APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO

Kehidupan Diandra berubah drastis saat Gemilang Aditama, CEO di kantornya, mendadak mengklaim dirinya secara sepihak. Awalnya terasa seperti romansa biasa, namun kenyataan pahit terungkap bahwa pria itu ternyata sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kini Diandra terjebak dalam dilema moral yang pelik. Haruskah ia tetap bertahan menjadi wanita simpanan atau melepaskan diri dari jerat asmara terlarang sang bos yang penuh risiko bagi masa depannya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Saat ini aku masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang terbengkalai karena seminggu kemarin aku harus pulang kampung untuk menjenguk ayah. Darah tingginya ayah kambuh sehingga membuat ayah drop sampai harus masuk rumah sakit. Pasti kalian bertanya-tanya kenapa aku harus pulang sedangkan pasti ada ibu yang akan merawat ayah, jadi seharusnya aku cuma kirim uang saja. Tapi pikiran kalian salah aku adalah anak piatu, ya ibuku meninggal saat aku duduk di bangku kelas XI SMA. Sedangkan saat itu kedua adikku masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Perkenalkan namaku Diandra Arunia lulusan sarjana ekonomi satu tahun lalu. Alhamdulillah saat itu aku langsung mendapat pekerjaan di perusahaan ADITAMA'S GRUP, meskipun aku masih fresh graduation. Memang jabatan yang sedang aku duduki hanya staf biasa di bagian Marketing, tapi aku sudah sangat bersyukur.

Tak terasa sudah satu tahun aku bekerja disini, sedangkan sudah lima tahun aku harus merantau di kota Jakarta ini. Selama empat tahun kemarin aku harus berjauhan dengan keluarga tanpa pulang meski hari raya. Aku harus mengirit pengeluaran untuk biaya kuliah dan kebutuhan selama aku kuliah. Aku memang memiliki pekerjaan part time disalah satu cafe milik salah satu sahabatku. Selama empat tahun itu, aku harus selalu menghemat pengeluaran agar tak menyusahkan ayah untuk membayar biaya kuliah.

Hingga tahun kemarin aku dinyatakan lulus dengan nilai cumlaude dan mendapat rekomendasi untuk bekerja di perusahaan ini. Alhamdulillah meskipun hanya staf biasa gaji yang diberikan oleh ADITAMA'S GRUP sangat mencukupi kebutuhanku maupun sekolah adik-adik di kampung. Dengan gaji ini aku tak perlu lagi menahan rindu untuk bertemu ayah dan adik-adikku. Meskipun hanya staf biasa, tapi di ADITAMA'S GRUP gaji yang diberikan perusahaan terbilang fantastis.

****

Sudah jam 21.00 WIB tapi aku masih berada di kantor, ini karena pekerjaanku masih sangat banyak. Pekerjaan seminggu ini harus aku selesaikan dalam tiga hari kedepan karena ini sudah akhir bulan jadi semua harus selesai tepat waktu. Jika dibilang lelah tentu saja aku merasa sangat lelah, kerja apa yang tidak lelah semua pekerjaan melelahkan. Apa lagi aku hanya staf biasa dan masih junior lagi, jadi pekerjaanku sangat banyak. Sudah biasa jika junior juga dilimpahkan tugas senior, bisa dibilang senioritas dalam dunia kerja sudah lumrah dilakukan meski pembullyan bukan dalam bentuk fisik tapi lebih pada psikis dan pekerjaan.

Aku memijat tengkukku karena pegal, tak terasa jam sudah menunjukkan angka tengah malam mungkin ini yang membuat mataku sudah sangat panas juga mengantuk. Akhirnya aku menyudahi pekerjaan yang melelahkan ini dan bersiap-siap untuk kembali ke kos, tempat ternyaman setelah rumahku dikampung. Tempat ini yang telah menjadi saksi bisu suka duka. Aku memilih tempat itu karena memang biaya sewanya tergolong murah meski agak jauh dari kampus. Tapi Alhamdulillah dengan perusahaan sangat dekat, jarak yang harus aku tempuh hanya sekitar sepuluh menit.

Setelah dirasa aku sudah mematikan komputer dan memasukkan barang pada tas jinjing yang memang satu-satunya yang aku miliki. Aku memutuskan untuk meninggalkan ruangan yang menjadi tempat staf marketing beraksi. Aku menuju lift yang akan membawaku menuju tempat parkir karyawan yang sedang menaungi Caca. Caca ini yang sudah menemani perjalananku selama lima tahun ini, memang bisa dibilang motor butut dan sering mogok ditengah jalan, tapi aku sangat sayang pada Caca.

Aku memasuki lift seorang diri, memang hanya segelintir orang yang memutuskan untuk lembur di akhir bulan. Sehingga suasana sekarang terasa sangat mencekam dan terkesan horor. Aku menekan tombol turun, tapi sebelum lift itu tertutup seorang pria berjas hitam menahan lift yang akan tertutup sehingga sekarang hanya ada kita berdua didalam lift ini. Aku mengamati pria ini dengan style kemeja, celana dan jas yang dia gunakan aku sudah bisa menebak jika pria ini merupakan orang yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan ini.

Aku mengambil jarang agar sedikit menjauh dari pria ini. Entah kenapa sekarang aku malah ketakutan. Aura yang dipancarkan oleh pria ini sangat pekat. Hanya dengan melihat dia sekilas, aku sangat tau jika pria ini sangat dingin dan akan berlaku kejam jika di usik.

Awalnya jarak kami memang berjauhan, aku dipojok sedangkan laki-laki itu tepat didepan tombol lift. Aku tak berani mendongak lagi meskipun hanya untuk mencuri pandang pria ini. Entah kenapa lift sekarang terasa sangat lambat, tapi tidak mungkin jika lift melambat mungkin ini terjadi karena aku ketakutan.

Aku sangat terkejut saat pria tadi sudah berada di dekatku, aku yang dari tadi menunduk seketika mendongak.

"Maaf Tuan, ada apa." Aku memanggilnya begitu karena takut orang ini merupakan orang penting di perusaahan, aku tidak ingin hanya karena aku salah memanggil sebutan untuk orang yang punya jabatan tinggi nantinya akan membuat aku dipecat dari perusahaan ini, ada banyak kehidupan yang sekarang aku tanggung.

Pria yang ada didekatku tidak menjawab pertanyaanku sama sekali, tapi yang dilakukan dia sekarang malah memandangku dari atas sampai bawah. Aku yang dilihat seperti itu merasa risih, aku memang hanya mengenakan kemeja putih dengan rok span di atas lutut dengan dilapisi sweater karena aku pikir pasti diluar sana akan sangat dingin.

"Sangat cantik sesuai ekspektasi." Ucap dia setelah memandangku. Hal ini membuat aku bertanya-tanya apa maksudnya dia mengatakan itu.

"Maaf apa yang Tuan katakan barusan?" Sekarang yang dia lakukan malah membuat bulu kudukku merinding. Dia membelai rambutku yang menjuntai menutupi kening.

"Kamu sangat cantik." Hanya itu yang keluar dari mulut dia. Kenapa selalu ada kata cantik yang dia ucapkan.

Lift sudah berhenti dan terbuka aku merasa sangat lega. Akhirnya aku bisa lepas dan menjauh dari pria ini, aku sangat ketakutan. Tapi apa yang dia lakukan membuatku tercengang, dia menarikku kearah parkiran jajaran eksekutif perusaahan ini.

"Maaf Tuan tolong lepaskan saya, saya ingin pulang." Dia tidak mendengar perkataanku. Aku sudah mencoba memberontak tapi tenagaku tidak sebanding dengan tenaga pria itu, sampai pergelangan tanganku sangat sakit. Aku sangat yakin nantinya bekas cengkraman ini akan membuat pergelangan tanganku memerah.

Dia tidak mendengarkan jeritanku, sekarang aku dilempar ke jok mobil bagian tengah dan dia menggunakan dasi untuk mengikat tanganku. Aku hanya bisa berteriak minta tolong, tapi hal ini hanya sia-sia belaka karena parkiran ini bahkan hanya terisi dengan mobil ini.

"Tenang saja cantik kamu akan suka!!!!" Apa yang dimaksud dia dengan aku akan suka. Pikiranku buntu untuk mencerna ucapan dia. Yang ada di otakku sekarang hanya bagaimana caranya aku bisa lepas dari pria ini.

Dia memberhentikan mobil BMW Pajero di parkiran salah satu apartemen, yang aku tau ini merupakan apartemen mewah dikawasan Sudirman. Karena memang beberapa kali aku pernah memasuki apartemen ini dulu sewaktu masih kerja part time sebagai kurir cafe untuk mengantarkan pesanan customer.

Aku melihat dia membuka pintu tempatku duduk. Dia kembali menyeret aku memasuki lift. Aku tak bisa lagi untuk berteriak karena saat ini mulutku sudah disumpal dengan kain. Yang bisa aku lakukan hanya menahan sekuat tenaga melawan dengan kakiku. Tapi sungguh mengejutkan pria ini malah menggendongku seperti karung beras.

Dia berhenti tak lama kemudian.Dia seperti menempelkan tangannya pada alat sensor, dia memasukkan kode hanya dengan sidik jarinya. Dia menurunkan aku setelah pintu kembali tertutup.

Aku mengedarkan pandanganku pada segala penjuru. Tapi sialnya aku malah terpesona melihat interior yang disuguhkan didepan mataku, dengan warna chat didominasi abu-abu dan hitam dengan pencahanyaan emas, sungguh ini sangat menakjubkan.

Tapi aku blank seketika saat ada merasakan kenyal yang saat ini hinggap di bibirku, tapi rasa manis lebih mendominasi yang aku rasakan sekarang. Aku mencoba mendorong kepala ini tapi yang aku dapatkan malah lumatan yang sarat akan nafsu.

Setelah aku kehabisan nafas barulah dia melepaskan bibir beraroma mint itu. Aku menghirup udara dengan rakus, aku kembali mengisi pasukan oksigen dalam paru-paru.

Aku mencoba mendongak untuk melihat wajah yang telah kurang ajar ini. Tapi yang aku dapatkan malah tatapan tajam yang kembali membuatku ketakutan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Kembali Bukan Untuk Cinta
9.8
Pasca menjebak Bara di malam pengantin, Ayla diusir dan mengasingkan diri ke luar negeri. Di sana, ia memulai hidup baru yang mapan dan membesarkan buah hatinya tanpa sepengetahuan sang suami. Namun, takdir memaksa Ayla pulang untuk menghadapi pria yang seharusnya ia benci itu. Kepulangannya membawa misi rahasia yang berisiko menghancurkan reputasinya. Meski dicap sebagai wanita murahan, ia tetap maju demi tujuan yang sangat krusial bagi hidupnya.
Sampul Novel Godaan Ranjang Sang CEO-tamat
8.0
Demi menyelamatkan ayahnya dari kanker paru-paru, Gwen Florine terpaksa menerima tawaran Nicholas Kennedy, mantan kekasih yang meninggalkannya sepuluh tahun silam. Nich bersedia menanggung biaya operasi sebesar lima puluh ribu dolar asalkan Gwen bersedia menikahinya. Gwen setuju, namun dengan syarat pernikahan mereka hanyalah kontrak belaka. Di tengah luka lama yang belum sembuh, mampukah Gwen menjaga hatinya agar tidak kembali terjerat pesona sang CEO?
Sampul Novel Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
8.5
Demi membatalkan pertunangan dengan pria yang tidak setia, Viona menyamar menjadi wanita buruk rupa dan nekat tidur dengan Daniel, paman dari tunangannya sendiri. Setelah malam panas itu berlalu, Daniel yang sangat dihormati di kota justru enggan melepaskannya. Meski rumor tentang kehidupan asmaranya beredar luas, Daniel membuktikan pengabdiannya. Ia bahkan tertangkap kamera bersedia berlutut memasangkan sepatu Viona hanya demi mendapatkan satu kecupan manis.
Sampul Novel Istri Dadakan Presdir
9.0
Salsabila Ayu Hanifa mengadu nasib ke Jakarta demi mengubur masa lalu kelam. Namun, takdir menyeret gadis desa ini ke dalam pernikahan tanpa cinta dengan Raditya Wijaya. Sebagai pengusaha dingin dan acuh, Radit justru memperlakukan istrinya sendiri layaknya seorang pembantu. Di tengah tekanan batin, mampukah Salsa melunakkan hati suaminya dan diakui sebagai istri seutuhnya, ataukah mahligai rumah tangga mereka akan berakhir dengan kegagalan total?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Ulang tahun ke-35 Declan Montereau berubah drastis saat Elio, bocah empat tahun bermata abu-abu, muncul di depan pintunya dan mengaku sebagai putranya. Sebagai pebisnis sukses yang skeptis terhadap komitmen, Declan kini terpaksa menghadapi kenyataan yang mengguncang logika. Kemiripan fisik Elio tak terbantahkan, memicu pencarian mendalam tentang siapa wanita dari masa lalunya yang tega menyimpan rahasia sebesar ini sekaligus meninggalkannya tanpa kata.
Sampul Novel Keturunan Rahasia
8.5
Akibat jebakan licik pamannya, Rajendra Antariksa melakukan kesalahan fatal terhadap Amara Lucia Haidar di masa lalu. Setelah sepuluh tahun hidup dalam penyesalan mendalam, pewaris Antariksa Group ini terkejut saat mengetahui Amara mengalami trauma berat dan telah melahirkan putranya secara rahasia. Namun, upaya Rajendra untuk menebus dosa tidaklah mudah. Ia justru menghadapi penolakan keras dari Amara, orang tuanya, bahkan anak kandung yang baru diketahuinya itu.