APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Kedua Tuan Marcello

Wanita Kedua Tuan Marcello

Raya terpaksa menjadi wanita kedua bagi Tuan Marcello setelah sebuah insiden tragis merenggut kesuciannya. Meski ingin melupakan kejadian itu, ia justru hamil dan diusir oleh keluarganya. Raya akhirnya mencari Marcello dan dinikahi secara rahasia tepat di hari pernikahan pria itu dengan Celina. Di tengah konflik batin dan status yang tersembunyi, benih cinta mulai tumbuh. Mampukah Raya menggeser posisi istri sah dan menjadi satu-satunya wanita di hati Marcello?
Bab
Bagikan

Bab 2

Raya mengerjapkan kedua matanya berulang kali. Rasa sakit di sekujur tubuhnya membuat wanita muda itu meringis menahan sakit.

"Di-di mana aku?" Raya bergumam setengah sadar.

Memegangi kepalanya yang terasa pusing, wanita itu berusaha untuk bangkit. Dengan wajah pucat dan rambut acak-acakkan.

"Auwh ... sa-sakit sekali." Raya semakin meringis kesakitan, begitu merasakan nyeri di bagian inti tubuhnya.

"A-apa yang terjadi?"

Dalam sekejap mata, ingatan wanita itu kembali terlempar pada kejadian beberapa jam yang lalu.

"Itu pasti hanya mimpi! hanya mimpi!"

Dengan tangan gemetar, Raya mencoba memeriksa keadaan tubuhnya di bawah selimut.

Mata gadis itu terbelalak lebar, tubuhnya bergetar hebat. Keringat dingin langsung membasahi tubuh, manakala mendapati dirinya tidak mengenakan selembar benang pun. Tubuh polosnya hanya di tutupi selimut.

"Ti-tidak! Itu tidak mungkin!" Raya meracau tidak karuan. Berusaha menampik ingatan kelam yang membayang di matanya, namun sayang semua itu terpampang nyata di depannya.

Raya lantas menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Namun wanita itu justru berteriak histeris, begitu melihat sosok pria yang tertidur di sampingnya tanpa mengenakan busana.

"Arrgh!"

Teriakan yang begitu keras, memaksa Marcel untuk bangun karena saking terkejut.

Pria itu memijit kepalanya yang terasa pening, masih dengan mata terpejam, belum sepenuhnya menyadari dengan apa yang terjadi.

Samar-samar terdengar suara isak tangis.

Marcel perlahan membuka kedua matanya. Tidak kalah terkejut ketika mendapati dirinya tidak mengenakan selembar benang pun.

"Bajingan! Manusia biadab! Manusia iblis!"

Umpatan kemarahan yang terdengar begitu dekat di telinganya, membuat Marcel reflek menoleh. Kini dirinya yang ganti mengumpat, begitu tatapan matanya bertemu dengan Raya, yang menatapnya dengan penuh kebencian dan kemarahan.

"Siapa kau? Mengapa bisa ada di kamar ini?" tanya Marcel masih bingung.

Di sudut ruangan, wanita itu meringkuk ketakutan seraya memeluk kedua lututnya. Tubuh gemetar dengan air mata yang terus mengalir.

Marcel lantas bergegas turun dari atas tempat tidur. Pria itu memungut pakaiannya yang tercecer di lantai, kemudian memakainya dengan cepat.

Ekor matanya melirik ke atas tempat tidur. Ceceran darah di atas sprei memaksanya mengingat dengan cepat peristiwa yang telah terjadi antara dirinya dan gadis asing itu.

"Shit! Apa yang sudah aku lakukan?!" Marcel kembali mengumpat. Pria itu memejamkan matanya sambil menengadah--menyesali semua perbuatannya kepada gadis itu. Namun, pria itu juga bingung mengapa dirinya sampai tak bisa mengendalikan diri?

Membuang nafas dengan kasar, Marcel tidak tau apa yang harus di lakukannya pada gadis yang menangis ketakutan di sudut kamar.

Hanya saja, pria itu semakin dirundung rasa bersalah.

Marcel pun memberanikan diri untuk menghampiri perempuan yang sedang terluka.

Namun, Raya langsung bangkit. Perempuan itu meremas selimut yang membungkus tubuhnya dengan sangat kuat. "Jangan mendekat! Jangan mendekat bajingan!"

Tubuh ringkih itu terlihat gemetar.

"Hei, tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Kau bisa mempercayai ucapanku, jangan takut," bujuk Marcel dengan pelan.

Namun, Raya tetap diam. Bagaimana perempuan itu dapat mempercayai ucapannya? Sedang dirinya lah yang membuat hidup wanita itu hancur!

"Iblis! Pergi dari hadapanku! Pergi!" teriak Raya semakin histeris.

Pria yang terkenal kejam dan dingin itu mematung. Untuk pertama kali dalam hidupnya, seorang perempuan dapat membuatnya merasa bersalah begitu hebat. Dia pun tak tahu apa yang harus dilakukan.

Marcel mengerang frustasi. Otaknya tiba-tiba saja buntu--tidak menemukan cara untuk menenangkan gadis itu. Apakah dia harus memaksanya?

Namun, alih-alih memaksa gadis itu, Marcel justru akhirnya mengucap maaf. "A-aku minta ma-maaf."

Hanya saja, suara pria itu seperti tercekik di tenggorokan.

Raya pun terdiam, sebelum akhirnya membanting piring makanan di atas meja yang tak jauh dari tempatnya berdiri.Prang!

"Aku tidak akan memaafkanmu bajingan! Aku tidak akan pernah memaafkanmu!"

Wanita itu bahkan nekad mengambil pecahan piring tersebut, lalu mengarahkannya kepada Marcel yang terus merangsek maju ke arahnya.

"Jangan coba-coba untuk mendekat! Atau aku akan membunuhmu!" jerit Raya dengan penuh amarah.

"Tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya tidak ingin kau semakin terluka, kita bisa membicarakan masalah ini baik-baik. Aku janji, aku akan mengabulkan apa pun yang kau minta." Marcel kembali membujuk dengan segenap daya dan upaya untuk menenangkan gadis itu.

"Aku ingin kau mati! Apa kau bisa mengabulkannya, bajingan?!"

Raya menatap nyalang ke arah Marcel. Seperti ingin mencabik-cabik, tubuh pria yang telah menorehkan luka di hatinya.

Namun, dengan mudah Marcel mengindari setiap serangannya.

"Hentikan! Kau akan melukai tanganmu sendiri!" Pria itu justru khawatir jika wanita yang sedang mengamuk itu malah akan melukai tangannya sendiri.

"Apa pedulimu?"

Emosi Raya semakin menjadi-jadi. Namun, dalam satu kesempatan Marcel berhasil menangkap tangannya, serta dengan cepat membuang pecahan piring di tangan wanita itu.

Dengan satu gerakan, Marcel bahkan membawa tubuh Raya ke dalam pelukannya.

"Ssstt, tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Aku tidak akan menyakitimu," lirih Marcel. Tangannya bergerak mengusap-usap punggung Raya dengan lembut.

"Lepas bajingan! Lepas!"

Raya terus memberontak, memukul dada Marcel sekuat tenaga, berulang kali. Bahkan gadis itu nekat menggigit bahu pria itu dengan sangat kuat.

Namun, Marcel masih berdiri kokoh. Tidak bergeser dari tempatnya sama sekali.

Justru, pria itu semakin erat memeluk tubuh Raya. Membelai kepala wanita itu dengan lembut. Tidak henti mengusap punggung wanita itu. Entah apa yang terjadi pada dirinya, Marcel pun tak tahu. Yang jelas, saat ini pria itu ingin sekali menenangkan Raya.

"Hidupku sudah hancur. Masa depanku sudah hilang. Mengapa kau tidak membunuhku sekalian?"

Tangis Raya kembali pecah. Wanita itu sudah tidak mengamuk lagi. Tubuhnya lemah di dalam pelukan Marcel.

Marcel memejamkan mata mendengar lirihan gadis itu. Dia membiarkan segala emosi perempuan itu tercurah dalam pelukannya.

"Aku membencimu! Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Aku tidak a—"

Tiba-tiba Raya terkulai lemas sebelum dapat menyelesaikan ucapannya.

Menyadari itu, Marcel lantas terkejut. Dicobanya untuk membangunkan Raya dengan wajah panik.

Barulah, pria itu tersadar begitu tangannya tak sengaja menyentuh dahi Raya. Tubuh gadis itu terasa begitu panas dan wajahnya terlihat pucat!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset berharga peninggalan sang ibu dari kebangkrutan total akibat utang miliaran, Alexa terpaksa menghadapi tawaran gila Damian. Pria arogan yang membenci wanita itu menuntut seorang anak sebagai syarat bantuan finansialnya. Meskipun saling membenci, Damian tidak bisa menepis obsesi gelapnya pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala harus terjebak dalam dinamika panas bersama pria temperamental tersebut. Akankah hubungan penuh paksaan ini berakhir sesuai rencana?
Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
Rafael Aditya Syahreza, CEO yang kerap bergonta-ganti pasangan, menjerat Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Ternyata, Vanessa adalah kekasih Adrian, adik kandungnya sendiri. Rafael memanfaatkan situasi ini demi kepuasan nafsu sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari adiknya? Bagaimana nasib Vanessa saat menyadari dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit tersebut?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.