APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Takdir Cinta Berondong Tampan

Takdir Cinta Berondong Tampan

Via terjebak dalam prahara rumah tangga saat suaminya berkhianat. Di tengah kemelut itu, hadir Kelan, pemuda berjiwa membara yang menawarkan pelarian emosional. Meski awalnya menolak, Via perlahan goyah oleh perhatian dewasa Kelan yang terus mendekat dan berusaha merebut hatinya. Di antara rasa haus akan tantangan dan kepura-puraan, mampukah Via bertahan saat Kelan terang-terangan ingin memilikinya di tengah kehancuran pernikahan yang sedang ia hadapi?
Bab
Bagikan

Bab 2

Langkah tegap dengan sepatu hak tinggi yang kukenakan berjalan masuk ke arah restoran. Hari itu aku bertugas memeriksa kinerja karyawan di salah satu cabang restoran Korean Grill yang kumiliki. Aku masuk ke dalam setelah membuka pintu kaca. Melepas kaca mata hitam dan berjalan anggun bak istri-istri bos besar di drama korea yang kutonton.

"Ibu, selamat datang, mari, saya antar ke ruangan Ibu," ucap manager operasional restoran. Aku mengangguk sambil berjalan menuju ke lantai dua, melewati para tamu restoran yang tampak puas dengan makanan dan pelayanannya. Aku tersenyum ramah menyapa para tamu. Sudah kebiasaanku.

Tepat saat kedua mataku menatap meja yang hanya diisi satu orang itu, ia melirik dengan bibir gelas menempel di bibirnya. Lalu tersenyum sinis seperti meledek penampilanku. Meledek? Berani sekali dia. Aku terus melirik sinis ke arahnya hingga berhenti di pintu tepat di samping mejanya. Karyawanku mempersilakan aku masuk.

"Berikan segelas bir dingin ke meja yang di duduki lelaki kesepian itu. Ck, kasihan. Kedua matanya seperti tak pernah melihat wanita saja." ucapku yang dijawab anggukan manajer. Aku berjalan masuk dan menutup pintu. Setelahnya, aku tak tahu lagi juga tak mau tau tentang siapa pria itu.

***

Sore hari, aku menunggu mobil siap menjemput, supir memarkirkan tidak di depan restoran, sengaja begitu, bukan tanpa alasan, hanya saja aku tak suka mobil sedan mewah berwarna merah terang itu menyorot perhatian. Sungguh bukan diriku. Ponselku bergetar, nama Emi muncul. Ia suster serta pengasuh anakku, Raja.

"Ya, Emi, ada apa?" tanyaku sambil berjalan ke arah mobil yang sudah terparkir di pinggir jalan.

"Ini Nyonya, Raja nangis terus, badannya panas," suara Emi terdengar panik.

"Bawa ke rumah sakit sekarang, saya tunggu di sana ya, Em."

"Baik Nyonya," pembicaraan terhenti. Aku masuk ke dalam mobil lalu menuju ke RSIA di daerah pusat Ibu kota. Supir segera menambah kecepatan, aku tak mau Emi dan Raja sampai lebih dulu. Aku meremas jemari, sejak semalam, sepulang kami bermain di Playground karena ajakan Kaisar yang cuti bekerja sehari itu, Raja sudah tak bersemangat. Sumeng, bahkan semalam ia beberapa kali menangis.

Mobil berhenti tepat di pintu lobi rumah sakit, segera ku melangkah ke meja pendaftaran lalu duduk di dekat pintu IGD. Tampak dari kejauhan Emi berlari sambil menggendong Raja. Wajahnya panik.

"Nyonya, Raja muntah tadi di mobil," ujarnya. Aku mengambil alih gendongan dari Emi ke pelukanku. Raja menangis saat merasakan bahwa aku, yang menggendong dan memeluknya, seolah mengadukan apa yang ia rasakan.

Raja nangis begitu keras, seperti menahan sakit. Aku lalu masuk ke IGD, membaringkan tubuh raja di atas brankar, ku hapus air matanya yang mengalir deras di wajahnya. Seorang perawat dan dokter datang, mereka memeriksa kondisi Raja dengan teliti. Aku langsung memintanya untuk melakukan serangkaian tes darah. Feeling ku mengatakan Raja terkena diare karena memang sudah beberapa kali buang air besar berbentuk cair.

Aku memangku Raja duduk di kursi, di saat perawat mengambil darah dari lengannya. Emi aku suruh kembali ke rumah, aku yakin kalau Raja harus dirawat untuk beberapa hari.

"Sayang ... ssshh… ssshh…" Aku menepuk bokong gempal Raja pelan, menenangkan dan memeluknya. Memberikan kenyamanan pada putra semata wayang ku itu.

IGD tiba-tiba ramai. Riuh seperti ada keributan. Teriakan demi teriakan pun terdengar. Seseorang menjadi korban kecelakaan, aku lemas jika mendengar itu. Tak bisa ku bayangkan lukanya seperti apa. Raja kembali histeris, ia terkejut. Aku berdiri dan menggendong sambil memeluknya membelakangi meja tempat dokter dan suster.

"Bahkan putramu sendiri tak nyaman di pelukan Ibunya." Suara yang asing, aku menoleh. Pria itu. Pria yang menatapku di restoran tadi siang. Aku menatap tajam dan dingin.

"Bukan urusan anda!" ucapku ketus. Ia tertawa sinis lalu mengangguk. Aku menatap kedua luka di lengan kiri dan celana jeans yang robek. "Kecelakaan!" tanyaku sambil mengarahkan dagu menunjuk ke luka-luka di tubuhnya.

"Ya, biasa. Laki-laki pasti pernah jatuh dari motor. Permisi." Ia melangkah pergi, aku kembali memeluk dan mengusap Raja. Baguslah dia mengganggu dengan komentarnya.

Satu jam berlalu, hasil tes sudah keluar juga suara suamiku terdengar memanggil. Ia menemukan kami. Wajahnya panik, ia mengecup pipi dan kening Raja berkali-kali yang tertidur setelah diberi obat dan dipasang infus di lengan kirinya.

"Apa kata dokter?" Kaisar bertanya tanpa menatapku, kedua matanya terpusat di wajah Raja.

"Muntaber, Emi lagi pulang ambil baju Raja dan aku, kamu nggak sibuk, Mas, kok bisa keluar kantor, masih jam setengah lima sore, 'kan?" Aku menatap ke wajah maskulin suamiku itu. Ia menoleh. Tersenyum. Biasanya memang ia akan susah keluar kantor, selalu ada saja halangannya. Lagi-lagi, baru tiga bulan belakang hal itu terjadi.

"Setelah aku urus kamar rawat Raja, aku ke kantor lagi, tadi aku tinggal gitu aja, lagi ada meeting sama bagian keuangan."

"Oh, yaudah." Aku lalu beranjak dan berjalan ke arahnya. Meraih pinggang dan memeluknya, Raja kembaliku baringkan ke brankar.

"Maaf, jadi bikin kamu tinggalin kerjaan," ucapku yang mendapat balasan usapan lembut di punggung dari tangannya.

"Ini urusan Raja. Aku bisa tinggali saat itu juga untuk urusan lainnya, kamu nanti stay di sini?" tanyanya.

"Iya. Aku booking kamar di hotel sebelah ya, kamu di hotel aja dulu selama aku sama Raja di sini," kata ku, namun, ia menggelengkan kepala.

"Aku di apartemen aja, biar dekat dari kantor juga," jawabnya. Lalu kami saling melempar senyum. Ia pamit menuju ke meja administrasi, mengecek apa kamar rawat putra kami sudah siap.

Tak lama, Raja terbangun, kali itu ia dalam gendongan Kaisar yang berjalan tegak menuju ke lift, tujuan kami lantai empat–kamar rawat Raja–Kaisar tak mau duduk di kursi roda bersama Raja. Aku berjalan di belakangnya, tersenyum bahagia karena ia tak lalai memperhatikan kami. Semenjak ada Raja, prioritas suamiku pun memang lebih terpusat ke penerusnya itu. Aku, tak masalah walau kadang suka terabaikan, aku terima.

Kamar bernuansa Dinosaurus itu membuat Raja menolehkan kepala beberapa kali. Ia menunjuk ke gambar salah satu Dinosaurus terbesar.

"Raja mau kamar di rumah ada Dinonya?" tanya Kaisar. Raja mengangguk.

"Oke. Nanti Papa hias, ya, sekarang, Raja bobo di sini dulu sama Mama, biar cepet sembuh. Papa kerja dulu, ya, nanti ke sini bawa Dino juga, deh." Mendengar itu, Raja mengangguk. Putra kami kembali diberi obat lain, tak lama kedua matanya kembali terpejam. Aku memeluk dan mengusap punggung suamiku. Ia menatap, "Jaga Raja ya, kabari aku. Maaf, kalau aku baru bisa sore atau malam ke sini. Kamu ngerti 'kan?" tanyanya, aku mengangguk. Sebenarnya aku tau, ada alasan lain yang Kaisar terus tutupi. Sabar, aku terus mengatakan itu pada hatiku.

Tak akan lama bangkai tertimbun tanpa bau. Kaisar berbohong, aku tahu. Suamiku itu tak menyadari, jika sejak kedatangannya, aku sudah melihat tanda merah di leher kanannya yang ia coba samarkan dengan kerah kemeja yang ia kancing hingga atas dan dasi yang ia kenakan seolah menahan supaya kerah kemejanya tak turun, untuk membuka tanda merah keunguan itu. Musang licik, akan terus ku selidiki siapa kamu?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema moral saat menjalin hubungan gelap dengan Fabian, kekasih sahabatnya sendiri, Aurel. Setelah berjuang sembuh dari luka masa lalu, Kiren justru kembali merasakan kepedihan yang lebih dalam. Ia harus menutupi perselingkuhan ini rapat-rapat karena perannya hanyalah sebagai wanita simpanan. Bagi Fabian, Kiren adalah pelampiasan nafsu yang memberikan kepuasan yang tidak didapat dari Aurel, meski itu menghancurkan hati Kiren.
Sampul Novel Because That Night
8.0
Dibalut rasa benci pada diri sendiri, Ariel Anata menyerahkan kesuciannya kepada Sean Rinadi di sebuah kelab malam dengan janji takkan bertemu lagi. Takdir berkata lain saat Sean ternyata adalah calon tunangan Vania, kakak Ariel. Pertemuan tak terduga ini dimanfaatkan Sean untuk mengejar cinta Ariel. Namun, Ariel justru memakai Sean sebagai alat balas dendam terhadap keluarganya yang selalu membandingkan dirinya dengan sang kakak yang dianggap lebih sempurna.
Sampul Novel Bodyguard I'm In Love
9.7
Jhon Christy terobsesi pada Aleta Louison sejak pandangan pertama. Seiring waktu, perasaan tersebut berkembang menjadi obsesi yang kelam. Demi mendekati sang pujaan hati, Jhon rela melepas hidup mewahnya dan bertolak ke Rusia untuk menjadi seorang bodyguard. Ambisi terbesarnya hanyalah terus mendampingi Aleta. Jhon bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri gadis itu dan membimbingnya kembali menjadi sosok wanita yang normal sepenuhnya.
Sampul Novel Bos Setan Idaman
9.0
Kehidupan Dita berubah drastis setelah takdir mempertemukannya dengan Raga, sosok pria misterius yang ternyata merupakan jelmaan setan. Meski Raga dikenal sangat pendiam dan irit bicara, ia kerap menunjukkan sisi manis yang tak terduga kepada Dita. Ketegangan muncul saat sang bos tiba-tiba menyatakan perasaan cintanya secara terang-terangan. Dita yang terkejut menganggap pengakuan itu hanyalah bualan belaka, meski kini nasibnya terikat pada pria tersebut.
Sampul Novel CEO Dingin Itu Penyelamatku
7.8
Embun terjebak dalam pernikahan yang menyiksa. Alih-alih kasih sayang, Putra justru menciptakan neraka karena hatinya terpaku pada wanita lain yang sudah Embun anggap kakak sendiri. Meski telah berkorban demi meraih cinta sang suami, perjuangan Embun selalu dipandang sebelah mata. Luka hatinya kian dalam saat Putra menyebut nama wanita itu usai mereka berhubungan intim. Di tengah kepedihan ini, mampukah Embun tetap bertahan saat kehadirannya tak lagi dianggap?
Sampul Novel Dituduh Mandul
9.5
Kebahagiaan Amel hancur saat memergoki Yuda, suaminya, berselingkuh dengan Rania. Ironisnya, Amel justru difitnah tidak setia dan dituduh mandul hingga akhirnya diusir serta diceraikan secara sepihak. Demi menyambung hidup, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan pribadi bagi Zack Lee, seorang pengusaha muda sukses yang eksentrik. Amel kini harus menuruti kebiasaan aneh Zack yang gemar menyusu dan menuntut kehadirannya untuk menemani tidur setiap malam.