seru kalau Darel tidak melawan dan pasrah kayak gitu, emang tingkahnya masih kekanak-kanakan. "Ih, gak asyik masa dia cuek gitu aja."

Merasa gak ada perlawanan, gadis cantik tersebut sedikit tertegun dan melonggarkan jambakannya sampai menghentikan aktivitas dia sendiri.

"Nih, aku sudah puas, kok!" renggutnya, sambil memperhatikan wajah Darel yang terlihat kesal plus sakit secara bersamaan.

"Lalu anda ingin melakukan apa lagi?" tanya Darel menantang.

"Gak ada semuanya udah clear.""Terus?"

"Gak ada terus terus, aku bukan tukang parkir. Po-pokoknya aku udah lega bisa balas dendam sama kamu," sanggah Dania sewot, sedikit merasa salah tingkah karena di tatap sedemikian rupa.

Sementara Darel hanya cengo dibuatnya, bingung atas sikap Dania yang gak jelas.

"Bagus deh, jadi saya gak perlu berurusan lagi sama kamu," timpal dia mendekati gerobaknya, untuk menggiring jauh dari situ.

"Iya, benar banget. Lagian aku juga gak mau ketemu sama kamu lagi." Dania memekik, mengatai Darel dengan berkacak pinggang.

"Terserah!" sentak Darel acuh, yang membuat wanita itu langsung melebarkan matanya.

"Eh, kamu mau kemana jangan pergi tinggalin aku, lebih baik aku yang ninggalin kamu," ujar Dania lagi meneriaki Darel yang sedang berjalan membawa gerobaknya.

"Dasar cewek aneh, jangan sampai aku bertemu dia lagi," batin Darel bergidik ngeri, tanpa mau menggubris Dania lebih lanjut.

Eh, merasa diabaikan, tak dinyana seketika Darel melihat Dania berjalan cepat di hadapannya dengan menghentakkan kaki kesal.

"Kamu pikir ditinggalin enak apa?" sungut Dania sebelum benar-benar berlalu dari netra Darel.

"Dih, yang bilang enak siapa? Benar-benar cewek tidak bermoral." Darel mengumpat, seraya melihat kepergian Dania dengan seribu kejengkelan.

"Bang pesen basoknya ya satu!"Darel langsung melirik, mendapati satu pria berumur sedang memesan jualannya.

"Eh, iya, Pak," jawabnya, selalu ramah emang kalau sama orang yang lebih tua.

"Jangan pakai saus, ya!"

"Siap, silahkan duduk di sini dulu, Pak." Darel berucap seraya memberikan kursi yang selalu dia tempati saat istirahat.

"Terimakasih, Nak," sahut lelaki tadi tanpa membantah titahan Darel.

"Kamu sudah lama jualan begini, Nak?"Meski rada heran kenapa pembelinya bertanya demikian, Darel mencoba menjawab sopan apa yang ditanyakan bapak tersebut.

"Sudah dua tahun Pak semenjak ibu saya meninggal." Apa yang diucapkan Darel tidak sepenuhnya bohong, ibunya emang sudah tiada selama itu.

"Em, saya minta maaf ya Nak jika mengungkit kesedihan kamu."

"Tidak apa-apa kok Pak, saya sekarang sudah bisa mengiklashkan," timpal Darel sibuk membuat pesanan, walau sebenarnya sangat tidak ahli.

"Saya suka sekali sama pria pekerja keras seperti kamu, mengingatkan saya dulu waktu masih muda."

Serius? Sebelumnya Darel tidak pernah mendengar ucapan ini dari siapapun.

"Kalau saya gak jualan, saya gak bisa makan, Pak," jelas Darel mengada-ada.

"Luar biasa, pokoknya saya salut sama kamu."

"Terimakasih, tapi sungguh Bapak sangat berlebihan." Darel menampilkan senyumnya karena merasa malu dipuji kayak gitu.

"Saya boleh meminta sesuatu?"

"Sesuatu apa?" tanya Darel penasaran.

"Kamu mau kan menikah dengan anak saya!"

Prak!

Bagai disambar petir, Darel merasa tidak habis pikir ada orang yang meminta menikahi anaknya, padahal mereka baru bertemu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku gundik
8.0
Ragazza Perfetto dikenal sebagai sosok pria kaya raya yang memiliki kepribadian hampir tanpa celah. Namun, kesempurnaan hidupnya seketika hancur saat wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati justru tega mengkhianatinya. Tanpa belas kasihan, belahan jiwanya tersebut menginjak-injak harga diri Ragazza dan menyerahkan kehormatannya kepada seorang gundik. Kini, sang miliarder harus menghadapi kenyataan pahit saat martabatnya dilemparkan begitu saja dalam konflik romansa ini.
Sampul Novel DENDAM SANG CEO
9.6
Bram, CEO angkuh yang gagal move on dari Melisa, berencana menghancurkan Adam dengan memanfaatkan adiknya, Agni. Bram berpura-pura mencintai Agni hingga berhasil mendapatkan segalanya, namun niat busuk itu akhirnya terbongkar. Meski awalnya hanya ingin balas dendam, benih cinta tulus justru tumbuh di hati Bram. Sayangnya, Adam menentang keras hubungan ini karena sejarah persaingan bisnis mereka. Kini Agni terjepit antara perjodohan dengan Alan atau memilih Bram yang egois.
Sampul Novel Istri Rahasia Tuan CEO Dingin
8.0
Hidup Deana hancur setelah orang tuanya wafat. Kini, ia terdesak ancaman preman yang menagih utang besar keluarganya. Demi keselamatan nyawa, Deana nekat menjual kesuciannya kepada pria asing bernama Marvin. Namun, Marvin justru memberikan tawaran tak terduga yang bisa menghapus seluruh beban finansialnya. Deana diminta melahirkan seorang anak untuknya. Meski menjadi solusi instan, kesepakatan dingin ini justru menjadi awal dari masalah baru yang lebih rumit.
Sampul Novel Kill Me, Love Me
9.4
Fajar adalah pemilik perusahaan teknologi yang menyembunyikan rahasia besar mengenai kondisi kepribadian gandanya. Meskipun ia memiliki kekasih bernama Mariska, hanya Indira yang mengetahui kebenaran tersebut. Kedekatan yang terjalin antara Fajar dan Indira memicu benih cinta yang rumit, di mana ketiga kepribadian Fajar justru jatuh hati pada Indira. Di tengah konflik batin ini, mampukah Indira menyembuhkan Fajar? Siapa yang akhirnya akan dipilih oleh hati Fajar?
Sampul Novel Mengasuh CEO amnesia
9.7
Hidup Aurora berubah sejak menyelamatkan pria misterius di malam Valentine. Tak disangka, pria amnesia itu adalah Roberto, CEO kaya raya. Meski sempat terpisah paksa selama lima tahun, takdir mempertemukan mereka kembali di Gemini Group. Namun, Roberto yang sekarang sangat dingin dan tak mengenalinya. Aurora pun hancur saat menyadari cinta pertamanya telah melupakan janji mereka, bahkan kini ia telah memiliki tunangan yang siap bersanding di sisinya.
Sampul Novel Menikah dengan Tuan Muda Aneh
9.3
Sania terjebak dalam kesepakatan pernikahan dengan Devandra Adiwiyatama demi memenuhi wasiat sang ayah. Meski ditentang keras oleh ibu Devan, Nyonya Hartati, Devan tetap memaksa Sania memenuhi kewajibannya sebagai istri untuk memberikan keturunan. Sania yang gugup tak berdaya melawan kontrak yang telah ia tandatangani. Akankah benih cinta tumbuh di tengah tuntutan ini, ataukah Devan akan melepaskan Sania setelah tujuannya memiliki ahli waris tercapai?