APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel THE GOOD GUY

THE GOOD GUY

Amora meninggalkan Gio demi Marcel, sahabat yang ia anggap tulus. Namun, pernikahan yang diharapkan membawa kedamaian justru berubah menjadi petaka. Sosok Marcel yang lembut ternyata hanya kedok belaka. Kehadiran wanita dari masa lalu Marcel serta tekanan mertua kian menghancurkan batin Amora. Meski terjebak dalam trauma dan penderitaan, Amora terpaksa bertahan demi janin di rahimnya, agar sang anak tidak kehilangan figur ayah saat lahir nanti.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hingga beberapa detik, Amora masih diam dan terpaku, dia telah lupa, sejak kapan ada orang lain yang begitu baik dan peduli sejak kematian sang ibu. Sepertinya, kesedihan dan sikap buruk orang di sekitarnya selama dua tahun ini telah membuat hatinya tertutup dan berfikir bahwa. semua orang itu sama saja, hanya baik di depan Ibu, adalah satu-satunya orang yang memiliki cinta kasih dan ketulusan kepada dirinya.

Jadi, Amora mengambil kesimpulan sendiri bahwa mereka berbuat padanya hanya karena takut pada mendiang ibunya saja. tapi, kini… sang ibu telah tiada karena menghadap pada yang maha kuasa. Jadi, mereka dapat berbuat seenak, dan semaunya sendiri tanpa tudu aling-aling. Gak pake nyindir, ngatain ya ngatain saja. terlebih lagi, begitu tahu bahwa ibu Rola, si wanita jalang yang telah menjadi ibu tirinya itu begitu membenci dirinya. Malah semakin meraja lela saja kelakuan mereka. Termasuk bi Inem yang... Mungkin, lebih tepatnya tidak tahu diri.

“Mbak Amora!”

“Eh, iya Bu… maaf, jadi bengong. Mungkin karena bangun tidur, dan nyawa baru saja terkumpul,” ucap Amora sambil menutupi malu, serta mengeluarkan sebuah tawa palsu untuk menutupi perasaan hatinya yang sedang hancur dan tak keruan.

“Tidak suka seblak, ya?” tanya ibu kos lagi. Sepertinya, dia merasa bersalah saja dengan pemberiannya.

“Oh, tidak. Justru sebaliknya. Saya suka sekali makan seblak. Terimakasih, ya Bu,” jawab Amora sambil mengambil mangkuk tersebut, dan melihat pemilik kos masuk ke dalam pintu yang menghubungkan rumah beliau, yang ruang tamunya berada di tikukan sana. pintu yang tak jauh dari kamarnya, hanya berjarak satu kamar kos, dan satu kamar mandi yang paling luas karena di dalam sana menggunakan wc duduk, sedangkan yang lainnya tidak.

Amora masuk ke dalam kamar. Menyalakan lampu dan meletakkan seblak tersebut. Setelah menutup kamar dan menguncinya, ia pun menumpahkan air matanya yang sejak tadi mati-matian ia tahan, agar tak sampai jatuh di depan ibu kos.

Memang, dia memiliki latar keluarga yang hancur sejak ayahnya mengenal Wanita perusak rumah tangga itu. tapi, walau bagaimanapun, dia juga tak ingin mengumbar aib dan kisah sedihnya dari rumah. Kini, dia berada di sini, lingkungan baru, dia juga berharap menemukan kehidupan baru yang jauh lebih baik dan bahagia seperti seblumnya.

“Sudahlah, Amora! Jangan nagis terus! Kamu buran mandi, gih!” serunya, untuk diri sendiri dengan suara yang terisak. Sejak dulu, Amora memang memiliki kebiasaan berbicara dengan dirinya sendiri, dan itu pun tidak ia ucapkan dalam hati. Tapi, seperti berbicara dengan orang lain. mungkin, orang yang beru pertama kali mengenal Amora, akan menganggap bahwa dirinya memiliki kelainan jiwa. Padahal… ya, bisa saja disebut demikian jiwanya sedang sakit akibat hantaman hidup tak adil yang menerpa dirinya selama beberapa tahun terakhir ini.

Di mulai dari menyaksikan pertengkaran kedua orangtuanya. Melihat sang ayah yang berkianat, sampai kematian sang ibu. Itu pun juga masih belum berakhir. jika saja sudah… tak mungkin dia akan minggat dari rumah seperti ini.

Selesai mandi, Amora mencoba menyalakan ponsel yang dia cas sejak siang tadi, karena telah kehabisan batrei selama di dipejalanan sejak kemarin lusa.

Banyak chat dan panggilan tak terjawab yang masuk. Tapi, semua itu berasal dari teman dan sahabatnya saja. berharap sang ayah menghubungi dirinya, karena bagaimana pun, dia adalah anak semata wayang dan juga perempuan. Apakah tidak merasa khawatir setelah tiga hari lamanya dirinya tak pulang dan tak memberinya kabar sama sekali?

Ternyata, hasilnya…. Amora harus kecewa. Bahkan, Gio sang pacar juga tak ada chat dirinya sama sekali. Dalam keadaan seperti ini, ia sadar, hanya ada Rista saja, sahabat yang paling setia dengan dirinya. Bahkan, kemarin saat mengetahui bahwa dirinya pergi ke ibukota langsung mentransfer sejumblah uang yang tidak bisa disebut sedikit. Hanya saja, uang sejuta, jika untuk hidup di ibukota yang terkenal serba mahal, dan kencingpun bayar… ya, setidaknya bisa lah membantu untuk bertahan hidup. Daripada sama sekali. Bahkan, Tuhan sepertinya juga telah banyak membantu dirinya dengan mendapatkan kamar kos yang sangat murah, dengan fasilitas dan tempat yang indah. Amora berani bertaruh, di tempat lain pasti harganya busa mencapai satu juta setengah perbulannya. Karena, tadi di tempat-tempat yang terbilang kumuh ia datangi harganya juga sekitar tujuh hingga sembilan ratus. Tempat juga sangat tak layak.

***

“Mas, kamu mau ngapain buka kontak chatnya Amora? Kamu mau chat dia, dan menanyakan keberadaannya?” tanya Rola yang tiba-tiba saja berdiri di belakang pak Hardi yang tengah duduk sambil menscroll chatingan bersama putrinya dulu.

“Ini sudah tiga hari dia tidak pulang, Sayang. Bagaimana pun juga, aku ini adalah orangtuanya, jika sampai terjadi apa-apa dengannya di luar… tetap aku yang akan bertanggungjawab,” jawab Hardi dengan lesu. Tak dipungkiri, naluri sebagai ayah, kini telah mulai muncul rasa bersalah dan menyesal. Ingin chat putrinya juga tak berani karena semua akun media sosialnya telah disadap oleh istri barunya ini. Jadi, karena tak ingin ribut dan bertengkar, ia harus menahan rasa kangen dan ingin tahu kabar serta keberadaan anaknya.

Rola memutar kedua bola matanya sambil melipat tangan di depan dada, sebagai ekspresi kekesalan dan juga kejengkelan dirinya terhadap sang suami yang tak juga mau mengerti. “Mas! Sudah berapa kali, sih aku katakana sama kamu? Selama kamu terus memanjakan dirinya, dia tak akan mengerti, kau tahu sendiri bagaimana dia mengataiku sebagai wanita jalang dan intip neraka? Bahkan tidak hanya aku yang bilang, bibi dan beberapa warga yang turut menyaksikan juga berkata benar, kan ketika kau tanya?

Buatlah dia yang datang dan memohon padamu untuk diterima kembali di sini, dengan sarat dia harus mau dan bisa menerima serta menghormatiku sebagai ibu tiri.

Atau, kau memang yang sudah pudar rasa cintamu padaku? Sehingga kau abaikan perasaanku yang hancur karena dilawan dan tak dihargai oleh anak tiri, yang kucoba dekati dan akan kunggap seperti putri kandungku sendiri?” tanya Rolla dan mulai bersandiwara dengan iar mata buaya itu.

Melihat Rola menangis, pak Hardi mulai tak tega. Tapi, ia juga masih memiliki sisi kemanusiaan. Bagaimanapun, hubungan antara suami dan istri masih ada sertifikatnya dan bisa bercerai. Sementara dia dengan Amora, sejauh mana pun ia coba pergi dan berlari, tak akan dapat memutuskan hubungan darah. Karena, orangtua dan anak itu tak ada sertifikatnya.

“Rolla… kamu mengertilah aku. aku memang berkewajiban mendidik dan memberikan Amora pelajaran. Tapi, juga tidak harus seperti ini. Ya, kalau Amora mau kembali. Dia itu adalah anak yang keras kepala, dan tak sembarangan bertindak. Tapi, sekali bertindak…. “ pak Hardi diam, tak melajutkan kalimatnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Dalam kondisi hamil tua, mobilku ditabrak truk secara sengaja. Saat sekarat, aku menghubungi suamiku, Kian, namun ia justru mengabaikanku demi keluhan sakit kepala Florence. Pengkhianatan itu berujung tragis: bayi kami tewas dan kakakku kehilangan karier pianisnya selamanya. Kini, duka berubah menjadi amarah yang membara. Kian menganggap kami sampah, namun ia tak sadar bahwa kami akan bangkit dari kehancuran ini untuk menuntut balas atas semua penderitaan kami.
Sampul Novel Duda Kuat
9.7
Dalam setahun, Satria telah menikah tujuh kali, namun semua istrinya meminta cerai. Mereka tidak sanggup menghadapi stamina ranjang Satria yang luar biasa, di mana ia menuntut pelayanan tujuh kali sehari. Fenomena aneh ini membuat Satria bertanya-tanya tentang kondisinya. Apakah kekuatan fisik yang berlebihan ini merupakan efek samping dari obat misterius pemberian almarhum kakeknya saat ia masih sekolah? Sekuel dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Sampul Novel Gairah Panas Tuan Arion
9.5
Arion Harold dikenal sebagai casanova dingin yang menyembunyikan perasaan mendalam pada sekretaris pribadinya, Emily. Meski sering bersikap ketus, sebuah malam penuh gairah akhirnya mengungkap emosi terpendam mereka. Namun, hubungan sahabat masa kecil ini hancur seketika akibat situasi tak terduga. Emily yang terluka memilih menjauh demi melindungi hatinya. Mampukah Arion memenangkan kembali cinta Emily, ataukah pesonanya tak lagi cukup untuk memperbaiki keretakan itu?
Sampul Novel Janda Lugu
8.4
Terlilit hutang akibat ditipu, Arka melarikan diri ke kampung halaman untuk menghindari kejaran rentenir. Di sana, ibunya justru menjodohkannya dengan Nilam, janda kaya raya. Arka pun berniat menikahi Nilam demi menguras hartanya. Namun, ketulusan Nilam perlahan meluluhkan hati Arka hingga ia menyesali niat busuknya. Saat rahasia terbongkar, Nilam yang kecewa justru meminta pernikahan formalitas belaka. Mengapa sosok yang semula lugu itu berubah drastis?
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dalam kondisi mengenaskan setelah tubuhnya dipinjamkan kepada Elizabeth, hantu istri dosennya sendiri, Daniel Danuarja. Tanpa diduga, Elizabeth justru memanfaatkan raga Jelita untuk berhubungan intim dengan sang suami hingga Jelita kehilangan kesuciannya. Saat kesadarannya kembali, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir lenyap. Di tengah kemarahan akibat dikhianati, Jelita kini terjebak dalam skandal rumit bersama Daniel.
Sampul Novel Menikahi Suami Sahabatku
8.0
Azriya Aurora terpaksa menikahi Gavriel Erlando demi memenuhi wasiat Kartika, sahabatnya yang telah tiada. Selain mengasuh dua putra sambung yang membencinya karena tuduhan pembunuhan, ia harus menghadapi mertua yang licik. Setelah terusir akibat fitnah kejam, Azriya menyadari adanya keterlibatan kakak iparnya dalam konspirasi ini. Di tengah misteri gelap Keluarga Erlando, mampukah Azriya bertahan, ataukah ia akan menyerah pada nasib rumah tangganya?