APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu

Api Dendam di Masa Lalu

Ditinggalkan mati dalam mobil yang terbakar oleh Arifin, suamiku sendiri, demi menyelamatkan selingkuhannya adalah akhir hidupku yang tragis. Ternyata, insiden itu merupakan pembunuhan berencana untuk merebut warisanku. Kini, aku terbangun kembali di masa kuliah dengan ingatan utuh. Melihat wajah Arifin yang tampak polos, aku menyadari busuknya niat pria itu. Takdir memberiku kesempatan kedua untuk membalas dendam dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.
Bab
Bagikan

Bab 2

Arifin POV:

Aku terduduk dengan napas terengah-engah, keringat dingin membanjiri seluruh tubuhku. Jantungku berdebar kencang, seolah baru saja berlari maraton.

Kepalaku pusing. Gambaran Natania, dengan wajah pucat dan tatapan kosong, masih terbayang jelas di mataku.

"Arifin, ada apa?" Liana mendekat, memelukku erat. Tangannya mengusap punggungku.

Aku mendorongnya menjauh, menatapnya dengan pandangan kosong.

"Aku... aku melihat Natania," gumamku, suaraku bergetar.

Liana tertawa, sinis. "Kau pasti terlalu stres, sayang. Itu cuma halusinasi. Dia kan sudah mati."

Mati. Kata itu menusuk telingaku.

Aku menatap surat cerai di tanganku. Tanda tanganku terpampang jelas di sana.

Aku bangkit, berjalan ke jendela. Pemandangan kota yang ramai di bawah sana terasa kabur.

Aku tidak gila. Aku tahu apa yang kulihat.

Tapi, mengapa? Mengapa Natania kembali?

Tiba-tiba, suara ketukan pintu terdengar.

"Permisi, Bapak Arifin Antara?" seorang polisi berdiri di ambang pintu, dengan ekspresi serius.

Aku mengerutkan kening. "Ya, saya sendiri. Ada apa?"

"Kami menemukan sesuatu di ponsel Nona Natania Soerjosoemarno," kata polisi itu, menyerahkan sebuah ponsel yang hangus sebagian.

Ponsel Natania? Jantungku berdebar kencang.

"Ponsel ini merekam seluruh kejadian di mobil sebelum ledakan," lanjut polisi itu, menatapku dengan tajam.

Seluruh kejadian di mobil? Suasana hening mencekam.

Liana memucat, matanya membelalak ketakutan.

Aku merasakan tangan Liana bergetar di tanganku.

Aku menatap ponsel itu, lalu ke wajah Liana.

"Maksud Anda... rekaman suara?" tanyaku, suaraku serak.

"Ya. Dan kami menemukan bukti niat jahat."

Dunia di sekitarku seolah runtuh.

Aku melihat Liana. Wajahnya kini dipenuhi ketakutan yang nyata.

"Tidak! Tidak mungkin!" Liana berteriak, mencoba merebut ponsel itu.

Tapi polisi itu lebih cepat. Dia mengunci ponsel itu, menatap Liana dengan dingin.

"Nona Liana Tambunan, Anda ditangkap."

Liana ambruk, tubuhnya lemas. Ia menangis histeris.

Aku masih berdiri terpaku, tidak bisa bergerak.

"Bapak Arifin Antara, Anda juga ditangkap."

Kata-kata itu menghantamku seperti godam. Aku merasa seluruh duniaku hancur berantakan.

Rekaman suara. Niat jahat.

Semua kebohongan yang selama ini kubangun, semua rencana jahatku, kini terbongkar.

Aku melihat Liana yang kini menangis tersedu-sedu, wajahnya kotor oleh air mata dan riasan yang luntur.

Dia tidak lagi terlihat cantik. Dia hanya terlihat menyedihkan.

Dan aku? Aku adalah seorang pembunuh.

Para polisi membawaku pergi. Aku tidak melawan. Aku tidak berdaya.

Harta warisan. Firma arsitektur baru. Semua itu kini tidak ada artinya.

Aku melihat ke belakang, melihat rumah yang dulu kusebut rumah impian.

Kini, rumah itu terasa seperti penjara. Penjara yang dibangun dari kebohongan dan pengkhianatan.

Aku masuk ke mobil polisi, merasakan dinginnya borgol di pergelangan tanganku.

Dunia di luar sana, yang dulu kuanggap milikku, kini terasa begitu asing.

Aku melihat Liana dibawa ke mobil polisi yang lain. Matanya menatapku, penuh kebencian.

Kebencian? Dialah yang mendorongku melakukan semua ini!

Tapi tidak. Aku tidak bisa menyalahkan orang lain. Aku yang membuat keputusan.

Aku yang meninggalkannya mati.

Penyesalan itu datang, menghantamku seperti ombak besar.

Natania. Aku melihat wajahnya. Wajahnya yang pucat, matanya yang kosong.

Dia tidak gila. Dia kembali. Kembali untuk membalas dendam.

Dan dia berhasil. Dia berhasil menghancurkan hidupku.

Aku memejamkan mata, merasakan dinginnya air mata yang mengalir di pipiku.

Aku menyesal. Aku sangat menyesal.

Jika saja aku bisa memutar waktu.

Jika saja aku bisa kembali ke masa lalu.

Tiba-tiba, sebuah cahaya terang menyilaukan mataku. Aku merasakan tubuhku melayang, berputar.

Lalu, kegelapan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak dalam dilema cinta segitiga rumit dengan teman kecilnya, Darayan Noah Tedja. Masalahnya, Noah justru mencintai Kanaya, sementara Kanaya sendiri telah lama ditaksir oleh sepupu Bella yang bernama Raquello. Ketidakpastian menyelimuti hubungan mereka karena sikap Noah dan Naya yang sulit jujur. Saat Bella mulai lelah berjuang dan menyerah pada perasaannya, siapakah yang akhirnya akan saling memiliki dalam romansa dewasa muda ini?
Sampul Novel Dominasi Yang Disengaja
8.1
Tiga tahun membina rumah tangga, Dahlia Nicholson memilih untuk menceraikan suaminya, Dustin Rhys. Bagi Dahlia yang kini berada di puncak kesuksesan, Dustin hanyalah beban yang tidak berguna dalam hidupnya. Namun, di balik sikap angkuhnya, ia tidak menyadari sebuah kenyataan pahit. Segala pencapaian luar biasa dan kekayaan yang ia miliki saat ini sebenarnya hanyalah hasil dari campur tangan serta dukungan rahasia sang suami yang selama ini ia remehkan.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Ulang tahun ke-35 Declan Montereau berubah drastis saat Elio, bocah empat tahun bermata abu-abu, muncul di depan pintunya dan mengaku sebagai putranya. Sebagai pebisnis sukses yang skeptis terhadap komitmen, Declan kini terpaksa menghadapi kenyataan yang mengguncang logika. Kemiripan fisik Elio tak terbantahkan, memicu pencarian mendalam tentang siapa wanita dari masa lalunya yang tega menyimpan rahasia sebesar ini sekaligus meninggalkannya tanpa kata.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan
9.7
Dua tahun berlalu sejak putus, Cica yang kini berusia dua puluh tahun harus menghadapi kenyataan pahit bertemu kembali dengan Soleh, mantan kekasihnya saat SMA. Pertemuan mereka jauh dari kata romantis karena Cica terperosok ke selokan berlumpur akibat asyik bermain ponsel. Alih-alih langsung menolong, Soleh justru menggoda Cica dengan gombalan receh yang memancing emosi. Tak terima, Cica menarik Soleh hingga mereka berdua sama-sama kotor oleh lumpur busuk itu.