APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Balik Cinta Kita

Rahasia di Balik Cinta Kita

Kehidupan harmonis Aruna bersama Rayhan mendadak runtuh saat sebuah pesan misterius mempertanyakan identitas asli suaminya. Rahasia kelam mulai terkuak, melibatkan sosok Alara yang mirip dengannya serta masa lalu Rayhan yang penuh darah. Di tengah badai pengkhianatan, Aruna terjebak dalam dilema antara rasa sakit dan pengampunan. Kini ia harus memutuskan: pergi meninggalkan luka, atau tetap bertahan pada cinta yang lahir dari kebenaran yang mengerikan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sabtu pagi, langit cerah dan udara segar menyusup lewat jendela ruang tamu. Aruna sedang membereskan mainan Aila yang berserakan di lantai ketika suara bel rumah berbunyi. Rayhan sejak tadi sudah pamit pergi seperti biasa melakukan hobi bermain golf bersama temannya.

"Bunda, siapa itu?" tanya Aila yang sedang memeluk boneka kelincinya.

"Kayaknya Tante Kirana," jawab Aruna sambil membuka pintu.

Benar saja, Kirana berdiri di sana dengan blus putih sederhana dan celana jeans, rambutnya diikat rapi. Tangannya membawa kantong belanja besar. Ia tersenyum semangat mengangkat dua kantong plastik ditangannya.

"Aku bawa bahan buat masak bareng. Lumayan, sarapan sekalian brunch," kata Kirana sambil masuk menuju dapur rumah Aruna.

Aila langsung memeluk kaki Kirana. "Tante Kiranaaa! Aila mau bantu masak!" pekik Aila.

"Wah, pinter banget boleh dong sayang," Kirana tertawa, lalu mengelus rambut Aila.

Mereka bertiga pindah ke dapur. Seperti biasa Aruna sudah menganggap Kirana seperti saudaranya tak heran hampir setiap hari Kirana datang bahkan hanya sekedar datang bercerita saja.

Sambil memotong sayuran, Kirana sesekali melirik Aruna. Tatapan itu bukan sekadar perhatian seorang sahabat ada campuran khawatir, ingin bicara, tapi menahan diri.

"Kamu kelihatan capek, Na," ujar Kirana akhirnya.

"Kurang tidur lagi?"

Aruna mengangguk kecil. "Belakangan ini pikiran aku nggak tenang. Semua kayak muter di kepala aku" eluh Aruna.

"Kamu masih kepikiran soal Rayhan?"

"ntahlah... dia bilang semua baik-baik aja, tapi aku ngerasa dia nyembunyiin sesuatu. Dan... kemarin aku ketemu Dion di galeri."

Pisau di tangan Kirana berhenti bergerak. "Dion?" tanyanya kaget.

"Iya. Setelah bertahun-tahun ngga ketemu bisa-bisanya Dia bilang... aku harus hati-hati sama Rayhan. Menurutmu aneh nggak? Mantan pacar dan masa lalu buruk bilangin hal kayak gitu?"

Kirana menunduk, pura-pura fokus memotong wortel. "Aneh sih. Tapi Dion... dia kan memang suka ngomong aneh-aneh. Jangan terlalu dipikirin. Mungkin dia masih belum move on dari kamu secara kalian berakhir juga karena kesalahan dia"

Aruna menghela napas. "Tapi entah kenapa kata-katanya terngiang dan buat aku sedikit percaya. Apalagi, kamu juga pernah bilang... mungkin Rayhan nyembunyiin sesuatu."

Kirana terdiam sesaat. "Na... kamu ngga perlu mikir keras. Kadang ada hal yang kalau diungkap sekarang, malah bikin sakit hati lebih cepat. Mungkin itu cuma perasaan kamu aja Rayhan sibuk kerja buat kamu dan Aila."

Aruna menatapnya lekat-lekat. "Kirana... kamu tahu sesuatu tentang Rayhan, ya?"

Pertanyaan itu membuat Kirana sedikit kaku. "Hah? Aku... cuma nggak mau kamu nyakitin diri sendiri dengan pikiran buruk. Itu aja. Lagian hal apa sih yang aku rahasiain dari sahabat aku sendiri," ucap Kirana berusaha meyakini Aruna.

Aruna ingin bertanya lebih jauh, tapi Aila tiba-tiba memanggil. "Bunda, kelinci Aila jatuh di halaman!"

Mereka berdua pun beralih, dan percakapan itu menguap begitu saja. Setidaknya pembahasan berat ini berakhir untuk kali ini dan Kirana akan berusaha menenangkan sahabatnya itu.

---

Menjelang siang, setelah selesai makan bersama, Kirana membantu Aruna mencuci piring. Sementara itu, Aila bermain di teras. Rayhan tadi mengirimkan pesan tidak akan makan siang di rumah dan Aruna bisa mendapatkan waktu membicarakan suaminya bersama Kirana.

"Kamu pernah lihat Rayhan tertekan nggak?" tanya Aruna tiba-tiba, suaranya pelan.

"Pernah... sekali, dia sepupu aku Na sedikit banyak hal yang aku tau" jawab Kirana, ragu. "Itu beberapa bulan sebelum kalian menikah. Dia kayak lagi ngejar waktu, sering bolak-balik telepon, dan... kayak orang yang takut kehilangan sesuatu."

Aruna berhenti membilas piring, menatap sahabatnya curiga. "Kamu nggak pernah cerita soal itu sebelumnya. Kamu mau main rahasia ama aku"

Kirana hanya tersenyum tipis dan berusaha tenang. "Karena aku pikir nggak penting. Dan waktu itu... kamu lagi bahagia banget. Aku nggak mau merusaknya. Lagian sepertinya juga bukan hal yang penting Na"

"Tapi sekarang? Kalau aku tanya terus terang... kamu akan jujur?" tanya Aruna berusaha abai dengan penjelasan Kirana.

Kirana meletakkan piring, mengeringkan tangannya. "Na, aku sahabatmu. Kalau memang aku rasa waktunya tepat, aku akan cerita. Sekarang... aku cuma mau kamu percaya sama Rayhan, setidaknya sampai dia siap bicara sama kamu semuanya."

Jawaban itu tidak memuaskan Aruna. Tapi ia tahu, memaksa Kirana hanya akan membuatnya makin menutup diri. Kirana sudah baik kepada dirinya dan Aruna bersyukur memiliki sahabat serta saudara secara bersamaan di Kirana.

---

Sore harinya Kirana pamit pulang. Aruna begegas menghantarkan Kirana sampai ke depan pintu. Saat Kirana menuruni tangga, ponselnya bergetar di tangan. Sekilas, Aruna melihat nama "Dion" di layar sebelum Kirana buru-buru memasukkannya ke saku.

"Kamu... masih kontakan sama Dion?" tanya Aruna, sedikit terkejut dan heran.

Kirana tersenyum tipis, tapi matanya menghindar berusaha tenang. "Kadang-kadang sih. Urusan kerjaan aja Na. Kenapa?"

Aruna terdiam dan menggeleng pelan, dia pikir itu memang urusan Kirana untuk tidak mencampuri urusan pribadi dengan pekerjaan.

"Na, kamu tenang aja. Aku hanya bersikap professional. Aku benci dia yang sudah menyakiti kamu." jelas Kirana.

Aruna ingin bertanya lebih lanjut, tapi Kirana sudah melambaikan tangan dan berjalan menuju mobilnya. Ya seharusnya Aruna tidak memiliki masalah untuk hal itu lagipula Dion tidak penting untuk diingat.

---

Aruna duduk sendirian di ruang tamu menunggu suaminya pulang. Di meja, ada secangkir teh yang sudah mulai dingin. Pikirannya kembali pada tatapan Kirana saat mereka di dapur, juga reaksi cepatnya saat nama Dion muncul di ponsel.

"Sayang, aku pulang. Kamu sudah nunggu aku lama ya?" Rayhan muncul dengan senyum manisnya.

"Ngga papa, kamu kan sedang menghabiskan waktu libur kamu. Kamu mau makan malam sekarang?" tanya Aruna seraya tersenyum lembut.

Rayhan mendekati Aruna dan menciumi seluruh wajah sang istri, ia sangat mencintai Aruna terlepas dari apapun gangguan yang mereka akan lalui.

"Ngga, sayang aku mau manja-manja sama kamu aja. Ayo kita ke kamar,"

Aruna tersenyum dan sedikit terharu momen ini sangat jarang terjadi sejak munculnya pikiran dan rasa penasaran kepada suaminya. Tanpa menyisakan kesempatan pasangan suami istri itu menuju kamar dan menghabiskan waktu bersama.

---

Di tempat lain, Kirana duduk di kursi mobilnya yang terparkir di depan rumahnya. Ia menatap ponselnya yang masih menampilkan pesan terakhir dari Dion. Perasaannya tentu tidak tenang karena menyangkut sahabatnya Aruna.

"Kita harus segera bicara. Kalau Aruna tahu, semua bisa kacau." Kirana kembali mengirim pesan kepada Dion.

Kirana menutup matanya sejenak, merasakan beban yang semakin berat di pundaknya. Di antara rasa sayang pada sahabatnya dan rahasia yang ia simpan, Kirana tahu... waktu mereka semakin menipis sebelum kebenaran itu akhirnya keluar ke permukaan dan banyak hal yang akan tersakiti. Kirana harus mengambil langkah cepat.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Dosa
9.5
Bisma, putra CEO kaya, terperosok dalam gaya hidup kelam dan gemar mempermainkan wanita. Namun, hidupnya berubah saat ia terobsesi pada Melati, kekasih sahabatnya sendiri. Tindakan Bisma justru membawa penderitaan bagi gadis yang ia harap mampu mengubahnya menjadi pria lebih baik. Kini, ia dihantui peringatan masa lalu bahwa kebahagiaan takkan pernah ia raih. Apakah ini kutukan atas segala dosanya? Bisma harus memilih antara melepaskan atau terus mengejar cinta.
Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Apa yang akan Anda lakukan saat mahligai rumah tangga yang selama ini menjadi impian indah justru berubah menjadi kenyataan yang sangat rumit? Kisah ini mengikuti perjalanan emosional seorang wanita yang harus menghadapi lika-liku kehidupan pernikahan yang tak terduga. Alih-alih menemukan kebahagiaan sejati, ia justru terjebak dalam situasi pelik yang menguji kesabaran serta kesetiaannya sebagai seorang istri dalam menghadapi badai konflik.
Sampul Novel Direklamasi oleh Pewaris Mafia
8.8
Lima tahun menikah, Nora Yates hancur saat memergoki Stefan Gordon berselingkuh dengan Izabella. Stefan mengakui pernikahannya hanyalah balas dendam kejam demi membuat Nora menderita. Di tengah depresi akibat pengkhianatan itu, Nora memutuskan berhenti menjadi ibu rumah tangga yang lemah. Dunia telah lupa bahwa sebelum sakit, dia adalah peretas legendaris yang ditakuti. Kini, sang peretas bangkit kembali untuk bergabung dengan perusahaan lama dan menuntut keadilan.
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Kehidupan rumah tangga Andini yang terasa hambar mendadak terusik oleh kehadiran Andreas, tetangga baru yang masih muda dan menawan. Pesona luar biasa pria tersebut membangkitkan gairah terpendam dalam diri Andini yang selama ini padam. Meski menyadari statusnya sebagai wanita bersuami, ia terus terbayang akan sentuhan Andreas. Kini, Andini terjebak dalam dilema moral antara kesetiaan pernikahan atau godaan hasrat dari brondong yang sangat sulit ia tepis.
Sampul Novel Jerat Janda Terhormat
8.2
Pasca kematian suaminya, Serena Aqulea Abraham terpaksa berjuang sebagai ibu tunggal demi putri kecil dan ibunya yang sakit. Di tengah beban ekonomi dan stigma negatif sebagai janda muda, ia harus bertransformasi dari sosok lemah menjadi wanita tangguh. Serena bekerja keras melakoni apa pun demi bertahan hidup tanpa sandaran. Akankah ia terus kuat menghadapi cemoohan orang sekitar, atau justru menemukan sosok pria baru yang tulus menerima masa lalunya?