APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terperangkap Kontrak Hasrat Sang Casanova

Terperangkap Kontrak Hasrat Sang Casanova

Demi menggagalkan rencana jahat ibu tirinya, Alana nekat menjebak Alesio Theodore Kingston, putra tunggal pewaris imperium bisnis Kingston Airlines. Alih-alih marah, sang miliarder Casanova justru menawarkan kontrak pernikahan selama satu tahun. Namun, Alana segera menyadari bahwa di balik pesona menawannya, Alesio menyimpan sisi gelap yang penuh rahasia. Obsesi berbahaya dan gairah sang pria mulai meruntuhkan pertahanan Alana dalam jeratan cinta yang penuh risiko.
Bab
Bagikan

Bab 2

Brak!

Suara gebrakan meja menggema di ruang tamu, menciptakan atmosfer tegang yang terasa hingga ke sudut-sudut ruangan. Suara Andre, papa Alana, menggelegar bersamaan dengan ledakan emosi yang menyertainya.

"Apa-apaan ini, Alana?! Berita apa ini!" teriak Andre, wajahnya merah padam ketika melihat layar televisi yang menayangkan skandal pertunangan putrinya.

Alana menjawab dengan penuh ketegasan "Aku ingin pertunanganku dan Morgan batal, Pa!"

Pandangan tajam Andre menusuk Alana, seolah mempertanyakan keberanian anak perempuannya untuk membuat keputusan besar ini. Ruang tamu yang sebelumnya terasa begitu nyaman, kini dipenuhi dengan ketegangan.

"Tapi kau juga tidak bisa memperlakukan Morgan seperti ini, Alana. Kamu bisa membuat kerja sama keluarga Dirgantara dan Lusamo batal” suara Yulina, ibu tirinya, terdengar lembut namun penuh dengan ketidaksetujuan. Yulina duduk di samping Andre, sementara Linda, putri kesayangan mereka yang berusia 16 tahun memperhatikan situasi dengan ekspresi heran.

“Memangnya kak Ana ngapain sampai papa bentak kak Ana?” Tanya Linda dengan gampangnya

“Gak papa sayang. Kakakmu ini memang perlu diberi nasihat sedikit” Jawab Andre dengan nada lembut, berbeda sekali saat dia berbicara dengan Alana.

Alana menggigit bibirnya, mencoba menahan amarahnya "Aku tidak bisa menikah dengan seseorang yang tidak setia, Pa. Aku hanya mencari kebahagiaanku sendiri!"

Yulina menatap Alana dengan tatapan penuh kekecewaan namun dibalik itu dia tersenyum puas "Ini bukan hanya soal dirimu, Alana. Ini melibatkan masa depan keluarga dan perusahaan."

“Alana hentikan ini semua. Papa tau jika berita ini perbuatan teman priamu itu” ucap Andre

Alana merasa tertekan. Dia menghela napas dalam dan berkata, "Aku memahami itu, Pa. Tapi apakah hidupku harus dikorbankan demi kesepakatan bisnis? Aku ingin hidup dengan pilihan yang aku buat sendiri."

“Alana!” Suara Andre kembali terdengar membuat Linda tersentak. Andre yang sadar akan hal itu menghela napas lalu menatap Linda “Linda sayang, ke kamar dulu ya, papa harus ngomong sama Alana dulu”

“tapi Pa-”

“Linda, ikuti kata Papa” Ucap Yulina

“Oke ma” Jawab Linda. Gadis itu menatap Alana sekilas lalu melangkah menapaki tangga menuju kamarnya.

‘CK.. manis sekali keluarga cemara didepanku ini’ Monolog Alana dengan berdecih.

“Alana” Andre memanggil dengan tegas “Jangan kekanakan. Datangi Morgan dan minta maaf padanya!” Suara Andre kembali terdengar memenuhi ruang tamu, keras dan memerintah. Perintah papa-nya membuat tangan Alana terkepal, mencerminkan kekesalan yang memuncak dalam dirinya.

"Kenapa aku yang harus minta maaf, Pa? Yang salah adalah Morgan. Dia yang menyelingkuhiku!" ucap Alana dengan lirih, mata yang penuh dengan air mata menatap sang papa yang berekspresi keras.

"Kau melakukan ini lagi, Alana. Bisakah kau bersikap dewasa. Kalian bisa bicarakannya baik-baik. Itu hanyalah ciuman" ucap Yulina, ibu tirinya, mencoba meredakan ketegangan di ruangan.

"Hanya ciuman, ibu bilang?" tanya Alana tak percaya.

"Alana, Morgan juga masih muda. Hubungan kalian belum terikat sekuat itu" Yulina melanjutkan argumennya. "Wajah jika anak muda sepertinya masih suka bermain"

Alana berdecih "Oh, sepertinya Ibu tidak keberatan ya jika tunangan Ibu mencium wanita lain. Sungguh lapang sekali hati ibu tiriku ini" ucap Alana dengan senyum tipis. "Atau mungkin karena Ibu juga suka mencium pria yang menjadi pasangan orang lain-"

PLAK! Deg… rasanya jantung Alana berhenti berdetak beberapa saat.

Rasa panas dipipinya menyebar begitu cepat, terasa seperti api menyala-nyala. Suara tamparan itu, keras dan tajam, menggegerkan seluruh ruangan.

“Al..ana” panggil Andre dengan terbata. Dia bahkan tidak sadar jika tangan kasarnya sudah menampar putri kandungnya sendiri.

“Papa menamparku?” tanya Alana nyaris seperti bisikan, matanya membelalak dalam keheranan. “Papa tega menamparku? Putri kandung papa sendiri?”

“Kau menghina ibu mu, Alana” ucap Andre sambil menghela napas pelan. Wajahnya terlihat tegang, mencerminkan kekecewaan dan amarah yang bergelombang di dalam dirinya.

“Papa menamparku hanya karena itu? lalu kenapa dulu papa tidak pernah menampar dia yang memfitnah Mama?” Alana menujuk Yulina dengan tegas

“Alana!”

“Mas… sudah… aku tidak apa-apa” suara Yulina menyadarkan mereka.

Medusa itu benar-benar memerankan korban yang terluka, meski dia yang memulai perang kata-kata, pikir Alana

Alana menahan rasa sakit di pipinya, menyadari bahwa kata-katanya telah menyulut ledakan emosi di dalam keluarganya. Meskipun keinginannya untuk membela diri masih kuat, tapi dia tahu bahwa situasi ini tak lagi bisa dia kendalikan. Sebuah jeda tegang menggantikan suasananya yang sebelumnya riuh.

“Kamu berubah Alana” ucap Andre “Putri papa bukan anak pembangkang seperti ini” Ucap Andre

“Memangnya sejak awal papa memperhatikan putri papa yang satu ini? Bukannya yang papa urus selalu Linda?” Lirih Alana.

Ditengah-tengah kekacauan itu, Alana bisa melihat Yulina yang menatapnya dengan senyum mengejek. “Mas, kau sudah keterlaluan. Alana memang salah tapi menamparnya juga tidak baik. Mungkin memang kita yang kurang memperhatikan Alana” suara Yulina yang dibuat selembut mungkin membuat Alana merasa mual.

“Dia memang perlu diberi pelajaran, sayang. Semakin lama sifatnya semakin liar” ucap Andre, membuat Alana tidak bisa berkata-kata.

Andre menatap Alana dengan tegas "Bicarakanlah dengan Morgan, Alana. Temui dia dan selesaikan masalah ini dengan dewasa."

“Aku benci Papa” ucap Alana dengan air mata yang mengalir deras. Gadis itu bergerak meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya.

Andre melihat kepergian Alana dengan perasaan bercampur, menyadari bahwa langkah-langkah yang diambilnya membuat putrinya semakin jauh darinya.

Di dalam kamar, Alana mencuci wajahnya. Matanya agak membengkak karena banyak menangis hari ini “Hah…” helaan napas kasar terdengar dari bibir mungil Alana. “Medusa itu benar-benar mempengaruhi papa” gumam Alana.

Alana duduk di tepi ranjang, merenung tentang keputusasaan yang tengah melandanya. Dia tahu bahwa perubahan suasana hati Andre disebabkan oleh peran Yulina, ibu tirinya yang seringkali menjadi sumber konflik dalam keluarga mereka.

“Papa, mengapa kau begitu mudah dipengaruhi olehnya?” Alana berbisik, merenungkan dinamika keluarganya yang semakin rumit. Matanya menatap figura foto yang menampilkan potret keluarga saat mama-nya masih hidup. Gambar itu membawa kenangan manis yang kini semakin terasa jauh.

Ponsel di meja riasnya berdering, menarik perhatian Alana. Dia mengambilnya dan melihat pesan dari Mic "Alana, kita butuh klarifikasi atas skandal ini."

Seolah ada harapan baru dalam pemutusan pertunangan itu, senyum Alana terbit dengan cerahnya.

“Aku akan segera siap. Berikan waktu dan lokasi konfrensi itu. Aku mengandalkanmu Mic” balas Alana pada pesan Mic. Dia merasa diberi kesempatan untuk menyelesaikan skandal tersebut dengan cara yang benar. Wajahnya yang tadinya penuh keraguan kini dipenuhi dengan tekad untuk menghadapi situasi sulit yang menantangnya

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Terjebak dalam tawaran tak terduga, seorang wanita mempertanyakan alasan bosnya memilih dirinya. Tanpa ada rasa cinta, pria berkuasa itu dengan dingin menyatakan bahwa dia hanya menginginkan kepuasan fisik semata. Meski dikelilingi banyak wanita, sang bos hanya tertarik pada tubuhnya untuk memuaskan hasrat pribadinya. Kini, dia harus menghadapi kenyataan pahit menjadi pemuas keinginan sang miliarder dalam hubungan tanpa status yang sangat murni transaksional.
Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella terjebak dalam situasi yang sangat mencekam saat ia berusaha keras menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Meski Bella berteriak menentang takdir yang dipaksakan kepadanya, pria berkuasa itu dengan tegas menyatakan bahwa Bella kini menjadi miliknya sepenuhnya. Xavier tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Bella untuk melarikan diri atau memberikan bantahan. Kini, Bella harus menghadapi obsesi liar sang tuan yang tidak mengenal kata penolakan.
Sampul Novel Istri Balas Dendam
8.7
Eleanor tewas dalam kecelakaan tragis tepat sebelum hari pernikahannya. Sang kekasih, miliarder Kieran Lancaster, diselimuti dendam terhadap putri sopir truk penyebab tragedi itu, Vivianne. Di bawah ancaman hukum bagi ayahnya, Vivianne terpaksa menikahi Kieran sebagai pengganti Eleanor. Hidupnya berubah menjadi neraka karena kebencian dan perlakuan dingin suaminya. Namun, seiring waktu, Kieran mulai goyah saat menyadari bahwa Vivianne hanyalah korban yang tidak bersalah.
Sampul Novel ISTRI ORANG
8.2
Ayana terjebak dalam kesepian akibat sikap dingin Devaro, suaminya. Di tengah kehampaan itu, kehadiran Javier sang bos memberikan warna baru hingga Ayana jatuh hati. Tanpa disadari, hubungan terlarang mereka adalah bagian dari rencana balas dendam Javier terhadap Devaro. Namun, niat jahat itu perlahan terkikis oleh cinta tulus yang tumbuh tak terduga. Akankah Devaro sanggup menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah berpaling pada pria yang sangat membencinya?
Sampul Novel Pernikahan Dingin yang Membara
8.7
Hidup Aria, wanita karier yang gemilang, berubah drastis setelah malam penuh gairah dengan Raka. Ia merasa dikhianati saat menyadari pria itu adalah CEO di kantornya. Hubungan mereka kian retak akibat manipulasi licik Mira yang memicu kesalahpahaman besar. Terbakar api cemburu karena dugaan perselingkuhan Raka, Aria menyusun rencana balas dendam yang sangat berisiko. Kini, ambisi dan luka hati Aria mengancam untuk menghancurkan seluruh karier Raka.
Sampul Novel Pria Bajingan Itu Ayah Anakku
9.0
Hidup Ninda berubah total demi memenuhi wasiat Yani, sahabatnya, untuk membesarkan Leon yang baru berusia empat tahun. Sebagai selebgram, Ninda bekerja keras demi masa depan anak itu. Namun, ketenangannya terusik saat Fino Vasikal Gantara, pria berpengaruh yang juga ayah kandung Leon, muncul menuntut hak asuh. Meski diancam, Ninda teguh melindungi Leon sesuai janjinya. Kini, ia harus berhadapan dengan kekuatan Fino demi mempertahankan putra sahabatnya.