APKDock Logo
Sampul Novel Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu

Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu

9.1 / 10.0
Betapa hancurnya hatiku saat mengetahui Arza, suamiku sendiri, berselingkuh dengan Zorah. Padahal, selama ini aku yang membiayai hidup janda dari mendiang kakakku itu. Sungguh kejam cara Zorah membalas segala kebaikanku. Namun, aku tidak akan tinggal diam meratapi pengkhianatan ini. Aku telah menyiapkan serangkaian kejutan menyakitkan yang akan menghancurkan hidup mereka berdua. Kini saatnya para pengkhianat itu merasakan pembalasanku yang tak terduga.

Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu Bab 1

"Pa, hari ini kan hari libur, bagaimana kalau kita mengajak anak-anak untuk berwisata. Tempatnya terserah sama Papa, mau kemana. yang penting kita mengisi hari libur anak-anak dengan kegiatan yang menyenangkan."

     Aku mencoba menawarkan kepada Arza. Kan kasihan juga melihat anak-anak selalu mengisi hari libur tanpa Papa mereka. Memang sih biasanya juga cuma saya yang menemani hari-hari libur mereka.

     Ting......!

     Sebuah bunyi notifikasi di layar ponselnya. Dengan cepat Arza membuka pesan itu. Sejenak dia tersenyum, lalu dengan cekatan dia mengambil jaket dan mamakai sepatunya.

     "Mau kemana, Pa. Bagaimana tadi, bisa atau tidak kita menemani anak-anak liburan hari ini."

     "Aduuh  maaf, Ma. Ini ada yang minta pertolongan Papa."

     Aku mengernyitkan dahi, siapa yang meminta pertolongannya hingga membuat pria ini melakukan gerak cepat.

     "Siapa memangnya, Pa?"

     "Debbie Ma. Katanya minta di anterin ke kampus, soalnya ada tugas mendadak dari dosennya."

     "Tapi bisa kan Pa nanti pulang cepet. Soalnya kasihan anak-anak menunggu."

     Sejenak Arza seperti sedang memikirkan sesuatu.

     "Begini saja, kalian berangkat saja duluan. Nanti kalau sempet Papa bakalan nyusul."

     "Tapi kan, Pa. Debbie bisa saja naik taksi atau ojol."

     "Mama ini bagaimana. Itukan keponakan Mama sendiri. Kok tega nyuruh dia pake taksi. Lagian siapa lagi yang akan peduli padanya Selain kita.  Ya udah Papa berangkat dulu."

     Memang Debbie adalah keponakanku. Ayahnya yang merupakan kakak kandungku, sudah meninggal setahun yang lalu, akibat kecelakaan. Oleh karena itu kamilah yang harus pembantu menjaganya.

     Dari biaya kuliahnya, kami tidak segan-segan untuk menolong dan juga untuk biaya hidup sehari-hari Debby bersama Mbak Zorah, kami tidak segan-segan untuk membantu.

     Tapi meskipun begitu tidak seharusnya Arza mengabaikan anak-anak. Walau bagaimanapun anak-anak membutuhkan sosok seorang Ayah.

     "Ma, lihat si Hafis, dia liburan sama Papanya, si Ega juga. Kok kami berdua sama Mama terus ya?"

     Davin, putra sulungku mengadu pagi tadi. Mukanya cemberut. Sedangkan Divan, cuma manggut-Manggut saja sambil mengunyah ayam bakar. Memang dia hobi makan. Makanya tubuhnya lebih gede bila di banding sama si kakak.

     Mereka adalah putra kembarku. Memang sang Papa jarang punya waktu buat mereka.

     "Nak, Papa sibuk mengurus pekerjaan. Supaya dapat uang untuk belanja Davin dan Divan."

     Sebisa mungkin aku mencoba memberi mereka pengertian.

     "Lhaa Mama juga kerja, tapi masih ada waktu kan buat nemenin kami. Kok Papa enggak sih, Ma?"

     Davin yang baru memasuki kelas 3 SD itu sudah pintar mematahkan argumen.

     "Kerjaan Mama sama Papa itu beda. Pekerjaan Papa lebih banyak di banding Mama."

     "Eh Mama lihat tuh, Barca, Papanya juga bekerja di tempat yang sama dengan Papa. Tapi dia sering kok jalan sama Papanya. Pergi sekolah juga sering di anterin sama Papanya. Kok aku tidak ya"

     Memang susah menghadapi anak yang kritis seperti Davin. Ada ada saja yang menjadi jawabannya.

     "Iya iya nanti pasti Papa punya waktu untuk kalian oke?"

     "Iya deh Kakak jangan terlalu mengharap banget sih. Yang penting kan ada Mama. Terus nanti kita bisa membeli makanan yang sedap dan enak. Perut kenyang hati pun senang. Iya kan Ma?"

     Cerocos Divan anak bungsuku.

     "Memang kalau kamu dalam otaknya hanya ada makanan, makanan dan makanan. Makanya badannya gendut tidak karuan. Biar nanti bisa gembung kayak balon."

     Davin mencubit pipi adiknya gemas.

     Aku sibuk membereskan pakaian sebelum pergi menemani anak-anak. Eiit... Mataku menangkap sesuatu yang sedikit tersembul keluar dari tas kerja yang di bawa lembur oleh Arza semalam.

     Setelah ku keluarkan, wooow...! Ternyata kond*m. Sejak kapan kami memakai kontrasepsi jenis ini? Ini patut di jadikan alasan kecurigaan.

     Sebenarnya hati ini bergemuruh hebat. Tapi aku tidak boleh terlihat lemah di hadapan anak-anak. Ku keluarkan alat kontrasepsi tersebut dan menyimpannya kembali di tempat lain.

****

     Walaupun Arza tidak bisa mendampingi, aku bisa mengajak anak-anak sendiri. Dengan menggunakan mobilku menuju ke pusat taman bermain untuk anak-anak yang ada di kota tempat tinggal kami. Karena anak-anak meminta untuk ke sini.

       Kami telah biasa menghabiskan hari libur hanya bertiga. Bahkan terkadang libur panjang juga kami lalui bertiga. Arza jarang-jarang mau kuajak untuk ikut serta. Dan seperti biasa dia pasti memiliki alasan kesibukan.

     Aku harap maklum karena pekerjaan kantor nya mungkin sedang sibuk. Tapi apa Iya tidak bisa menyisakan waktu sedikit saja untuk anak-anak.

     Aku memotret anak-anak. Setelah itu kebuka media sosial, kupilih foto terbaik lalu mengunggahnya. Memang aku jarang membuka aplikasi seperti ini, karena kesibukan dalam bekerja. Sesekali boleh juga kan.

     Ketika sedang membuka beranda tidak sengaja mata ini melihat sebuah akun keponakanku Debby. Dia memposting foto mereka bertiga Debby, Arza dan Mbak Zorah.

     Mereka sedang makan di sebuah cafe mahal. Tentu saja aku mengenali tempat itu. Kemudian ada juga beberapa foto yang menggambarkan potret mereka di sebuah vila dan aku juga mengenali di mana villa tersebut.

     Apa yang mereka lakukan? Katanya tadi mau mengantar Debbie ke kampus, ini kok malah ke villa. Makan-makan di cafe mahal lagi. Ku lihat postingan itu baru di pos 30 menit yang lalu. Berarti itu belum lama kan.

     Dari satu postingan video, Arza kelihatan sangat menikmati kebersamaan mereka. Apakah memang arza lebih suka menghabiskan waktu bersama mereka atau bagaimana?

     Mataku menangkap tangan arza menggenggam jari-jemari Mbak Zorah. Ku kucek-kucek mata dengan punggung tangan, memastikan bahwa penglihatanku tidak salah.

     Benar, walaupun durasi videonya hanya veberapa detik saja, aku mampu melihatnya dengan jelas. Langsung ku simpan video tersebut di ponsel.

     Mengapa ada perasaan seperti menusuk di hati ini. Ada apa diantara mereka?  Entah mengapa aku merasa tidak pantas bagi Arza menggenggam jemari kakak iparku seperti itu. Atau apakah ini hanya perasaanku saja. Kutelusuri postingan Debbie. Banyak juga Kulihat sebuah komentar di bawahnya.

     "Semoga selalu bersama"

     Dari sebuah akun bernama "Dua hati". Sebuah akun berfoto profil kan satu ikat bunga yang berisi 2 kembang merah dan putih. Serasa penasaran aku membuka profil tersebut.

     Tidak kusangka ada beberapa foto yang berisikan foto-foto mbak Zorah dengan seorang pria. Tapi wajah si pria di tutupi dengan stiker love. Walaupun wajah itu tertutupi stiker, tapi aku bisa mengenali seseorang itu dengan baik. Dia adalah Arza.

     Ada berbagai pose mesra mereka. Tangan pria itu melingkari leher mbak Zorah yang berpakaian sedikit terbuka. Huuup...! Dengan jelas di tangan itu melingkar sebuah jam tangan yang kuhadiahkan kepada Arza di hari ulang tahunnya yang ke 36 beberapa bulan yang lalu. Sudah sangat jelas, pria yang bersama mbak zorah adalah suamiku.

     Kembali aku membuka akun Debbie tadi, eh sudah tidak ada lagi. Semua postingan tadi telah di hapus.  Untung tadi aku cepat mendownload semuanya ke ponsel.

      Otakku mulai berpikir ke mana-mana. Apa mungkin mbak Zorah setega itu, padahal selama ini kami telah banyak membantu mereka.  Semenjak bang Ramond kakakku sekaligus suaminya mbak Zorah meninggal, maka aku dan Arza lah yang menjadi tulang punggung untuk mbak zorah dan Debbie. Kami bergantian memberi jatah bulanan buat mereka berdua selagi mbak zorah belum mendapatkan pekerjaan. Nyatanya sampai sekarangpun mbak Zorah belum juga bekerja.

      Karena aku juga tidak mau kalau keponakanku putus sekolah. Syukurnya profesiku sebagai bendahara di sebuah perusahaan masih bisa membantu pemasukan rumah tangga.

      Jabatan Arza juga bisa di bilang lebih dari cukup untuk kebutuhan kami. Dia bekerja sebagai manajer di perusahaan yang berbeda denganku.

      Setiap bulan dia memberi nominal yang menurutku lumayan. Tapi entah beberapa bulan belakangan jumlah itu berkurang. Katanya dia banyak membantu anak-anak kurang mampu di panti aauhan, orang tua di panti jompo, sampai mengirimi bantuan kepada para korban bencana. Tentu saja semua alasan itu ku percaya.

      Tapi melihat foto-fotonya yang seperti ini, terlebih lagi kepada kakak iparku sendiri, membuat tumbuhnya benih kecurigaan. Apa mungkin ada sesuatu hubungan khusus di antara mereka.  Baik, akan kucoba untuk mencari tahu.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Upacara janji nikah yang seharusnya menjadi ajang kampanye Baskara berubah jadi pengkhianatan. Aku dibius dan melihatnya menikahi selingkuhannya di depan para elite. Setelah tujuh tahun pengorbananku membangun kariernya, dia justru menyebutku tidak berguna. Namun saat perceraian tiba, Baskara berpura-pura amnesia akibat kecelakaan dan memohon agar aku tidak pergi. Dia ingin bermain sandiwara, maka aku akan memastikan dialah yang hancur dalam permainan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan