APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Young Master's Love

Young Master's Love

Hidup Zeana berubah drastis saat seorang pria tampan misterius muncul dan memohon tempat tinggal kepadanya. Meski mengira pria itu gelandangan, Zeana terpaksa menampungnya di rumah. Tanpa disadari, sosok yang kini tinggal bersamanya adalah putra CEO dari perusahaan tempatnya bekerja. Rahasia besar mulai terkuak saat identitas aslinya terungkap. Mengapa tuan muda kaya raya tersebut begitu terobsesi untuk mendekati Zeana yang sederhana?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Tante. Apakah aku boleh ikut denganmu?" tanya seorang pemuda bertubuh tinggi tegap di hadapannya.

Wajahnya sangat tampan, alisnya terukir dengan tajam dan indah sempurna. Hidungnya mancung, dan memiliki senyuman manis yang sangat memabukan. Selama beberapa saat, Zeana terpaku memandang keindahan paras yang ada di sana. Hingga ucapan sang pemuda, membuat Zeana mengerjap dan tersadar kembali dari keterpakuannya.

"Tante ... "

Zeana pun berdecak dengan gemas. "Jangan panggil aku Tante! Umurku masih sangat muda!"

"Tapi tante bisa melakukan apapun kepadaku dengan sesuka hati," bujuk pemuda itu lagi dengan polosnya, membuat Zeana sampai menyentuh keningnya frustasi.

Mereka berdua tak sengaja bertemu sekitar dua jam yang lalu, ketika Zeana mampir ke sebuah toko sebelum akhirnya akan pulang ke rumah setelah seharian bekerja di kantor.

Menyadari ada seorang pemuda yang tak henti-hentinya mengamati, Zeana cukup merasa risih. Namun ia sama sekali tidak menyangka, jika pemuda itu juga akan berani untuk terus mengikuti setiap langkahnya.

"Tante ... "

Kedua tangan Zeana mengepal, menahan diri untuk tidak segera membungkus pemuda tampan itu dan memasukkannya ke dalam karung! Sungguh! Bagaimana bisa ada pemuda setampan ini berkeliaran di tengah malam?

"Apapun?" tantang Zeana dengan raut jengah, karena pemuda itu begitu sangat keras kepala, dan terus mengikutinya tanpa henti sehingga sulit bagi Zeana untuk masuk ke dalam mobilnya.

"Apapun," jawab pemuda itu dengan yakin. "Sungguh! Aku akan melakukan apapun asalkan Tante mau membawaku pulang."

Zeana mendesah seketika. Ia menatap jam yang ada di pergelangan tangannya, lalu mengernyit ketika menyadari jika waktu sudah semakin larut. Sepatu high heels sudah ia lepas dan berganti dengan sandal jepit, blazer lengan panjangnya pun sudah ia lipat setengah, menunjukkan betapa lelahnya ia hari ini.

"Kenapa kau ingin sekali ikut denganku?" tanya Zeana penasaran. "Pemuda sepertimu, seharusnya sadar jika wanita asing yang tak dikenal bisa saja menjadi berbahaya. Dan bisa jadi aku adalah salah satunya. Pergilah! Aku sedang tidak ingin berurusan dengan pemuda sepertimu."

Pemuda itu mengedip-ngedipkan matanya dengan polos. "Memangnya tubuhku tidak bagus ya? Kenapa Tante sama sekali tidak tertarik? Aku bisa memperlihatkannya kepadamu, siapa tahu saja Tante bisa berubah pikiran," ujarnya polos.

Ya Tuhan! Rasanya Zeana ingin sekali menepuk jidat. Mimpi apa dirinya semalam sehingga harus berurusan dengan hal yang menjengkelkan seperti ini?

Sesekali matanya menyapu ke arah sekeliling, menahan rasa malu karena tidak sedikit orang yang masih berlalu lalang memperhatikan percakapan mereka berdua, dan memberikan pandangan yang sangat aneh.

Bagaimana tidak? Tak henti-hentinya pemuda ini menawarkan dirinya untuk ia bawa dan rela diapa-apakan dengan nada lantang.

Sungguh gila! Memangnya Zeana terlihat seperti tante-tante yang sedang mencari berondong, hah?

"Pergilah!" Perintah Zeana dengan geram. "Cari wanita lain jika kau ingin melakukan sebuah modus, karena aku sama sekali tidak merasa tertarik denganmu."

"Wanita lain?" Pemuda itu mengernyit, menunjukkan sedikit rasa kecewanya. "Tapi aku hanya ingin bersama dengan Tante."

Ya Tuhan! "Tapi kenapa?" tanya Zeana gemas.

"Karena Tante cantik dan sepertinya sangat kaya. Aku mau jika hanya dijadikan sebagai simpanan. Tante tidak perlu memberi uang, asalkan aku bisa makan dan memiliki tempat tinggal selama beberapa waktu."

Deg! Zeana terpaku sejenak. Tempat tinggal? Dan juga makan? Sepertinya Zeana mulai mengerti dengan alasan mengapa pemuda ini bisa sampai berani menawarkan diri. Namun anehnya, kenapa Zeana sama sekali tidak menemukan raut putus asa di wajah polos itu.

Seolah-olah, menawarkan diri adalah hal yang biasa pemuda itu lakukan. Apakah mungkin dirinya adalah wanita yang kesekian?

Zeana, tentu tidak akan mudah luluh begitu saja dengan kepolosan yang mungkin hanyalah sekedar modus seperti ini.

"Oke, mungkin kau sudah salah paham, Anak Muda. Tapi aku tidak pernah memakai jasa seorang pria untuk menyalurkan hasratku. Lebih baik kau pergi sebelum aku memanggil para petugas keamanan."

"Aku masih perjaka, Tante. Belum pernah terjamah dan belum pernah berpacaran sama sekali. Apakah Tante sama sekali tidak tertarik? Tante juga bisa memeriksanya secara langsung jika belum yakin."

Wajah Zeana memerah. Ya Tuhan! Anak ini benar-benar ...

Kenapa menawarkan diri seperti sedang menawarkan jajanan?

"Bersama siapa kau sebenarnya?" selidik Zeana dengan tajam sambil bersedekap dada. "Katakan. Apakah ada seseorang dibelakangmu yang menyuruhmu untuk melakukannya, hah?"

"Tidak ada," jawab pemuda itu apa adanya. "Ini adalah inisiatifku agar bisa bertahan hidup."

"Bertahan hidup apanya?" Zeana mendadak jengkel.

Ia kembali mengamati keseluruhan pemuda itu, yang hanya mengenakan kaos polos lengan pendek berwarna putih, dengan celana panjang berwarna hitam. Memang terlihat polos, namun memiliki jahitan rapi dan sepertinya bahan yang digunakan sangatlah mahal. Atau hanya perkiraannya saja?

Dan pemuda itu juga hanya membawa tas kecil yang terlampir di pundak dan tidak ada benda apapun lagi di sana.

Menyadari Zeana terus diperhatikan, membuat pemuda itu tersenyum dengan begitu antusias. "Apakah Tante mulai penasaran dengan bentuk tubuhku? Aku bisa memperlihatkannya sekarang jika Tante mau."

Zeana melotot sambil membekap mulut pemuda itu dengan tatapan memperingatkan, karena ada sepasang anak muda-mudi yang baru saja melewati mereka lalu tertawa. "Kau gila! Aku sampai merinding ketika menghadapimu."

Bola mata pemuda itu bergulir mengamati mulutnya yang masih dibekap, lalu menatap Zeana lagi sambil tersenyum.

Menyadari setiap sudut bibir yang ada di dalam bekapan tangannya terangkat, Zeana panik dan segera melepaskannya.

"Aku sama sekali tidak menyangka jika Tante tidak sabar untuk menjamah tubuhku."

"Diam! Dan jangan panggil aku Tante!" Entah rona di wajahnya sudah semerah apa. Pintar sekali pemuda ini membuatnya salah tingkah. "Aku akan pulang! Dan berhentilah mengikutiku! Jika kau tidak mau mendengarkan, maka aku tak segan-segan untuk berteriak. Apa kau mengerti?" Sambil menunjuk dengan tegas.

Pemuda itu hanya menatap dengan sedih, membuat Zeana mulai diserang perasaan tidak tega. Namun tidak mungkin wanita lajang seperti dirinya membawa seorang pria ke tempat tinggalnya, karena hanya akan menyebabkan masalah dan juga fitnah jika orang-orang sekitar sampai mengetahui.

"Awas saja jika kau berbuat nekat!" ancam Zeana lagi.

Awalnya Zeana bergerak mundur hanya dua langkah, dengan sepasang mata yang terus menatap pria muda itu dengan waspada. Sadar jika pemuda itu hanya diam saja dan tidak lagi mengikuti, Zeana pun terus melangkah mundur hingga ia pun sampai ke bagian mobilnya yang masih terparkir di sana.

Gerakannya seperti sebuah robot, terus mengamati pemuda itu hingga ia bisa memasuki mobilnya dengan aman. Oke, berhasil.

Zeana mulai menyalakan mesin mobilnya dan bersiap-siap untuk pergi. Meskipun begitu, sepasang matanya tak bisa berhenti untuk melihat pemuda itu dari kejauhan yang masih setia berdiri di sana.

Tatapan yang sama, seakan ada harapan besar untuk ikut dengannya.

Tapi hei! Sadarkan dirimu Zeana. Dengan membawa pemuda itu bersamamu, hanya akan membawa banyak bencana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boss Dingin
9.7
Zahra Aiza Naadhira sempat mengalami penolakan saat melamar di Perusahaan Haidar karena penampilannya yang berbusana Muslimah. Namun, sang bos akhirnya berubah pikiran karena melihat potensi besar Zahra untuk memajukan bisnisnya. Alvino Daffa Haidar, pemilik perusahaan terkaya di Indonesia, dikenal sangat dingin terhadap wanita. Menariknya, ayah Alvino ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan ayah Zahra, yang menambah kerumitan hubungan mereka.
Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana mengabdi sebagai istri penurut bagi Bima, namun hatinya tetap dingin. Pernikahan tanpa sentuhan itu akhirnya kandas setelah kakek Bima wafat, membuat Hana diceraikan demi kekasih pilihan suaminya. Di tengah keterpurukan, takdir mempertemukannya dengan Matheo. Sebuah kesalahpahaman fatal membuat Hana dituduh sebagai mata-mata oleh bos kejam tersebut, sebuah pertemuan yang lantas menjungkirbalikkan seluruh sisa hidupnya.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta, Ini Hanya Kontrak
7.9
Demi menyembunyikan kelemahan pribadinya, Arga Satria Wicaksana memutuskan untuk mencari seorang istri sewaan. Tak disangka, keputusan kontrak tersebut membawa perubahan drastis dalam hidupnya. Penyakit kronis yang telah membelenggu Arga selama bertahun-tahun secara ajaib mulai membaik berkat kehadiran wanita yang ia bayar tersebut. Hubungan formal ini pun menjadi kunci kesembuhan yang selama ini mustahil ia dapatkan dari pengobatan mana pun.
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.