APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SALAHKAH  BERPOLIGAMI

SALAHKAH BERPOLIGAMI

Bian terjebak dalam pernikahan yang penuh tekanan batin akibat perbedaan usia, pendidikan, dan gaya hidup mewah istrinya, Wiwit. Demi menghindari pertengkaran, ia memilih memendam kekesalan atas sikap boros sang istri. Namun, ketenangan semu itu terusik saat Bian mengunjungi cabang tokonya di luar kota dan bertemu Alma, sosok dari masa lalu yang belum terlupakan. Pertemuan ini memicu gejolak baru yang menguji kesetiaan serta prinsip hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hanya saja melihat wajah penjualnya yang sudah berusia lanjut dan terlihat jelas ia kehausan dan letih karena berjalan jauh, aku menjadi iba. Kuraba saku celanaku dan huupppp selembar uang nominal seratus ribu rupiah masih tersisa disana.. alhamdulilah selamat ucapku girang. Cukuplah membeli dua jenis mainan. Andai tak ada uang, aku akan memutar balik kerumah dan mengambil uang dulu di dompet.

" Ayah,,, Nilam mau beli mainan-mainan ini semua boleh?" Nilam menunjukkan tiga varian mainan dari lego, alat-alat masak plastic dan permainan dokter-dokteran.

Langsung saja aku geleng-geleng kepala, "Nggak nak ,,nilam pilih salah satu saja ya, bukannya sudah ada mainan lego di rumah, alat masak juga udah punya,,, permainan dokter-dokteran mahal" memcoba bernegosiasi agar Nilam memilih salah satu mainan saja.

"Nggak mauuuu ayah,,, mainan lego banyak baloknya banyak hilang, suka dipake maen sama Mbak Sofie dan temen-temennya"

"Trus, bukannya mainan masak-masakannya Nilam masih ada ya? Aku masih berupaya membujuk

"'ya,,, ayah. Mainan masak -masak Nilam udah banyak rusak" Putriku cemberut, duh gemesnya!

Akhirnya aku memintanya untuk membeli mainan dokter-dokteran yang kata penjualnya harganya enam puluh ribu rupiah. Saat aku menawar seharga lima puluh ribu rupiah, penjualnya menolak dengan alasan ia rugi banyak jika menjual dengan harga rendah. Akhirnya kuangsurkan juga selembar nominal senilai seratus ribu pada penjual mainan. Lagi-lagi aku harus tersenyum kecut ketika tak ada uang kembalian untukku dengan alasan masih pagi dan ia baru dapat pembeli pertama.

Karena ingin segera pulang dan juga alasan kemanusiaan, kuberi semua uang serratus ribuan padanya. Masya Allah, ucapan terima kasih tulus dan do'a terlafazkan dari lisannya.

Setelah berpamitan pada kedua temannya, sebelum Nilam melihat boneka barbie kw yang berambut lurus pirang diantara mainan robot, kuajak Putriku buru-buru pergi meninggalkan lapak dadakan. Hari sudah menjelang siang , siapa tahu Istriku sudah tiba di rumah.

"Assalamualaikum,,, kami puuulaaang' serempak aku dan Nilam mengucap salam begitu memasuki rumah.

"Walaikumussalam,,, " jawab istriku dari ruang makan.

Begitu sampai di ruang makan,,, baaa aku terkejut melihat aneka biscuit, permen, satu kotak air gelas, tiga botol sirup rasa cocopandan dan buah rambutan yang kutaksir lebih dua kilo . wah kenapa pula di akhir bulan ia belanja Borongan seperti ini ya?

"Bunda, buat apa beli makanan sebanyak ini. Emang mau ada kenduri di rumah, Bukannya Nizam sudah kenduri aqiqah ya?tanyaku heran.

"NNggggg ,, ayahhh ,,sebenarnya ini semua untuk konsumsi arisan besok tanggal 21 yang jatuhnya giliran dirumah kita" jawab Istriku.

"Aaappa, bukannya Bunda sudah arisan setiap hari minggu pertama tiap bulan, kenapa sekarang ada arisan lagi?" pantas aku terkejut dengan acara arisan yang tiba-tiba ini.

Istriku menjelaskan bahwa arisan tiap hari minggu pertama tiap bulan adalah arisan dengan ibu-ibu sosialita di kompleks perumahan kami, setiap tanggal 21 itu arisan keluarga besarnya dan tiap Jumat minggu ketiga akan ada arisan bagi ibu-ibu wali kelas anak sulung kami.

Dalam hati sebenarnya aku geram mendengar Wiwit seenak-enaknya menghamburkan uang yang susah payah kudapatkan hanya untuk arisan-arisan yang seringkali jadi ajang pamer dan bergosip ibu-ibu. Apa tadi dia bilang, besok acara arisan keluarga besarnya? Wuah aku sudah membayangkan adik-adik dan sepupunya datang dengan rombongan dari kampung lengkap dengan anak-anak dan suami mereka. Fix rumahku akan berubah jadi rumah makan gratis besok!.

"Tapi bunda, bisa nggak kalo tidak perlu banyak-banyak ikut arisan. Kalau arisan diadakan di rumah begini kan bunda dan Mbok Tarmi juga yang repot harus nyiapin konsumsi, beres-beres rumah"

"Aduuhhh ayahhh, bunda cuman ikut tiga aisan doang.,, lagian dulu pas arisan ibu-ibu kompleks memang giliran rumah kita yang dapat jatah tempat, naahhh kalo yang besok keluarga besarku mau supaya rumah kita yang dijadikan lokasi arisan seterusnya biar mereka punya kesempatan jalan-jalan ke kota tiap bulan. Trus arisan wali kelas Sofie juga bakal ada giliran jatah lokasi" istriku menjelaskan.

"What?",,, aku melongo tiap bulan akan ada arisan di rumahku,,,alaaamaak wah,, wah alamat harus mengeluarkan budget lebih kalau begini.

Perdebatan kami berakhir ketika anakku Nilam memanggil Bundanya meminta nasi dan lauk untuk makan siang. Istriku meminta maaf padanya dan berkata bahwa belum ada nasi dan lauk karena pagi-pagi sudah belanja ke pasar mencari makanan untuk konsumsi arisan besok.

Tentu saja Nilam murung. Raut wajah kecewanya tak mampu disembunyikan. Dengan Langkah gontai ia mengembalikan lagi piring dan sendok yang tadi diambilnya ke rak . Heeeeuuuh Minggu yang riweh. "Ayah, minta tolong ya belikan soto ayam di depan sekolah Sofie , disana sotonya gurih. Bunda mau gendong Nizam dulu" kata istriku sambil menenangkan anak bungsu kami yang rewel setelah bangun tidur.

"Bunda nanti malem ada yang mau ayah bicarakan" kataku ketika Wiwit belum terlalu jauh. Hmm ternyata Nasib belum mengizinkanku bersantai di hari Minggu ini. Setelah bersepeda keliling kompleks, sekarang aku harus mencari soto ayam untuk menu makan siang. Hadehhhh Wiwit,,, wiwit kenapa dia nggak beli saja sekalian dari pasar?? Apa dia hanya ingat konsumsi untuk keluarganya saja, tapi mengabaikan kebutuhan kami. Aku bergumam lirih.

Begitu sampai di depan kedai soto, aku termangu melihat pintu dan jendela yang tertutup rapat. Seorang pemuda yang duduk-duduk di teras kedai menyapaku.

"Mau nyari soto pak? Wah kalo minggu dan libur nasional tutup soalnya ngikutin jadwal sekolah dkantor"

Waduh, itu berarti aku harus mencari menu lain untuk menu makan siang kami. Setelah mengucapkan terima kasih Aku pergi mencari nasi goreng di rumah makan yang menjadi langganan staff toko laptopku meskiharus menempuh jarak l umayan jauh dari rumah.

Akhirnya huuffttt alhamdulilah , buka juga. Aku pun memesan tiga bungkus nasi goreng untuk dibawa pulang. Istriku suka nasi goreng seafood, aku nasi goreng special komplit dan Nilam nasi goreng pattaya. Hmm semoga saja setelah makan siang nanti aku bisa beristirahat dengan tenang agar tubuh fit karena besok harus mengunjungi toko laptop cabang ketiga di kabupaten Telogorejo.

Eh tapi tunggu,, tunggu,, bukannya besok akan ada arisan keluarga istriku. Wah mau tak mau aku harus menunda rencanaku karena sebagai tuan rumah harus mendampingi istriku dan agar nanti mengurangi beban istriku kalau -kalau terjadi internal chaos yang diakibatkan pertengkaran para bocil.

Sambil menatap lekat Mbak cantik penjual nasi goreng yang dengan lincah meracik bumbu dan mengaduk nasi goreng, aku mengkhayal andai istriku piawai memasak. Namun Impian hanya harapan kosong, selama sepuluh tahun pernikahan kami. Ia lebih banyak menyerahkan urusan dapur pada mbok Tarmi pembantu rumah tangga kami. Sementara Wiwit lebih banyak mengasuh anak, dan beres-beres rumah.

Oh ya, sekarang kebiasaanya arisan sana-sini. Hari ini dia ke pasar karena kalau Minggu Mbok Tarmi libur. Menu yang sering dikerap Wiwit hanya masakan sederhana seperti sup, oseng-oseng dan sayur bening. Hmm boro-boro mendirikan bisnis kuliner.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dua Pilihan
8.2
Sabrina percaya jodoh adalah rahasia Tuhan. Selama ini, ia konsisten melangitkan satu nama dalam doanya, berharap pria itu menjadi pendamping hidupnya. Namun, harapan itu pupus saat sang ayah menjodohkannya dengan Agam, pria asing yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Terjebak dalam pernikahan tanpa dasar cinta, Sabrina kini berada di persimpangan jalan. Sanggupkah ia menghapus bayang masa lalu dan membuka hatinya untuk mencintai Agam dengan tulus?
Sampul Novel BALASAN SETIMPAL UNTUK PENGKHIANATAN SUAMIKU
8.0
Kehadiran orang ketiga dalam sebuah rumah tangga sering kali muncul dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya. Bahkan, sosok yang selama ini dipercaya untuk bekerja dan membantu urusan domestik di kediaman pribadi pun bisa menjadi ancaman nyata bagi keutuhan pernikahan. Kisah ini mengungkap pengkhianatan menyakitkan yang dilakukan oleh suami bersama orang terdekat di rumah sendiri, memicu sebuah pembalasan yang setimpal atas segala luka tersebut.
Sampul Novel Bangkitnya Istri yang Terbuang
8.2
Dian terhenyak saat Radit mengusirnya dengan kasar dan melemparkan tas pakaian ke arahnya. Perubahan sikap suaminya yang mendadak terasa menyakitkan, apalagi ada wanita lain yang menatapnya sinis di sana. Meski tengah mengandung delapan bulan, Dian harus menghadapi kenyataan pahit dibuang begitu saja. Ia mencoba memohon belas kasihan demi janin di rahimnya, namun Radit tetap tega mengusir istrinya sendiri tanpa memikirkan nasib calon anak mereka.
Sampul Novel ID-PD76
9.0
Selama tiga tahun, Evelyn merawat Aidan yang amnesia dan menjadi kekasih rahasianya. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Aidan hanya berpura-pura lupa ingatan. Lebih tragis lagi, Aidan dan cinta masa lalunya ternyata terlibat dalam kematian ayah Evelyn. Tak tinggal diam, Evelyn mengumpulkan bukti dan menjebloskan mereka ke penjara tepat di hari pernikahan. Saat Aidan menyadari cinta sejatinya, Evelyn sudah menutup hati dan memilih pergi selamanya.
Sampul Novel Istri Pertama Dengan Jendela Kaca
9.5
Lima tahun dipoligami, Elsa berpura-pura tegar demi biaya sekolah adik-adiknya. Di mata Delon dan madunya, Ika, Elsa adalah sosok ikhlas yang sempurna. Namun, di balik senyum itu, ia memendam luka akibat kemandulan dan rasa sakit melihat kebahagiaan suaminya dengan wanita lain. Lebih tragis lagi, Elsa menyembunyikan kanker mematikan yang perlahan menghancurkan tubuhnya. Ia bagai jendela kaca yang tampak utuh namun rapuh, menunggu waktu hingga segalanya pecah berkeping-keping.
Sampul Novel Jerat Cinta Lelaki Muda
8.6
Rafka Mahendra, playboy kampus yang gemar menaklukkan wanita, menerima tantangan teman-temannya untuk memacari dosen baru yang dingin dan tegas, Sarah Adisty Mahira, dalam sebulan. Meski terus diabaikan, Rafka nekat melakukan segala cara, termasuk menyewa mata-mata demi menyelidiki rahasia masa lalu Sarah. Saat menemukan titik lemah sang dosen, Rafka memanfaatkannya sebagai ancaman. Akankah intrik ini memaksa Sarah tunduk, ataukah permainan cinta Rafka justru berujung di luar kendali?