APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Annoying Boss

My Annoying Boss

Demi lepas dari mantan pacar yang toksik, Sina nekat mengeklaim seorang pria asing sebagai kekasih barunya di sebuah restoran. Sialnya, pria itu ternyata Abraham Prama, atasan barunya di kantor. Di sisi lain, Abraham yang terdesak tuntutan menikah dari orang tuanya melihat ini sebagai peluang. Ia pun menuntut pertanggungjawaban Sina atas sandiwara tersebut. Terjebak dalam kesepakatan tak terduga, Sina harus menghadapi tuntutan sang bos miliarder yang menyebalkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Definisi mencari masalah yang sesungguhnya sedang dihadapi oleh Sina Lestari. Berharap bisa terlepas dari jeratan mantan super toxic, Sina malah membuat masalah baru yang lebih... astaga, bagaimana menyebutnya. Sina sangat menyedihkan sekali! 

Sina tidak sengaja menatap lawan bicaranya yang tak lain Abraham Prama. Satu-satunya orang yang sangat menginginkan nyawa Sina sekarang. Mungkin..., bisa dibilang begitu? Ah, entahlah. Yang jelas, sekarang Sina sedang terpojok. Berada di ruangan si bos, cuma berdua, dengan suasana agak mencekam.

"Pak, saya bisa jelaskan." Ketika Sina berhasil mengeluarkan suara setengah gemetaran, Sina seperti berdiri di atas jembatan kaca. Ia kesusahan menarik napas, bahkan sekadar memutar kepala untuk melihat ke sekeliling, Sina sudah tidak sanggup lagi.

Pura-pura pingsan? Atau kesurupan saja? Siapa tahu atasannya agak bisa memaklumi, setelah itu melepas Sina tanpa harus mengingat bahwa Sina telah membuat masalah dengan Abraham Prama.

"Saya nggak butuh penjelasan. Kamu tiba-tiba menarik saya, dan mengakui saya sebagai selingkuhan kamu. Woah. Kamu sama seperti mencoreng nama saya."

Sina kesusahan menelan ludah. Andai saja Sina disuruh berlutut dan meminta ampun, ia juga tidak mau, sih! Memangnya ia hidup di zaman apa sampai disuruh berlutut segala? Walau perusahaan tempat ia bekerja memang bagus, sesuai dengan gaji yang diberikan, tapi rasanya sangat berlebihan kalau diminta berlutut segala. Sina masih memiliki harga diri. Lebih baik Sina mencari tempat kerja lain.

Tapi..., Sina melirik Abra diam-diam lalu menggigit dalam pipinya. Jika ia di depak dari perusahaan sungguhan, otomatis ia akan menganggur selama beberapa waktu, atau bisa berbulan-bulan. Dan selama menganggur bisa dipastikan Sina akan menghadapi omelan Ibu tirinya. Cuma karena Sina lebih banyak makan dari anggota keluarga yang lain, Sina dimaki habis-habisan. Padahal yang mencari uang, bayar listrik, air, dan lain-lain juga dari gajian Sina.

"Ish... sial."

"Apa kamu bilang?" tegur Abra.

Suara Abra mengejutkan Sina. Perempuan berusia dua puluh enam tahun itu sampai berjingkat dari tempat duduknya. Sina menggeleng sembari menggoyangkan tangan.

"Saya nggak ngomong apa-apa, kok!" Sina menunjukkan dua jarinya di depan Abra. "Tapi beneran, Pak. Saya nggak maksud mau bikin nama Bapak jelek. Saya juga nggak tahu kalau Pak Abra itu atasan baru saya. Maaf sekali lagi, Pak."

Abra mengibaskan sebelah tangan ke udara. Ditatap nya Sina beberapa detik hingga perempuan itu salah tingkah, kemudian mengeluarkan suara cegukan.

"Saya nggak ada waktu buat kenalan sama perempuan di sana-sini. Karena kamu sudah pegang tangan saya, dan mengakui saya sebagai selingkuhan di depan banyak orang, rasanya nggak adil kalau kamu nggak tanggungjawab."

"Tanggungjawab kayak gimana ya, Pak? Saya rakyat jelata lho, Pak."

Sina ketar-ketir mendengar atasannya meminta pertanggungjawaban. Dalam bentuk apa dulu? Sina bukan dari keluarga kaya raya yang bekerja hanya untuk mengisi waktu luang. Ia bekerja karena butuh makan, untuk biaya hidupnya sendiri, tapi hampir delapan puluh persen gajiannya untuk kebutuhan rumah, sekolah adik-adiknya, dan kebutuhan lainnya yang kadang tidak ada hubungannya dengan Sina.

"Saya butuh calon istri," ujar Abra tanpa basa-basi.

"Tapi, Pak..., saya nggak buka jasa cari jodoh. Saya sendiri juga jomlo sekarang. Saya juga nggak punya teman yang cantik-cantik kayak di internet. Adanya teman saya namanya Siti. Cuma, Pak... dia sudah nikah dari satu tahun yang lalu."

Sina secara rinci menjelaskan siapa Siti, dan apa statusnya sekarang. Karena kalau ditanya siapa-siapa saja teman Sina, jawabannya hanya Siti. Lagi pula, atasannya ada-ada saja, sih. Kalau minta jodoh itu berdoa ke Tuhan. Kenapa mengeluh ke Sina?

"Pastikan hari minggu kamu nggak punya janji sama siapa pun. Kalau pun ada, batalkan!" seru Abra.

"Saya nggak pernah ke mana-mana kalau hari minggu, Pak. Di hari itu jadwal saya nge-babu di rumah, Pak," sahut Sina polos.

"Ya sudah, khusus minggu besok, kamu dandan yang cantik, pakai pakaian yang sudah disediakan." Abra menatap lurus ke Sina.

Sina mengerjapkan kedua matanya. "Maaf, Pak. Maksud Bapak, saya mau dijadiin pembantu di rumah Bapak minggu besok?"

"Saya nggak lagi cari pembantu. Di rumah sudah ada satu lusin. Kalau pun kurang, saya nggak mungkin bawa kamu."

Diam-diam Sina mengejek Abra sombong. Iya, sih, Abra dan keluarganya memang kaya raya. Tapi tidak perlu disebutkan berapa banyak pembantu di rumahnya, kan? Sina juga tidak tanya, kok.

"Kalau bukan dijadiin pembantu, apa dong, Pak? Nggak mungkin saya dijadiin Ratu di rumah Bapak, kan? Haha," kekeh Sina.

"Memang benar," sahut Abra.

Suara tawa Sina tiba-tiba menghilang. Untuk beberapa detik Sina seperti hilang kesadarannya. Sina kembali tertawa di depan Abra. "Bapak, nih... bisa bercanda juga ya. Saya sampai kaget lho, Pak!"

"Minggu besok, saya dan kedua orang tua saya mau ke rumah kamu buat melamar."

"Melamar?" Sina kelihatan bingung. "Di rumah ada empat orang perempuan memang, Pak. Saya, Mama tiri saya, sama adik-adik saya. Tapi mereka masih sekolah." Sina mengerjapkan mata lagi. Tiba-tiba ia kepikiran. "Jangan bilang Pak Abra mau melamar Mama tiri saya? Aduh, Pak, makasih banget kalau gitu! Ambil aja, Pak, nggak apa-apa! Kalau perlu ajak nikah Mama tiri saya besok! Saya sudah nggak sanggup membiayai Mama tiri saya."

Kesabaran Abra benar-benar di uji ketika dihadapkan dengan perempuan muda bernama Sina Lestari. Abra menggunakan bahasa manusia yang paling gampang dicerna manusia lainnya. Tapi rasanya, Sina bukan manusia. Kenapa malah mutar ke mana-mana. Memangnya Abra sudah gila mau menikahi wanita yang jauh lebih tua?

"Yang mau saya lamar itu kamu. Kenapa jadi Mama tiri kamu!" pekik Abra kesal.

Uhuk!

Sina tersedak ludahnya sendiri ketika sedang tertawa. Sepasang mata Sina mendelik, seolah sangat terkejut. Tadi Abraham Prama bilang apa? Ingin melamarnya? Apa lelaki itu sudah tidak waras?!

Kejutan macam apa ini? Sina pikir Abra akan memecatnya tanpa hormat karena dianggap telah mencoreng muka lelaki itu dengan mengakui bosnya sebagai selingkuhan di depan pacarnya.

Sina keluar ruangan Abra dengan tampang bingung. Bukankah tidak wajar jika Abra ingin menikahinya? Bukannya Sina berharap terjadi sesuatu yang buruk kepadanya. Mengingat ia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Hanya saja, ia menjadi bingung sendiri. Abra dalam keadaan sadar, atau tengah mabuk siang bolong begini? Atau telinga Sina sedang bermasalah?

Astaga! Demi Tuhan, Abraham Prama membuat Sina mirip orang linglung. Jika ditanya apa ia senang akan dilamar bosnya, Sina menjawab tidak. Karena dinikahi lelaki kaya raya, ditambah bosnya sendiri membuat Sina malah takut. Bagaimana dengan keluarganya? Mana mungkin keluarga Prama akan menyetujui jika anak lelaki kebanggaannya menikah pegawai biasa? Yang Sina tahu, orang kaya akan mendapatkan yang sama kayanya. Sina apa sih, cuma remahan kerupuk tahu!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Assalamu'alaikum, Mas CEO!
8.3
Hanif, pimpinan INANTA Group, bukanlah CEO angkuh pada umumnya. Ia adalah sosok religius yang mengutamakan ibadah di tengah kesuksesan. Namun, hidupnya berubah saat putrinya, Aisyah, bertemu Aida, seorang office girl yang sangat mirip dengan mendiang ibunya. Ikatan kuat antara Aisyah dan Aida membuat pertunangan Hanif dengan Soraya terancam gagal. Di antara tanggung jawab dan keinginan sang anak, ke manakah hati Hanif akhirnya akan memilih berlabuh?
Sampul Novel Ayahku, Penjahat Terbesarku
8.1
Zayden Alaric Veyra adalah pengusaha sukses sekaligus pemimpin organisasi Raven yang ditakuti. Meski dikelilingi wanita, hatinya tetap hampa hingga ia terpikat oleh Kaela Seraphine di sebuah pesta. Namun, Kaela bukanlah gadis biasa; ia memiliki misi rahasia untuk memburu sosok Raven. Saat takdir mempertemukan mereka dalam misi berbahaya, ketertarikan pun muncul. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta yang tumbuh atau tuntutan dunia gelap untuk saling menghabisi.
Sampul Novel Budak Seksi Tuan Cedric
8.2
Falisha Marbella, mahasiswi berusia 19 tahun, terjebak dalam tragedi saat kekasihnya, Ben Andrigo, meninggal dunia di sisinya. Ayah Ben, Cedric Andrigo, seorang miliarder kejam yang menguasai bisnis ilegal, menyalahkan Falisha atas kematian putranya. Didorong dendam membara, pria arogan ini bersumpah menyiksa hidup Falisha. Cedric menjadikan Falisha budak pemuas nafsu demi membalas dendam. Mampukah Falisha lepas dari jerat penderitaan dan kekejaman Cedric?
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Dimanjakan suami kontrak
9.1
Terikat trauma pengkhianatan yang sama, aku dan seorang duda kaya sepakat menjalani pernikahan kontrak tanpa cinta. Rencanaku sederhana: melahirkan, menerima bayaran, lalu pergi demi masa depan adikku. Namun, takdir menyeretku ke pusaran konflik para penguasa. Saat aku bersikeras bahwa aku bukan siapa-siapa baginya, dia justru mengikatku dalam pernikahan sungguhan. Kini, di tengah ancaman yang mengincar, sang suami kontrak justru menjadi pelindung utamaku.
Sampul Novel Love my adoptive father
7.9
Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent dari panti asuhan sejak usia tiga belas tahun untuk mengobati luka hatinya. Meski awalnya Alex berjanji tak ingin menikah lagi, kebersamaan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang yang sangat mendalam. Kehadiran Bella membawa warna baru bagi Alex hingga hubungan mereka menjadi sangat intim. Namun, romansa ini terancam saat orang tua Alex memaksanya dijodohkan dan sang mantan kekasih kembali muncul mengusik mereka.