APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Dan Dendam

Terjerat Cinta Dan Dendam

Davin terjebak dilema antara obsesi balas dendam dan rasa cintanya pada Friska, gadis indigo dengan kepribadian misterius. Awalnya, Davin mendekati Friska hanya untuk menghancurkan hidupnya demi menebus masa lalu keluarganya. Namun, benih cinta justru tumbuh di tengah teror yang ia ciptakan. Saat Friska menyadari niat busuk Davin dan fakta bahwa ayahnya adalah pembunuh ayah Davin, kemesraan mereka berubah menjadi benci. Mampukah cinta bertahan di atas luka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Karena sebelum kejadian tersebut, Friska bersama keluarga tinggal di rumah lamanya. Dan karna sudah tidak lama di tempati, rumah kosong itu pun akhirnya bisa di tempati oleh Friska untuk memulai kehidupan baru bersama dengan keluarganya.

Setelah beberapa hari tinggal di rumah baru tersebut, seketika mata batin Friska terbuka, sesekali ia melihat makhluk tak kasat mata yang berkeliaran di hadapannya. Ia pun tidak tahu, mengapa tiba-tiba ia menjadi anak indigo yang bisa berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata dan merasakan hal yang aneh terhadap dirinya.

Dan pada malam yang sunyi, Friska duduk di bangku kamarnya yang berada di dekat jendela, seraya menunggu kepulangan Mama Andin dan Papa Darwin.

Bosan yang kian menghadang selalu menghampiri. Ia pun berniat, untuk mengambil sebuah cemilan dari dalam kulkas yang berada di dapur.

"Lapar sekali, bibi masak apa ya malam ini?" tanya Friska dengan mengusap perut yang sedang kelaparan.

"Eh, Non Friska. Ada apa Non malam-malam di dapur? Non pasti lapar ya?" tanya Bi Sumi dengan tersenyun ramah kepadanya.

Friska lalu meminta Bi Sumi, untuk memasak makanan kesukaannya. Karena ia sudah sangat lapar menunggu Mama Papanya pulang. untuk makan bersama dengannya dengan berniat membelikan makanan kesukaannya di salah satu restoran ternama.

"Bi, Mama Papa kok sangat sibuk ya. Mengapa mereka tidak pernah ada waktu untukku?" tanya Friska kepada Bibi sambil memainkan sendok yang berada di depannya.

Lalu, Bi Sumi pun berkata kepada Friska bahwa Mama Andin, dan Papa Darwin bekerja untuk menafkahinya agar Friska mempunyai masa depan yang cerah seperti anak lain di luar sana. Ia pun hanya terdiam memikirkan apakah yang di maksud Bi Sumi itu benar atau tidak.

Akan tetapi Friska merasakan bahwa, ia tidak nyaman dengan kesehariannya yang selalu sendiri tanpa ditemani oleh kedua orang tuanya yang super sibuk. Ia ingin seperti anak yang lain. Yang bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

"Ini Non makanannya, silakan di makan kalau begitu bibi mau izin ke kamar dulu ya Non," ucap bibi kepada Friska sambil pergi meninggalkan Friska.

Lalu Friska menyantap makanannya kembali yang sudah disediakan oleh Bi Sumi. Dikesunyian malam, ia hanya makan malam dengan seorang diri tanpa ditemani oleh kedua orang tuanya. Suara rintikan hujan pun kian terdengar oleh Friska, yang menemani makan malamnya hanya seorang diri.

Setelah menghabiskan makan malamnya, Friska pun kembali ke kamar, untuk beristirahat kembali sembari menunggu Mama Andin dan Papa Darwin pulang. Di saat ia sedang berjalan ke atas lantai rumahnya, tiba-tiba Friska mendengar suara tangisan yang terdengar dari kamar kosong yang sudah lama, tidak di tempati itu. Dengan rasa penasaran, ia pun menghampiri suara tersebut.

BRUKK!

Suara keras, yang terdengar kembali dari dalam kamar kosong, membuatnya merasa semakin penasaran.

Lalu, Friska memastikan tidak ada siapa pun yang berada didekatnya itu. Ia semakin penasaran dan membuka pintu kamar itu dengan pelan. Di saat itu ia tidak melihat seseorang yang berada di dalam kamar kosong tersebut.

Hati kecilnya berkata bahwa itu adalah perasaannya saja yang berpikir seolah ada seseorang yang berada di kamar itu.

"Kakak, kamu mengapa ada di sini? Bukannya kamu lagi gak enak badan?" tanya seseorang yang mengagetkannya dan membuat Friska terkejut.

Mama Andin sendiri yang baru saja pulang kerja bersama dengan Papa Darwin. Lalu Friska pun menjawab bahwa ia mendengar suara aneh ya terdengar dari arah kamar kosong.

Papa Darwin berusaha untuk menenangkannya dengan berkata, bahwa itu adalah perasaannya saja yang sedang tidak enak badan. Sehingga muncullah pikiran yang negatif dari kepalanya itu.

"Istirahat lagi sana kak, Mama antar ya," ucap Mama Andin kepada Friska dengan menarik tangan Friska dengan lembut.

Ia pun menuruti keinginan Mama Andin, untuk kembali beristirahat di kamar. Karena hari sudah malam. Di dalam kamar dengan rasa penasaran yang terus menghantuinya, ia teringat kembali dengan kejadian tadi yang dimana ia bisa merasakan hal yang sangat ganjal.

"Terus yang menangis di kamar kosong itu, siapa ya?" ucap Friska dengan rasa penasaran.

Kejadian yang terjadi membuat Friska, takut dan susah untuk tidur. Tetapi, ia teringat bahwa besok ada ujian pagi di sekolah. Friska pun tidak boleh telat, dan memberanikan diri melupakan kejadian yang ia alami.

Keesokan harinya, sinar matahari yang kian masuk kedalam kamar jendelanya, membuat Friska terbangun lalu mengambil jam alarm yang berada di meja kecilnya, Friska pun terkejut, ketika melihat jam yang menunjukan pukul 06.30 di mana seharusnya ia sudah bersiap untuk berangkat sekolah pagi. Lalu Friska duduk sejenak, sambil merapikan rambutnya yang berantakan, dan segera bergegas untuk mandi, dan bersiap untuk berangkat sekolah.

"Kakak, ayo bangun udah siang ini. Kakak?" ucap Mama Andin, sembari mengetuk pintu kamar Friska dengan keras.

"Sebentar Mah, aku sedang merapikan buku," jawab Friska, dengan nada panik.

Setelah selesai merapikan buku, Friska pun segera membuka pintu kamarnya dan menemui Mama Andin, yang sedang panik karena Friska terlambat bangun.

Lalu ia menanyakan kepada Friska, apa yang terjadi sehingga membuat Friska telat bangun di pagi itu. Mama Andin sangat heran tidak bisanya Friska terlambat bangun seperti ini. Lalu Friska menjelaskan bahwa ia sangat sulit untuk tidur dikarenakan selalu mengingat dengan kejadian yang Friska alami sewaktu malam.

"Sudah kak, kamu gak usah terlalu mikir yang aneh-aneh seperti itu. Sekarang kita berangkat sekolah nanti kamu terlambat ayo," ajak Mama Andin kepada Friska, sambil memberinya roti yang sudah di olesi dengan coklat.

Friska bersekolah disalah satu sekolah elit yang berada di Jakarta. Kini, ia menginjak kelas 3 SMA setiap pagi, Friska selalu diantar ke sekolah dengan supirnya dengan mengendarai mobil mewah yang ia punya saat itu. Akan tetapi orang tua Friska tidak mengizinkannya untuk berangkat sekolah sendiri. Karena mereka takut jika terjadi sesuatu.

Di saat sedang menyantap makanan dipagi itu, tiba-tiba Friska mendengar suara aneh dan misterius yang berasal dari dalam kamar kosong yang ada di rumahnya. Ia pun merasa bingung dan sangat penasaran siapa orang yang selalu mengusik ketenangannya itu.

"Kakak, ayo habiskan makanannya, jangan sampai kamu terlambat masuk ya," ucap Mama Andin sambil menyantap sarapanya.

"A-aku mau tanya sama Mama Papa boleh?" tanya Friska dengan sedikit gugup.

Lalu ia pun menanyakan kepada Mama Andin dan Papa Darwin, tentang kejadian yang ia alami selama beberapa hari, setelah ia dan keluarganya menempati rumah baru itu. Lalu, Mama pun dengan penasarannya menanyakan kembali apa maksud Friska

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIA
9.5
DIA
Kebangkitan sesosok mayat secara misterius memicu gelombang kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Fenomena horor yang melampaui logika ini tidak hanya membawa teror fisik bagi mereka yang menyaksikannya, tetapi juga perlahan menguak sebuah rahasia kelam yang selama ini terkubur rapat. Di balik kehebohan jenazah yang hidup kembali tersebut, tersimpan kebenaran terlarang yang siap mengguncang segalanya dalam balutan misteri yang sangat mencekam.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Bima lahir dalam keluarga sederhana yang terbelenggu kutukan iblis. Di desanya, Gunung Pengantin berdiri angker dengan legenda hantu pengantin yang kerap meneror pendaki. Suatu hari, Bima dan sahabatnya, Alif, melanggar pantangan gunung hingga Alif hilang menjadi abdi gaib. Saat dewasa, Bima harus memutus kutukan leluhur dibantu khodam warisan. Meski berhasil, ia harus kehilangan orang tuanya yang tewas dalam ritual gaib, menyisakan duka dan kesendirian mendalam.
Sampul Novel Hamil Anak Genderuwo
8.5
Pasca suaminya terkena PHK, Esmeralda terpaksa memulai hidup baru di kampung halaman pasangan hidupnya tersebut. Namun, kepindahan ini justru membawanya pada serangkaian penampakan sosok Genderuwo yang mengerikan. Di tengah penantian panjang akan hadirnya buah hati, Esmeralda akhirnya dinyatakan mengandung anak pertama. Sayangnya, kebahagiaan itu tertutup awan gelap saat ia menyadari ada kejanggalan besar yang menyelimuti janin di rahimnya.
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain
9.0
Pasca putus dari Kevin, Vania yang putus asa nyaris mengakhiri hidupnya di jembatan. Namun, Rangga hadir menyelamatkannya dan langsung menyatakan cinta. Meski bahagia, Vania tak tahu bahwa Rangga sebenarnya adalah hantu yang menyembunyikan identitas aslinya. Rahasia ini terbongkar saat Viola mengungkap kebenaran di rumahnya. Kini Vania terjebak dalam dilema besar. Sanggupkah ia bertahan dengan kekasih beda dunia, ataukah ada pria lain yang hadir menggantikannya?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel Monster Yang Bersamaku
7.9
Rein yakin telah menghabisi suaminya, Hary, dan berniat menyerahkan diri kepada Adrian, sahabat lamanya yang berprofesi sebagai polisi. Namun, situasi berubah mencekam saat seorang pria misterius muncul dan mengaku sebagai Hary. Meski wajahnya serupa, perangainya jauh lebih lembut dan penuh kasih sayang. Jika Hary asli sudah tewas, siapakah sosok asing yang kini mendekapnya? Apakah Rein terjebak delusi atau ada rahasia gelap yang sengaja disembunyikan pria itu?