APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel THE FLORETTA

THE FLORETTA

Floretta Wedsey, putri kesayangan dari keluarga terpandang, terpaksa membenci ayahnya dan mengasingkan diri ke luar negeri akibat sebuah tragedi. Di tengah keputusasaan menghadapi ketidakadilan hidup, ia bertemu Almero Manuelson Gredragh. Namun, rahasia kelam terungkap bahwa Almero adalah putra dari sosok di masa lalu ayahnya. Meski Almero bertekad mempertahankan cinta mereka, akankah Floretta sanggup bertahan setelah mengetahui kebenaran yang mengejutkan itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Waktu sudah menunjukkan jam istirahat, sekitar jam 9 malam. Tapi seorang pria yang usianya setengah baya masih rapi dengan pakaian formalnya.

Dia menyeruput kopi yang dipesannya agar tidak mengantuk.

“Oh ya Reagan, apa kau ingat dengan Tommy?” tanya lawan bicara yang merupakan teman semasa kuliah sekaligus rekan bisnisnya.

“Tommy Glir—Glir siapa aku lupa.”

“Tommy yang dulu suka dengan istrimu,” ucap Haaun Raghfo dengan kalimat saktinya agar Reagan ingat kembali dengan Tommy yang sedang mereka bahas.

Raut wajah Reagan langsung berubah setelah ingat dengan Tommy. Tiba-tiba saja wajah menyebalkan Tommy saat mereka masih kuliah muncul kembali. Wajah jelek menurut Reagan saat ingin merebut Emily darinya.

Haaun terkekeh geli karena raut wajah Reagan. Ternyata teman lamanya itu belum bisa melupakan seberapa lancangnya Tommy meminta Emily menjadi kekasihnya. Padahal saat itu, semua orang di seantero kampus sudah tahu kalau Emily adalah kekasih dari anak donatur di kampus mereka.

“Reagan, Reagan, setelah bertahun-tahun kau belum bisa melupakan Tommy itu,” ujar Haaun setelah kekehannya.

“Kau tidak tahu bagaimana rasanya,” sungut Reagan dengan kesal.

“Ya, aku memang tidak pernah merasakan, tapi sebagai sesama lelaki, akupun dapat merasakannya tanpa terjun langsung sebagai pemain utama.”

Reagan memutar bola mata malas.

“Dasar pembual,” maki Reagan di dalam hatinya.

Pandangan Reagan terhenti pada jam tangannya. Sial, dia melupakan putrinya.

Reagan segera meraih ponselnya dan buru-buru menghubungi putrinya tanpa melihat chat yang sudah dikirim beberapa jam yang lalu saat Floretta baru saja tiba di rumah.

“Hallo Dad.”

“Flo, kamu dimana? Apa kamu masih di kantor?”

Terdengar kekehan dari seberang sana yang membuat Reagan mengerutkan dahinya.

“Ada apa Sayang, kenapa kamu malah terkekeh seperti itu? Jangan membuat Daddy panik, Flo. Kamu baik-baik saja ‘kan, Sayang?”

“Dad, aku baik-baik saja. Aku sudah ada di rumah beberapa jam yang lalu. Daddy jangan khawatir. Pasti Daddy tidak membuka chat dariku.”

Reagan mengernyit. Dia baru tahu kalau Floretta mengiriminya chat.

Reagan segera melihat chat dari sang putri. Kemudian terkekeh menertawakan keteledorannya yang tidak membuka chat dari Floretta dan berujung dia panik sendiri.

‘Dad, aku pulang duluan. Aku sudah berada di dalam taksi online’

Send a picture

‘Dad, aku sudah sampai di rumah dengan selamat. Daddy pulangnya jangan malam-malam ya. Aku ingin makan malam bersama Daddy’

Reagan merasa sangat bersalah pada Floretta karena tidak bisa memenuhi keinginan sederhana putrinya untuk makan malam bersama. Hanya makan malam bersama dirinya tidak bisa memenuhi keinginan putrinya, bagaimana dengan hal yang lebih besar dari ini? Reagan merasa tidak becus menjadi ayah karena tidak bisa mengabulkan keinginan sederhana putrinya.

“Astaga. Flo, maafkan Daddy karena Daddy tidak bisa makan malam bersama,” ucap Reagan dengan rasa bersalah yang masih menyelimuti relung hatinya.

“Ya, Dad. Tidak apa. Daddy sudah makan?”

“Ya. Kamu juga sudah makan ‘kan, Flo?”

Terdengar deheman dari seberang sana.

“Flo, Daddy minta maaf belum bisa makan malam bersama untuk malam ini. Tapi Daddy janji akan makan malam bersama besok. Apakah kamu mau, Sayang?”

“Ya Dad, aku mau!” pekik Floretta dengan bahagia.

Hati Reagan menghangat. Hanya karena hal sekecil ini, putrinya bisa bahagia.

Ya, Floretta adalah tipe orang yang hanya dengan hal-hal kecil bisa bahagia. Tanpa harus memberi barang branded limited edition, tanpa harus mengeluarkan uang sedalam-dalamnya, ya meskipun Reagan sangat mampu untuk itu, tapi Floretta bukan tipe anak yang akan bahagia saat dibelikan barang-barang branded limited edition dan keluaran paling baru.

“Dad, kau akan pulang kapan?”

“Sepertinya seorang putri sedang merindukan rajanya,” canda Reagan agar kembali mendengar tawa Floretta.

“Ahahaha, Daddy bisa saja.”

“Eum, Daddy akan pulang 1 jam lagi. Kamu ingin Daddy belikan apa?”

“Aku hanya ingin Daddy pulang dengan selamat dan memberiku pelukan.”

“Siap laksanakan tuan putri.”

“Daddy lanjutkan lagi dengan rekan bisnis Daddy, aku akan menunggu Daddy.”

“Kau yakin tidak akan ketiduran, Flo?”

“Heem, aku janji tidak akan ketiduran.”

“Kalau sudah mengantuk tidur saja, Flo. Jangan paksakan dirimu untuk menahan kantuk. Jangan lupa kalau kamu sering tidur larut, mata panda akan menghias kantung matamu, Sayang.”

“Daddy!!!”

“Ahahaha, Daddy hanya bercanda, Flo Sayang. Daddy tutup teleponnya ya, Daddy akan segera pulang. Good night, my daughter.”

“Night, Dad.”

Tit

Reagan menaruh ponselnya di atas meja. Senyuman masih menghias wajah lelahnya.

Haaun mendelik melihat wajah tersenyum dari lawan bicaranya.

“Putrimu?”

Reagan mengangguk. “Tidak ada hal yang bisa membuatku bahagia selain mendengar nada bicaranya yang bahagia.”

Haaun mengerutkan dahinya. Dia tidak paham apa yang diucapkan oleh teman semasa kampusnya itu.

“Makanya nikah,” celetuk Reagan.

Haaun mengedikkan bahunya. Ya, sampai saat ini dia belum menikah. Sudah banyak temannya dari semasa sekolah, kuliah, rekan bisnis mengingatkannya untuk segera menikah sejak dia muda dulu. Tapi dia merasa dirinya tidak perlu menikah. Toh dia sudah memiliki semuanya. Harta, tahta, dan wanita. Semuanya sudah ada di dalam genggamannya.

“Untuk apa menikah kalau aku sudah memiliki semuanya. Apalagi wanita. Banyak wanita di luaran sana yang menunggu giliran untuk memenuhi keinginanku,” balas Haaun dengan sombong.

“Semuanya akan berbeda setelah kau menikah, Haaun. Mungkin kau bisa melakukan hubungan sebelum menikah, tapi setelah menikah kau akan tahu apa perbedaannya. Lagipula menikah juga bisa meringankan bebanmu agar kau tidak cepat tua seperti kakek-kakek,” ucap Reagan sembari bercanda di akhir kalimatnya.

“Tidak ada kata cinta. Semua wanita sama saja,” ujar Haaun kemudian meminum minumannya.

“Itu karena selama ini kau tidak mencari wanita yang benar-benar mencintaimu apa adanya, bukan ada apanya. Lagipula tidak semua wanita sama seperti mantan pertamamu.”

Haaun menatap tajam ke arah Reagan karena menyebut kata mantan pertama.

“Jangan bahas dia,” desis Haaun.

Reagan terkekeh.

“Oh iya aku sampai lupa ingin mengatakan ini. Tommy yang aku maksud tadi sedang berada di rumah sakit. Katanya dia ingin bertemu denganmu—”

“BIG NO! aku tidak akan menemui bajingan sepertinya,” tolaknya tanpa membiarkan Haaun menyelesaikan ucapannya.

“Dengarkan dulu Bro.”

“Tidak! Aku tidak akan mendengar apapun tentangnya.” potong Reagan.

“Reagan, kau harus mendengarkan ini, karena hidup Tommy tidak lama lagi. Dia sakit dan ingin meminta maaf padamu,” terang Haaun dengan cepat.

“Tommy atlet baseball itu? Dia benar-benar sakit? Sepertinya sakitnya parah.”

Haaun mengangguk. “Kata dokter hidupnya tidak akan lama lagi dan harapannya sebelum dia meninggal, dia ingin meminta maaf padamu karena perilakunya di masa lalu.”

Reagan tertegun karena keterangan dari Haaun tentang Tommy. Rasanya sulit dipercaya kalau seorang atlet baseball semasa kuliah yang sangat menjaga pola makan dan rajin olahraga, menderita sakit keras.

Seingatnya dulu Tommy adalah salah satunya pemuda yang digemari perempuan-perempuan di kampus. Sampai-sampai loker pria itu penuh dengan kado-kado dari perempuan di kampus. Tommy juga selalu menjaga pola makan dan rajin berolahraga yang membuat tubuhnya sangat sempurna untuk seukuran mahasiswa. Eits, tubuh Reagan jelas sangat lebih sempurna daripada milik Tommy.

“Apakah kau mau menjenguknya?” tanya Haaun dengan menaruh harapan yang sangat besar.

Reagan mengangguk sebagai jawaban.

***

Brukk

“Akh!”

Reagan segera mengulurkan tangannya untuk membantu seorang wanita yang terduduk di aspal parkiran restoran.

“Kau baik-baik saja?” tanya Reagan dan membuat wanita di hadapannya terdiam seperti patung.

“Bukannya merespon malah diam seperti patung pancuran,” batin Reagan.

Reagan mengernyitkan dahi setelah melihat perempuan dihadapannya. Dia … seumuran Floretta.

“Nona,” panggil Reagan sambil menggerakkan tangannya di depan wajah wanita itu.

Wanita itu mengerjap. “Eh, em, ya, ada apa, Tuan?”

“Kau baik-baik saja?” tanya Reagan sekali lagi.

“Ehem, aku baik-baik saja.”

Reagan mengangguk.

Reagan mengamati lagi wajah wanita di hadapannya. Dia merasa tidak asing dengan wajah wanita itu dan warna bola mata wanita di hadapannya mengingatkan pada seseorang di masa lalu.

Reagan berusaha mengingat-ingat lagi kapan dia melihat wajah ini. Namun apa yang ditangkap oleh wanita itu berbeda. Dia malah tersenyum malu-malu karena pria dihadapannya terus menatapnya tanpa mengedipkan matanya.

“Tuan, Tuan,” panggil wanita itu.

Reagan mengerjap. “Ya.”

“Ada apa? Kenapa Tuan menatapku sebegitu lekatnya?”

“Wajahmu mengingatkanku pada seseorang, tapi aku lupa.”

Wanita itu menghela napas. Dia pikir pria berusia setengah patuh baya itu menatapnya lekat karena tertarik. Eh ternyata karena hal itu.

“Namaku Denaya Agustien, Tuan,” ucap wanita itu memperkenalkan diri.

Ya wanita yang tanpa sengaja ditabrak oleh Reagan adalah Denaya, musuh bebuyutan Floretta.

Denaya tidak tahu kalau pria dihadapannya adalah ayah dari mantan sahabatnya. Dia malah menatap kagum pada Reagan. Baginya, Reagan sudah seperti sugar daddy dan dia sebagai sugar baby.

Kalaupun hal itu benar-benar terjadi, tdiak masalah. Dia malah merasa sangat senang karena bisa mendapatkan sugar daddy seperti pria ini. Dilihat dari penampilannya saja sudah terlihat kalau pria ini sangat-sangat kaya.

“Agustien?” batin Reagan bertanya-tanya.

Lagi-lagi dia merasa tidak asing dengan nama belakang wanit itu. Tadi wajahnya, sekarang nama belakangnya. Pusing deh.

“Denaya Agustien. Agustien. Ber—Bertha Agustien?”

“Apakah dia anak Bertha?” batin Reagan semakin bertanya-tanya setelah tahu nama belakang keduanya sama.

Reagan terdiam sesaat. Dia kembali mencari kesamaan antara wanita ini dan Bertha, teman semasa sekolah menangah atas dan sahabat istrinya.

“Apakah kau kenal dengan Bertha Agustien?” tanya Reagan dengan sangat penasaran.

Wanita itu mengangguk antusias. “Ya, Tuan! Dia adalah ibu Saya.”

Bibir Reagan membentuk ‘o’ sembari mengangguk. Ternyata benar kalau wanita ini adalah anak Bertha. Pantas saja usianya terlihat hampir sama dengan usia Floretta.

“Apakah Tuan mengenal ibu Saya?”

Reagan mengangguk. “Ya, dulu kami satu sekolah.”

Dalam hati Denaya, dia merasa bangga pada ibunya karena memiliki teman sekeren pria dihadapannya. Kenapa ibunya tidak mengatakan kalau memiliki teman setampan dan sekaya pria ini.

“Kalau boleh tahu nama Anda siapa? Aku akan menceritakan ini pada ibu.”

“Reagan Wedsey. Aku rasa ibumu masih mengingatku.”

“Kalau begitu aku duluan. Kau sedang menunggu jemputan atau—?”

“Tidak, aku ingin makan di sini, ya, ingin makan di sini,” alibi Denaya.

Reagan mengangguk. “Hati-hati Denaya. Malam-malam seperti ini tidak ramah perempuan.”

Denaya mengangguk antusias. Dia sangat senang karena Reagan yang peduli padanya.

“Arghh, kenapa aku tidak melamar jadi sugar daddy-nya saja ya?” pekik Denaya dengan girang setelah mobil Reagan keluar dari area parkir restoran.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
9.2
Setelah delapan tahun berjuang demi kehamilan, Amelia justru mendapati suaminya, Aditya, berselingkuh dengan Nasywa yang tengah mengandung. Dorongan kasar Aditya mengakibatkan Amelia keguguran dan kehilangan segalanya. Lima tahun berlalu, Amelia bangkit menjadi sosok sukses dan berkuasa. Saat Aditya kembali dalam kondisi hancur untuk memohon pengampunan, Amelia hanya menatapnya dingin. Baginya, wanita lemah yang dulu mencintai suaminya itu telah lama mati.
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Adeline Vyantara tak menyangka kehadirannya sebagai tamu justru berakhir di pelaminan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Alaric Mahendra, pewaris yang merasa dijebak oleh intrik keluarganya sendiri. Meski awalnya ingin membatalkan pernikahan, Alaric tertahan oleh aksi berani Adeline demi menjaga martabat keluarga. Kini mereka terjebak dalam pernikahan dingin penuh aturan ketat. Di tengah kebencian dan rahasia masa lalu, benih cinta mulai tumbuh tanpa kendali.
Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Dikhianati tunangan saat hamil membuat Livia nyaris tewas hingga terpaksa kabur. Lima tahun kemudian, ia kembali dan menyelamatkan seorang bocah yang ternyata putra miliarder terkaya. Pria itu kini melindunginya, menghancurkan para musuh, hingga membungkam saudari jahat Livia dengan pengakuan mengejutkan tentang pernikahan rahasia mereka selama lima tahun. Livia yang bingung kini harus menghadapi rayuan sang suami misterius yang menginginkan anak kedua.
Sampul Novel Gerry's Love Story
8.5
Kehidupan Gerry berubah total sejak pertemuannya dengan seorang janda kaya raya. Tanpa diduga, pernikahan mereka justru menjadi pembuka kotak pandora yang mengungkap rahasia kelam dari masa lalu Gerry yang selama ini tersembunyi. Seiring berjalannya waktu, satu per satu misteri identitas aslinya mulai terkuak ke permukaan, membawa konflik yang tak terbayangkan dalam hubungan rumah tangga mereka yang penuh kemewahan namun menyimpan banyak teka-teki.
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Leora Adhisti, putri ceria Prayoga Alexander, harus menghadapi kenyataan pahit saat bisnis keluarganya di New York hancur total. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa mengambil langkah ekstrem. Ia terjebak dalam kesepakatan pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas, miliarder tampan yang dikenal angkuh dan dingin. Mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam Adnan yang dijuluki Mr. Devil di tengah kemelut hidupnya?
Sampul Novel ISTRI YANG TERSISIHKAN
9.5
Aisyah Zuhaira, wanita berhijab yang menentang restu orang tua demi hidup bersama suaminya, Andre. Ia mendambakan kebahagiaan, namun realita pahit menghantam saat suami dan mertuanya berubah menjadi sangat kejam karena alasan tertentu. Di tengah penderitaan itu, sebuah fakta menyakitkan akhirnya terungkap ke permukaan. Kini Aisyah terjepit dalam dilema besar; apakah ia akan terus bertahan dalam pernikahan ini atau memilih pergi meninggalkan segalanya?