APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Twin's

Twin's

Demi biaya medis ibunya, Laura menjadi ibu pengganti bagi Mario, seorang CEO kaya. Meski jatuh hati, ia sadar posisinya hanya sementara. Saat persalinan tiba, Laura menyerahkan satu bayi kembar mereka kepada Mario dan membawa lari kembarannya untuk menjauh selamanya. Bertahun-tahun kemudian, rahasia besar ini mulai terkuak saat putri kembar mereka, Yusra dan Yumna, tumbuh dewasa dan menghadapi berbagai konflik rumit yang menguji takdir keluarga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dinginnya malam tak menyurutkan langkah Laura, menyusuri lorong rumah sakit, takut? Tentu saja tidak, tidak akan ada setan yang membunuh manusia dan berakhir kini dia berada di taman rumah sakit. Laura menghela nafas pelan, dan memejamkan matanya berharap ini bukan mimpi.

Saat membuka mata, Laura menatap bulan purnama dan bintang-bintang di langit. Dia selalu ingat kenangan masa kecil bersama sang adik yang sudah lebih dulu menghadap sang pencipta. Begitupun sang ayah yang telah pergi meninggalkan dirinya, dan juga sang ibu.

"Apa kalian bahagia di sana?" gumamnya lirih, tanpa tahu malunya air mata Laura meluncur bebas. Dan lama-lama menjadi sebuah isak tangis. 

"Aku gak bisa, aku gak kuat. Ayah bawa aku...bawa aku." Lirih Laura.

Tanpa sepengetahuan Laura dari jauh Mario memperhatikan Laura, dengan ekspresi yang sulit diartikan. Seperti terhipnotis dengan sendirinya, Mario melangkahkan kakinya untuk mendekat kearah Laura.

"Kenapa menangis?" tanya Mario, membuat Laura terlonjak kaget.

"Bukan urusanmu." Ketus Laura.

"Kepo banget nih, orang,"  batin Laura, melirik dengan tajam.

Hening kemudian suasana yang tercipta, mereka saling diam menatap lurus ke depan dengan pikiran masing-masing.

Laura menoleh kepada Mario, dan memandangnya dari bawah ke atas.

"Pasti kaya, apa aku pinjam saja kepadanya?" batin Laura.

"Kenapa melihatku seperti itu?" Mario mengangkat sebelah alisnya, Laura sangat malu karena ketahuan telah mencuri pandang pada Mario.

Kemudian Laura memalingkan wajahnya. Langkah kaki seseorang membuat Laura menoleh ke belakang dan datanglah seorang perawat laki-laki dengan tergesa.

"Maaf nona, ibu anda..."

Sebelum melanjutkan ucap perawat tersebut, Laura sudah beranjak dari duduknya dan berlari ke ruang perawatan sang ibu. Sesampainya di sana Laura melihat ibunya kejang-kejang dan merintih, tim medis sedang menangani ibunya.

Laura pun menunggu di luar, bersama Mario. Entah kenapa Mario malah mengikuti langkah Laura. Beberapa menit kemudian Dokter pun keluar.

"Nona, ibu anda harus segera di operasi jika tidak itu akan membahayakan nyawanya." Jelas Dokter.

"Jika sudah melakukan pembayaran, malam ini kami akan melakukan operasi pengangkatan kista yang sudah menyebar." Terang dokter lagi.

Laura menghela nafasnya secara kasar. "Lakukanlah, Dok." Lirih Laura.

Dokter mengangguk, dan pergi dari hadapan Laura. Laura menoleh kepada Mario dan Mario mengangkat sebelah alisnya. 

"Apa?" tanya Mario.

"Bolehkah saya meminjam, uang anda tuan." Cicit Laura.

Mario menautkan kedua alisnya, kemudian munculah sebuah ide. 

"Baiklah, aku akan meminjamkanmu. Tapi ada syaratnya." Ucap Mario datar.

"Syarat." Gumam Laura, dan Mario mengangguk.

"Besok kita akan membicarakannya, dan malam ini aku akan melunasi biaya ibumu sampai dia sembuh." Tutur Mario.

Tanpa pikir panjang, Laura menyanggupi permintaan Mario. Tanpa tau apa syaratnya yang penting sang ibu sembuh. Laura mengikuti langkah Mario menuju loket administrasi, dan membayar lunas semua biaya ibunya Laura.

"Ini sudah lunas, ibumu bisa segera dioperasi sekarang." Mario menyodorkan bukti transaksi, yang nominalnya tidak sedikit.

"Terima kasih tuan," ucap Laura tulus.

"Kalo begitu saya permisi, besok bertemu lagi di sini."

Laura hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian Mario pergi melenggang meninggalkan Laura kembali ke ruangan sang istri

Beberapa menit kemudian, ibu Laura sudah masuk ke dalam ruangan operasi. Dan Laura dengan setia menunggu sang ibu di depan ruang operasi.

***

Ruang perawatan Dania

Mario membuka pintu ruang rawat sang istri, dia melihat Dania yang sedang melamun menatap langit-langit, tanpa menoleh kepada Mario.

"Kenapa belum tidur?" tanya Mario, sambil mengelus rambut panjang Dania. Yang selalu Mario sukai.

"Aku gak bisa tidur, tidur membuatku pusing dan selalu memimpikan anak kita." Lirih Dania.

Mario naik ke tempat tidur Dania, setelah Dania menggeser badannya untuk Mario naik. Mario menarik Dania kedalam pelukannya.

"Sudah jangan dipikirkan, nanti kita akan mendapat gantinya."

Dania mendelik pada Mario, tak suka akan ucapan sanh suami.

"Ganti dari mana? Sedangkan aku tidak bisa hamil lagi, rahimku sudah tidak ada." Bentak Dania.

"Ssttt...tenanglah sayang," Mario berusaha menenangkan Dania. "sekarang kamu tidur, sudah larut dan jangan pikirkan apapun." Perintah Mario dengan tegas, dan Mario pun mengusap punggung Dania membuat Dania terlelap di dalam dekapan Mario.

"Kamu jangan khawatir, sayang kita bisa mendapatkan anak," batin Mario, kemudian Mario pun ikut terlelap.

***

Keesokan paginya Laura terbangun, di samping sang ibu. Setelah melakukan operasi beberapa jam dan dia baru bisa tidur pada waktu dini hari dan sekarang waktu menunjukan pukul enam pagi. Laura memijit pelipisnya yang terasa pusing karena tidur sebentar. Dia melihat ibunya yang belum juga sadar akibat pengaruh obat bius.

Penyakit kista yang sudah parah, karena dibiarkan membuatnya mengalami komplikasi kista ovarium. Karena terkendalanya biaya nyonya Anjani membiarkan penyakitnya, dan bekerja untuk membantu sang anak yang hasil nya tidak seberapa, nyonya Anjani sering menyembunyikan jika dia sedang kesakitan.

Laura tersenyum dan mengusap pucuk kepala sang ibu.

"Ibu pasti sembuh." Gumamnya.

"Ibu, Laura pulang dulu yah! Nanti kesini lagi." Pamitnya, dan mencium kening nyonya Anjani, dan mencium punggung tangannya.

Laura keluar dari ruangan, dan menemui perawat dia akan menitipkan ibunya kepada perawat yang jaga. Dan harus segera menelpon jika ibunya sadar.

Pada saat akan menuju lobby, Laura melihat Mario sedang berbicara dengan seseorang dan kebetulan Mario melihatnya, Mario menunjuk Laura. Membuat Laura mengerutkan keningnya.

Setelah itu dia melihat Mario, masuk kedalam mobil dan berlalu begitu saja. Laki-laki yang bersama Mario menghampirinya.

"Selamat pagi, nona saya asisten pribadi tuan Mario. Saya ditugaskan untuk memberikan syarat yang tuan Mario ajukan." Jelasnya panjang lebar.

"Perkenalkan nama saya Jimi."

Laura menyambut uluran tangan, Jimi. "Laura."

"Mari ikut saya, kita akan membicarakan ini di kantin rumah sakit."

Jimi melangkah terlebih dulu, dan Laura mengekor di belakangnya.

"Ini adalah syarat yang tuan Mario ajukan," Jimi memberikan sebuah map berwarna biru, dan Laura membaca isi surat itu.

Laura membulatkan matanya, tidak percaya. "Menyewakan rahimnya, untuk mengandung." Gumannya.

"Apa, tidak ada syarat lain?" cicit Laura.

"Jika tidak bersedia, anda harus mengganti semua biaya yang tuan Mario keluarkan." Jelas Jimi datar.

Laura menghembuskan nafasnya secara kasar, tidak ada pilihan lain dia harus menerima syarat ini. Dari pada harus membayarnya, memang uang dari mana dia?

"Baiklah saya menerimanya," jawabnya pasrah.

Jimi mengangguk sebagai jawaban. "Besok saya akan menjemput anda, di sini. Kalo begitu saya permisi." Ucap Jimi, dan pergi meninggalkan Laura.

Laura memijat keningnya, yang semakin pusing apakah dia bisa melakukannya.

"Aku pasti bisa, hanya selama sembilan bulan ini." Semangatnya pada diri sendiri.

Saat sedang melamun, Laura di kejutkan dengan ponselnya yang berdering Mimi teman kerjanya yang menelpon.

"Halo, Mimi." Laura mendengarkan ucapan Mimi.

"Iya aku akan masuk, sebentar lagi mungkin." Jawabnya dengan ragu, setelah berpamitan Mimi memutuskan sambungannya lebih dulu.

Laura beranjak dari, duduk nya dia akan pulang dan bekerja kemarin dia sudah meminta izin hanya sehari. Bos nya begitu pelit dalam urusan memberi izin libur, Laura berdecak kesal.

Bersambung ..

Maaf typo

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
8.9
Pamela nekat menyatakan cinta pada Zero, sahabat posesifnya, namun malah dihina dan ditinggalkan. Saat trauma itu sembuh berkat kasih sayang Tirta, Zero mendadak muncul kembali untuk mengacaukan rencana pernikahan mereka. Meski ada gangguan dari mantan kekasih Tirta, Zero tetap menjadi ancaman utama. Dengan segala kegilaan dan kekuasaannya, putra konglomerat itu berusaha menjerat kebebasan Pamela serta menghancurkan kebahagiaan yang baru ia bangun.
Sampul Novel Derita Seorang Gadis Desa
9.4
Alya, gadis yatim piatu lulusan SMP, nekat merantau ke kota demi membiayai neneknya yang sakit. Nasib membawanya bekerja di kediaman Ibu Ratna yang baik hati. Namun, hidupnya hancur saat Arka, putra majikannya, pulang dan merenggut kehormatannya secara paksa. Bukannya bertanggung jawab, Arka justru menghina dan mengusir Alya dengan kejam. Di tengah luka batin yang mendalam, Alya harus berjuang bangkit menghadapi kenyataan pahit demi kelangsungan hidupnya.
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
8.7
Olivia menyusuri jalanan dengan lelah, menggenggam map lamaran kerja sambil berharap ada lowongan bagi dirinya. Saat ia bertanya pada satpam, perhatian teralih oleh kedatangan Alexander Drake, pengusaha berwibawa yang turun dari mobil mewahnya. Pertemuan singkat itu menciptakan ketegangan saat mata mereka beradu. Meski Olivia merasa rendah diri dan Alexander bersikap dingin, ketertarikan mulai muncul. Tanpa disadari, momen di gerbang kantor itu akan mengubah hidup Olivia selamanya.
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian
8.6
Intan Malika, yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan, harus menelan pahitnya dikhianati oleh Zayn Alarik. Saat Intan hamil, Zayn menolak bertanggung jawab dan justru pergi ke luar negeri. Bertahun-tahun berlalu, Intan bangkit menjadi sosok sukses berjuluk Ratu Berlian. Kini ia kembali untuk membalas dendam pada keluarga Pradipta. Namun, kehadiran putra mereka yang merindukan sosok ayah membuat Intan bimbang antara dendam atau memaafkan masa lalu.
Sampul Novel Ketika Keabadian Runtuh: Kenyataan Pahit Cinta
9.7
Baskara Aditama adalah suami miliarder yang sempurna hingga masa lalunya kembali membawa seorang putra yang sakit. Saat anak itu kritis, Baskara mengabaikan luka parahku demi menyelamatkannya. Aku kehilangan calon bayi kami dalam kesendirian tanpa kehadirannya. Saat ia kembali memohon agar aku menyetujui pernikahan palsunya dengan sang mantan demi keinginan terakhir putranya, aku melihat tanda cinta wanita lain di lehernya. Di tengah duka, aku pun menyetujuinya.
Sampul Novel Mantan Suami yang Gigih: Tetaplah Bersamaku
9.0
Linsey tak menyangka pertemuan pertama dengan suaminya, Bryson, setelah tiga tahun menikah justru terjadi dalam situasi memalukan. Bryson bahkan tak mengenalinya dan menganggapnya wanita rendah. Pasca cerai, takdir mempertemukan mereka kembali saat Linsey bekerja sebagai penasihat hukum di kantor Bryson. Kini, Bryson yang jatuh cinta memohon Linsey tetap tinggal. Akankah Bryson mampu membuang harga dirinya demi mengejar cinta Linsey yang dulu ia sia-siakan?