APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wilhem Village

Wilhem Village

Ilya Irise kehilangan Elias, teman sebangkunya yang menghilang secara misterius sepuluh tahun lalu. Saat mulai bekerja di Desa Wilhem, ia terkejut bertemu CEO Vincent Valore yang sangat mirip dengan Elias. Ilya pun berusaha menyelidiki identitas asli sang miliarder. Namun, suasana berubah mencekam ketika seorang rekan kerjanya tewas terbunuh. Penduduk setempat mulai mengaitkan tragedi berdarah ini dengan legenda vampir masa lalu yang kembali menghantui desa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Percakapan dua penghuni kos itu membuat Ilya ke pikiran semalaman, hingga dirinya tidak bisa tidur. Ilya berniat menanyakan kepada penghuni sekitar, tapi Ilya belum mengenal mereka. Tiba-tiba, Ilya ingat Mira sudah tiga bulan bekerja di perusahaan sebelum dirinya. Maka Ilya menganggap, Mira pasti mengetahui soal Rupert, dan sejarah tentang vampir itu.

Esok harinya Ilya menghubungi Mira, untuk mampir ke kamar kosnya.

Beberapa jam kemudian, Mira datang mengunjungi Ilya. Namun Ilya agak terkejut, karena penampilan Mira agak berbeda dari yang biasanya. Mira terlihat kusut, dan pucat. Melihat Mira, membuat Ilya semakin yakin soal Rupert.

“Mira, apa kau tahu? Hari ini aku mendengar, ada orang yang meninggal di kos ini tiga minggu lalu. Nama korban itu Rupert, bukankah dia adalah orang yang bekerja di perusahaan tempat kita bekerja sekarang?” Ilya memperhatikan ekspresi Mira yang berubah begitu mendengar nama Rupert.

“Bagaimana kau tahu soal Rupert? Apa kau mengenalnya? Apa kalian pernah bertemu?” Mira menggebu-gebu.

Perkataan Mira baru saja membuat Ilya yakin, bahwa Rupert yang meninggal tiga minggu lalu adalah Rupert yang ia dengar waktu itu. Itu berarti, Mira mengenal Rupert, karena mereka bekerja di perusahaan yang sama.

Tetapi Ilya merasa kecewa, kenapa Mira diam saja, dan tidak memberitahukan dirinya soal Rupert? Padahal Ilya, dan Mira masih sering bicara satu sama lain.

“Kenapa kau tidak mengatakan soal Rupert?”

Namun Mira tidak menjawab dan malah berbalik bertanya pada Ilya. Mira terlihat sedikit terkejut, dan tampak kesal. “Apa? Jangan bilang kau menyesal akan bekerja di sini? Jika kuberitahu, apa kau akan menolak tawarannya?”

Keduanya pun bertengkar, Ilya tidak percaya Mira begitu egois pada dirinya. Mira hanya mementingkan dirinya sendiri, dan tidak mengkhawatirkan Ilya sama sekali. Sebagai seorang teman, Ilya menganggap Mira seharusnya malah yang melarangnya bekerja di tempat itu, paling tidak memberitahukannya soal kematian Rupert.

Pada akhirnya, Mira berujung meminta maaf, dan menangis kepada Ilya. Mira meminta Ilya agar tetap bekerja bersamanya, dan tidak pergi dari Kota Wilhem.

“Maafkan aku Ilya, tapi aku takut kau tidak akan bekerja di sini, jika kau mengetahui beritanya... Aku sangat takut!! Terserah jika kau mau bilang aku egois!!! Tapi aku tidak bisa... Rasanya aku tidak punya siapa-siapa, aku takut... La-lagi pula meskipun pembunuhnya belum ditemukan, tapi asal kita waspada, tidak sendirian keluar di malam hari, maka akan baik-baik saja kan?” Mira mengucapkan dengan suara bergetar.

Ilya menghela napasnya... Ilya berpikir seandalnya Mira memberitahukan soal Rupert sebelum dirinya menandatangani kontrak kerja, apakah Ilya akan menolak tawaran untuk bekerja di perusahaan? Ilya mengingat Vincent.

Padahal bukan hanya karena membutuhkan pekerjaan, alasan utama Ilya menerima tawaran pekerjaan ini adalah karena dia bertemu dengan Vincent, orang yang sangat mirip dengan Elias.

Ilya terdiam tidak menjawab, melihat Mira menangis, membuat Ilya menjadi tidak tega. Pada akhirnya mereka berdua berbaikan. Meski begitu, Ilya terlanjur kehilangan kepercayaan pada Mira. Padahal Ilya menganggap Mira selama ini sebagai temannya. Ilya bahkan ingin menceritakan soal Vincent yang mirip dengan Elias, namun Ilya mengurungkan niatnya.

****

Seminggu kemudian, Ilya masuk kerja untuk pertama kalinya di perusahaan. Tidak disangka Ilya bertemu dengan Lyra, mereka berdua tinggal di tempat kos yang sama, bahkan kamar kos mereka bersebelahan. Lyra adalah rekan kerja senior di tim data analis yang sudah bekerja hampir setahun. Keduanya jadi lebih dekat, terutama karena Ilya adalah pengganti Lyra nantinya.

Ilya tidak menyangka, ia harus belajar semuanya, mulai dari report, pendaftaran barang baru, dari Lyra hanya dalam satu minggu. Bahkan karena terlalu sibuk, Ilya tidak punya kesempatan melihat Vincent.

Akhirnya hari terakhir Lyra bekerja di perusahaan pun tiba juga. Meskipun pertemuan Ilya dengan Lyra begitu singkat. Namun karena Lyra orang yang sangat ramah, Ilya merasa sedikit kesepian melihat rekannya itu berpamitan pada karyawan lain.

Semua karyawan bertepuk tangan, dan satu per satu mengambil donat yang Lyra bawa.

Di jam 6 sore, setelah satu tim foto bersama, Ilya dan anggota tim yang lain pulang ke rumah masing-masing.

“Ilya, kau pulang duluan ya, aku masih mau bertemu dengan manajer. Aku akan pulang dengannya,” ucap Lyra.

Ilya mengangguk, dan berjalan ke luar kantor. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya, kemudian terbuka dari jendela, terlihat Vincent di kursi kemudi mobil.

“Ilya! Kau pulang sendirian? Tumben, bareng aku saja. Ayo aku antar pulang, sudah sore!”

Seminggu ini, Ilya biasanya pulang bersama Lyra.

“Eh tapi..” Ilya sedikit ragu, tentu saja ia ingin diantar pulang Vincent, tetapi Ilya mengkhawatirkan Jika karyawan lain yang melihatnya pulang bersama bos...

“Apa kau mau dibukakan pintunya?” tanya Vincent lagi.

“Eh??” Ilya pun langsung membuka pintu mobil, dan duduk.

Padahal hanya diantar pulang, tapi kenapa perasaan Ilya begini? Ilya merasa begitu senang dengan hanya diantarkan Vincent.

Sekitar jam 8 malam, Ilya menyadari kalau handphone miliknya tertinggal di kantor. Ilya berniat mengambil ponselnya. Agar lebih cepat sampai, Ilya berniat meminjam sepeda milik Lyra. Namun Ilya heran, mengingat sudah malam begini, kamar kos Lyra masih gelap, dan tidak ada sandal di luar pintu kamarnya. Akhirnya Ilya meminjam pada penghuni kos lain.

“Apa mereka berdua kencan sampai larut malam?” Pikir Ilya tersenyum membayangkan Lyra, dan manajer Edmond.

Kantor masih terang, namun Ilya tidak mendapati ada satpam sama sekali. llya pun bergegas masuk, mengambil ponselnya begitu tiba. Namun Ilya melihat kardus berisi barang Lyra masih ada di mejanya. Ilya bertanya-tanya, apakah Lyra masih ada di kantor?

Bukankah Lyra bilang akan menemui Edmond? Ilya yang penasaran lalu pergi ke ruangan Edmond. Ilya berjalan pelan-pelan berharap mereka berdua tidak menyadari kedatangannya. Ilya tidak habis pikir, kenapa keduanya berpacaran di kantor? Dan apa karena itu, manajer menyuruh satpam pulang?

“Huh?” Dari kejauhan Ilya melihat seorang pria tinggi berambut putih dari belakang tengah memeluk seorang wanita.

“Deg..” Ilya cemas, apakah mungkin itu Vincent? Merasa tidak percaya, Ilya mendekat. Seiring Ilya berjalan ke Ruangan Edmond, Ilya melihat sesuatu yang ada di luar nalarnya.

Ruangan Manajer, maupun ruangan bekerja lain, semua punya jendela yang transparan. Sehingga Ilya dapat melihatnya dengan jelas.

Ilya berusaha tidak berteriak, ia menutup mulutnya rapat-rapat. Matanya terpaku melihat leher seorang wanita berambut panjang hitam, mengeluarkan darah yang mengalir turun. Mata hitam perempuan itu memancarkan cahaya yang redup, seperti tidak ada kehidupan. Wajah panjang wanita itu putih pucat, tidak bergeming sama sekali, meski wanita itu seharusnya melihat Ilya.

“Lyra... bagaimana bisa? Kenapa bisa begini?” Dalam benak Ilya.

Ilya membayangkan wanita ramah nan ceria itu, kini hanya diam digigit oleh seorang pria.

Ilya tidak mengenali pria itu, sekilas terlihat seperti Vincent, tapi tubuhnya berbeda. Sayangnya, karena posisi pria itu membelakangi Ilya, sehingga Ilya tidak bisa melihat wajah pria itu. Ilya tidak percaya itu Vincent, tapi tidak ada orang lain di kantor yang berambut putih.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menjadi Luna Orang Lain
9.5
Tujuh tahun mengabdi, Sylvie justru dikhianati Ethan Hudson demi serigala muda. Tanpa memohon, ia membuang simbol ikatan mereka dan pergi selamanya. Ethan dan kawan-kawannya bertaruh Sylvie akan kembali menangis dalam tiga hari, namun perkiraan itu meleset. Saat Ethan mulai panik dan menghubungi Sylvie, Victor Wilson yang merupakan rivalnya justru menjawab. Di pelukan Victor, Sylvie telah memulai hidup baru, meninggalkan Ethan yang kini meraung dalam penyesalan mendalam.
Sampul Novel Dikhianati oleh Alpha-ku, Bangkit sebagai Luna
9.7
Bertahun-tahun mencintai sang Alpha, aku justru dikhianati saat ia memilih wanita lain demi kekuasaan. Ia menggunakan darahku untuk ritual ikatan politik dan menolakku secara brutal di depan kawanan. Setelah difitnah dan disiksa, aku menolak tawaran menjadi simpanannya lalu melarikan diri. Aku bangkit menjadi Luna bagi Alpha sejati, namun obsesi sang mantan belum berakhir. Ia menjebakku kembali dan berbisik dingin bahwa sudah waktunya aku pulang bersamanya.
Sampul Novel I Love You Daddy
8.4
Michaela memilih kabur demi menolak kembalinya Bianca, ibu kandung yang dulu meninggalkannya. Sang ayah, Agam, awalnya mengira pelarian ini karena perjodohan dengan Dilan, namun alasan sebenarnya jauh lebih pelik. Konflik ini membongkar rahasia asal-usul Michy, wasiat keluarga, hingga perasaan terlarang yang terpendam. Di tengah intrik warisan dan penculikan yang mengancam, Michy dan Agam harus berjuang mempertahankan ikatan mereka demi memulai babak baru.
Sampul Novel Ia menenggelamkan aku, aku membakar dunianya.
9.7
Pasca kecelakaan, Adrian membangun Nusantara Saga untukku, namun itu hanyalah penjara manipulatif. Dia berselingkuh dengan Dahlia, mencuri identitas virtualku, dan sengaja menghambat kesembuhanku demi kontrol penuh. Setelah dipermalukan secara publik dan dibuang ke air mancur hingga nyaris tewas, aku berhasil bangkit. Kini, dengan kaki yang kembali kuat, aku masuk kembali ke dunianya bukan untuk mengalah, melainkan untuk menghanguskan seluruh kerajaannya.
Sampul Novel Luna Jatuh Cinta pada Alpha Lain Setelah Pasangannya Mengkhianatinya
9.2
Di pesta ulang tahun Alpha Marc Dale, ia membawa Lucy Burton, mantan pasangan sejatinya yang dulu ia siksa. Namun, saat hari jadi kami, saya justru memergoki Marc sedang memeluk dan menandai Lucy di kamar. Marc berdalih itu adalah hukuman, namun Lucy justru mengejek saya dengan memamerkan cincin pernikahan yang identik dengan milik saya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa serigala saya dalam kepedihan yang luar biasa saat melihat mereka berselingkuh.
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa saat mengarungi Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu tersebut. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Isamu kini memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah, yang ternyata adalah mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.