APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Muda Nyonya Ines

Suami Muda Nyonya Ines

Ines, pebisnis sukses berusia 40 tahun, terjerat rumor miring karena status lajangnya. Di sisi lain, Damian yang jauh lebih muda terpuruk akibat kebangkrutan keluarga. Keduanya sepakat menikah kontrak demi kepentingan masing-masing setelah Ines menyelamatkan Damian dari serangan anak buah Max. Ines mengira Damian mudah dikendalikan dengan uang, namun ia keliru. Seiring waktu, rahasia besar Damian terungkap, memaksa Ines menghadapi kenyataan tak terduga tentang suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Atas apa dikatakan perihal orang tua Ines, Damian merasa sangat bersalah. Dia berusaha keras untuk terus meminta maaf, atas luka terpendam yang kembali terangkat ke permukaan.

Sampai hari-hari berganti pun, maaf tak pernah absen diutarakan oleh Damian, pada wanita yang juga ditebarkan pesona luar biasa olehnya. Menyelam sambil meminum air, itulah yang coba dilakukan oleh lelaki yang terus berharap cinta, dari pencuri hatinya.

Itu tak berbeda dari apa dilakukan oleh Damian pagi ini. Lelaki dengan balutan celana pendek serta hoodie hitam tersebut, langsung menuju dapur tempat istrinya berada.

Pahatan senyum diciptakan tampan oleh Damian, ketika mata menangkap pujaan hatinya menyibukkan diri dengan alat masak. Ayunan kaki sengaja dihentikan, demi mengagumi dari kejauhan.

Sampai akhirnya Damian menemukan sesuatu dalam saku celana, senyum pun dibuat semakin lebar. “Bukankah, kamu harus mengikat rambut saat memasak?” ujarnya, sembari mengikat tinggi rambut panjang sang istri.

Ines menghela napas panjang, enggan baginya menoleh. Sampai sesuatu dirasakan menyebalkan, dari kedua tangan yang memeluknya dari belakang. Refleks saja Ines mendaratkan gagang pisau tengah dipergunakan memotong sayuran, ke atas kepala Damian.

“Aduh! Kenapa memukulku?” protes Damian, mengangkat segera dagu sempat bersandar pada pundak istrinya. “Sakit,” imbuhnya memelas, mengerucutkan bibir dan menyapu ujung kepalanya sendiri.

“Berapa kali harus aku katakan, jangan menyentuhku tanpa izin!”

“Aku juga sudah mengatakan, kalau suami tidak membutuhkan izin untuk menyentuh istrinya!”

“Pergilah. Jangan masuk ke dapur, kalau kamu belum mandi. Aku benci bau keringat.”

“Hehehe, kamu akan sangat menyukai keringatku nanti. Mau mencobanya malam ini? Kita juga bisa tahu, keringat siapa yang lebih banyak.”

“Ish!” Ines mengangkat kembali pisau di tangan. Damian membeliak, sigap kaki menjauh.

“Kamu ingin membunuhku?!”

“Kalau saja aku mampu, aku sudah melakukannya dari lama!” sinis Ines, sengaja memenggal wortel dan menciptakan suara kencang.

Damian membuntang, seraya mengusap dada juga mengomel samar. Kaki digiring merayap ke arah meja dapur dan mulai bersandar. Sengaja menghadap wanita berparas cantik, yang sudah melanjutkan aktivitasnya semula.

“Kamu memiliki uang. Tapi, kenapa selalu membawa bekal ke kantor? Kamu tidak suka sarapan di rumah?” tanya Damian, membuka percakapan.

“Suka. Sebelum kamu datang.”

“Ish, mulutnya memang sangat berbisa.” Damian menggerutu. “Berhentilah memasak, atau tubuhmu akan bau.”

“Apa kamu tidak tahu fungsi pelayan dan koki? Mereka dibayar untuk membuat makanan, bukan melihatmu memasak seperti sekarang.” Damian menatap beberapa orang dalam dapur, dan berhasil membuat mereka tertunduk.

“Manusia-manusia tidak berguna. Bagaimana bisa mereka membiarkan orang yang menggaji masak sendiri? Tidak tahu diri!”

“Jangan terus mengomel, pergi mandi sana. Kamu ada meeting pagi ini.” Ines risi, menyambar Damian dengan suara tegas.

“Kamu yang akan memimpin meeting. Jadi, lebih baik kamu bersiap dan berangkat lebih awal!” balas lelaki beralis tebal tersebut, langsung mendapat tatapan tajam.

“Hehehe, aku tidak memerintahmu. Aku hanya mengingatkan.” Damian cengengesan. “Tidak perlu melihatku terus, aku memang tampan. Untuk itulah, terima saja cintaku dan maafkan aku. Kita akan menjadi pasangan yang serasi.”

“Kamu mencintaiku?”

“Tentu. Aku sangat mencintaimu.”

“Tapi, aku membencimu. Pergilah ke kamar, mandi dan bersiap.”

“Aku bukan anak kecil yang harus ditekan, karena takut terlambat ke sekolah. Aku suamimu, bukan anakmu. Jadi, perlakukan aku seperti suami.”

Damian memprotes, Ines hanya membalas dengan tatapan dingin, namun menyimpan peringatan. “Ah, baiklah aku akan pergi. Aku tidak suka saat kamu melihatku seperti itu!”

Buncis dimainkan sedari tadi, dilemparkan oleh Damian. Sepatu olahraga putih mulai menyisir lantai, namun hanya beberapa langkah saja. Lelaki berambut hitam pekat itu kembali, mencium pipi kiri Ines kilat.

“Love you!” seru Damian usai mengecup.

Ines menoleh, sisi wajah disentuh menggunakan punggung tangan. Damian perlahan menghilang dari jangkauan matanya, Ines meredupkan mata seraya menghela napas.

Pelayan serta koki yang melihat, secepat kilat berpaling. Seolah tak melihat apa-apa, meski jantung masing-masing juga berdetak kencang, karena takut akan amarah dari majikannya.

Siapa yang tidak memahami ketika Ines benar-benar murka dan kehilangan rasa sabar. Tiap kali Damian membuat ulah, selalu saja penghuni istana Ines merasa waswas.

“Selamat pagi, Nyonya.” Terdengar sapaan, beriringan langkah kaki mendekat.

“Oh, pagi Kamu sudah membawa yang aku minta?” sahut wanita berbalut dress rumahan tersebut, tanpa menoleh.

“Saya sudah membawakan semua yang Anda minta.” Alex menjawab. Ines menyudahi acara masaknya, menoleh pada koki agar melanjutkan.

Tangan dibersihkan lebih dulu oleh Ines, kemudian pergi meninggalkan dapur dan diikuti oleh sekretarisnya. Ruang tengah dijadikan pelabuhan, wanita pemilik lekukan tubuh indah itu duduk lebih dulu.

Alex menyerahkan benda pipih berukuran delapan inchi, di mana sebuah video telah diputar olehnya lebih dulu. Ines mengamati saksama, jemari menghentikan ketika ia menangkap adanya wajah cukup familier.

“Bukankah ini ....”

“Malam itu, tuan Damian datang ke bar bersama Vivian. Mereka menghabiskan waktu dari sore di apartemen.”

“Ya?!” Ines kaget, hingga alisnya bertaut. “Maksudmu, Max dan Damian berkelahi hanya demi memperebutkan Vivian lagi?”

“Saya tidak mengatakan hal itu, Nyonya. Tapi, itu bukan hal mustahil, Karena mereka juga pernah melakukannya, saat di pesta penghargaan Vivian dulu.”

Ines terdiam sesaat mendengar penjelasan Alex. Ia mengingat sangat baik, bagaimana awal mula kerja sama saling menguntungkan dengan Damian terjalin.

“Apa Damian sering menemui Vivian? Mereka berkencan?” Ines tampak sangat penasaran. “Kamu memiliki bukti kebersamaan mereka? Maksudku, saat mereka ada di apartemen atau lainnya.”

Alex membuka map di tangan kiri, mengeluarkan lembaran-lembaran foto dan diserahkan pada Ines. Itu adalah kebersamaan Damian bersama Vivian, yang terus terpantau oleh anak buah Ines, sesuai titah dilayangkan.

“Saya belum berani memastikan tentang hubungan tuan Damian dan Vivian. Tapi, bukankah ini baik? Dengan begitu, pernikahan ini akan segera berakhir.”

Ines berhenti mengobrak-abrik lembaran foto diserahkan, mengalihkan biji mata pada lelaki yang menghujani dirinya dengan alfabet santun.

“Kerja sama Nada dengan tuan Damian, akan berakhir saat tuan Damian sudah mencapai tujuannya. Vivian adalah salah satu tujuan tuan Damian menerima kesepakatan pernikahan ini.”

“Saat tuan Damian sudah berhasil mendapatkan Vivian kembali, bukankah kita hanya perlu membantu untuk mengurus perusahaan Xander, dan membalas Max saja?”

“Lagi pula, dua bulan ini sudah cukup untuk membuat isu tentang Anda dilupakan. Jadi, Anda bisa secepatnya terbebas dari tuan Damian.”

Ines hening, mendengarkan Alex yang tak bisa disalahkan, atau disanggah. Kerja sama pernikahan itu memang akan berakhir, ketika tujuan tercapai. Tapi, ada sesuatu yang mengganjal hati Ines, ketika ia mendengar tentang Vivian juga Damian.

“Awasi terus mereka.” Ines meninggalkan semua di kursi, bangkit dan pergi.

Alex memata-matai curiga, dari raut wajah berbeda ditampilkan oleh atasannya. ‘Apa dia sudah jatuh cinta? Kenapa wajahnya seperti orang patah hati?’

Alex mengembuskan napas panjang, menelisik ke arah lantai dua. “Aku pastikan, kau akan terusir sebelum rencanamu berjalan.”

“Sampai kapan kau akan mampu menyembunyikan rahasiamu Damian?” Alex menarik tinggi ujung bibir kirinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Revan Aditama Perkasa, CEO ADITAMA Group, merasa apatis terhadap pernikahan setelah berulang kali gagal dalam asmara. Mulai dari mencintai gurunya hingga jatuh hati pada kekasih orang lain, ia tak lagi percaya pada cinta. Namun, ayahnya justru memintanya menikahi wanita dari Suku Anak Dalam yang dianggap primitif. Revan pun terkejut dan menolak keras ide menikahi wanita yang sangat kontras dengan dunianya yang modern serta intelektual tersebut.
Sampul Novel Gairah Cinta Crazy Rich Muda
8.9
Satria Abraham terjebak dalam pernikahan paksa bersama Alira Maulidina yang direncanakan berakhir dalam setahun. Namun, setelah dikhianati kekasihnya lewat skandal video viral, Satria justru mulai mengejar cinta Alira. Ia bertekad membatalkan perjanjian cerai yang telah mereka sepakati sebelumnya. Tantangan terbesarnya adalah merebut hati Alira dari Adam, pria yang sangat dicintai istrinya. Kini, Satria harus berjuang mempertahankan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Samuel penasaran dengan kehidupan Annabelle yang bekerja sebagai biduan orgen tunggal hingga penari striptis. Meski ditawari posisi tetap di sebuah karaoke mewah agar lebih stabil, Annabelle menolak karena enggan terikat jadwal rutin. Dia lebih memilih kebebasan meski hanya tampil sesekali. Ketertarikan Samuel memuncak saat ia mulai menanyakan tarif layanan Annabelle. Samuel pun mengajukan tawaran khusus untuk menyewa jasa Annabelle selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel Jodoh Wasiat Nenek
9.4
Persahabatan masa kecil Jingga dan Davin berujung pada pernikahan karena wasiat nenek mereka. Sayangnya, Davin tak punya rasa cinta dan memilih mengejar karier di luar negeri. Saat kembali, ia membawa wanita lain dan menuntut cerai. Jingga yang terluka akhirnya setuju untuk berpisah. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Namun, Jingga kini membawa seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip Davin. Siapakah sebenarnya identitas bocah itu?
Sampul Novel My Annoying Boss
7.9
Demi lepas dari mantan pacar yang toksik, Sina nekat mengeklaim seorang pria asing sebagai kekasih barunya di sebuah restoran. Sialnya, pria itu ternyata Abraham Prama, atasan barunya di kantor. Di sisi lain, Abraham yang terdesak tuntutan menikah dari orang tuanya melihat ini sebagai peluang. Ia pun menuntut pertanggungjawaban Sina atas sandiwara tersebut. Terjebak dalam kesepakatan tak terduga, Sina harus menghadapi tuntutan sang bos miliarder yang menyebalkan.