APKDock Logo
Sampul Novel TEROR ASOKA

TEROR ASOKA

8.4 / 10.0
Meski hanya anak angkat, Asoka Lavanya Ekadanta tumbuh besar dalam limpahan kasih sayang keluarga Dirandra. Namun, hidupnya dihantui serangkaian teror misterius sejak kecil yang kian membahayakan. Demi melindungi orang-orang terkasih, Asoka memilih menjauh dan berjuang sendirian. Mampukah ia mengungkap dalang di balik ancaman maut ini sembari merebut kembali hati wanita yang tulus mencintainya? Sebuah perjalanan penuh aksi demi mengakhiri dendam masa lalu.

TEROR ASOKA Bab 1

Tujuh tahun sebelumnya.

“Dua minggu lagi acara wisuda kita. Masa iya kamu mau di rumah terus. Ayolah sekali-sekali clubbing,” bujuk Hans Emanuel yang masih dalam posisi jongkok seraya menikmati rokok.

Asoka Ekadanta terkekeh, “Percuma juga aku datang, hanya akan menjadi bahan tontonan. Apalagi Eriska nggak ada. Bisa diomelin aku, kalau sampai ketahuan clubbing.”

Fano Yuwono tergelak mendengar alasan Asoka. Dia yang awalnya bersandar pada mobil sedan hitamnya segera beranjak dan ikut berjongkok agar bisa berhadapan dengan Asoka langsung yang duduk di jok belakang mobil dengan pintu terbuka. “Jadi kamu teh, lebih takut sama Eriska daripada Ambu?”

Asoka menghela napas panjang. “Bukan takut, tapi aku menghargai mereka.”

“Dengar Asoka, Eriska itu bukan istrimu nggak usah takut. Lagian apa yang akan terjadi coba?” ujar Hans.

“Iya atuh, kamu nggak minum juga nanti. Kami akan pesankan moktail yang non alkohol. Kamu pikir, kami berani macam-macam sama si Kembar. Duh … bisa keok aku kalau sampai Janu ngamuk,” tukas Fano seraya begidik dan menunjukkan bulu halus di tangan yang berdiri karena teringat bagaimana dulu Janu menghajar habis orang-orang yang berani menyakiti Asoka.

Asoka mengulum senyum memahami hal itu. Kedua saudara lelakinya yang lain tidak akan membiarkan dirinya tanpa pengawasan. Meski dirinya sudah dewasa tetapi sikap protektif keduanya bukannya berkurang tapi semakin menjadi.

“Apa kamu tidak merasa terkekang, selalu diawasi begitu? Sampai sewa bodyguard segala?” tanya Hans yang sangat penasaran padahal kedua orang tua Asoka bukan orang politik dan jelas bukan salah satu orang terkaya di negeri ini. Meski dirinya pun tahu, Asoka yang berada di hadapannya adalah orang yang sama sering mendapatkan terror dari orang-orang sinting yang sangat licin dan susah ditangkap.

“Kamu ini bego atau gimana? Gitu aja ditanyain, seperti baru kemarin aja kenal Asoka,” tegur Fano seraya memberikan tatapan sebal dan merebut bungkus rokok di tangan Hans.

Asoka tersenyum kecut, dia menyadari memang rasa penasaran Hans ada benarnya. Semua jika dilihat dengan kacamata orang awan akan sangat berlebihan. Memang siapa dia, sampai harus dijaga beberapa orang berbadan besar dengan tato sangar dan tampang tidak ramah meski mereka terlihat tak kalah tampan dari orang yang dijaga.

Itu sebab, Asoka dianggap lemah. Tidak bisa menjaga diri sendiri seperti saudara-saudaranya yang lain. Meski dirinya kadang ingin hidup seperti pemuda lainnya yang bebas ke mana saja sendirian. Belanja sendirian dengan uangnya sendiri, tidak harus dibuntuti banyak orang. Namun rasanya tidak memiliki privasi, apalagi saat ini dirinya sudah memiliki kekasih. Eriska Mahadewi, wanita yang lebih tua dua tahun darinya tapi bisa menerimanya dengan baik.

“Ayolah Ka, besok hari ulang tahunmu juga. Masa kamu mau merayakan di rumah saja?” Hans masih gigih membujuk sahabat karibnya sejak dulu.

“Eh … iya ya. Ayolah ultah ke dua dua gitu loh, masa iya mau di rumah, bae,” cetus Fano yang baru teringat.

Asoka menggeleng. “Aku akan merayakan nanti, bersama Eriska saat dia sudah kembali,” katanya.

Asoka lalu menoleh ke kiri, menyadari dari ekor matanya melihat Erni Elawati yang seperti berjalan cepat cenderung tergesa-gesa, tanpa menoleh ke arah mereka yang masih berada di halaman parkir mahasiswa. Asoka yakin Erni tahu, tapi sepertinya perempuan itu sengaja menjauh dan tak ingin berhubungan lagi.

Hans dan Fano mengikuti arah pandang Asoka dan keduanya lalu saling melempar pandang. Mereka berdua tahu, sejak Asoka memiliki kekasih. Satu-satunya sahabat perempuan mereka kini semakin menjauh. Tidak hanya dengan Asoka tetapi dengan ketiganya sekaligus. Erni seperti sengaja membuat jarak dan berlaku seperti orang asing.

Asoka mengikuti arah perempuan itu berjalan menuju parkiran sepeda motor seraya mengusap dadanya yang tiba-tiba terasa nyeri. Rasa sakit bukan sebab fisik tetapi karena kelakuan Erni. Kini matanya membulat begitu melihat Erni ternyata tidak membawa motor butut merah 4 tak miliknya tetapi gadis itu dibonceng oleh seorang pria dengan motor sport.

Hans lantas bersiul melihat bagaimana Erni yang memeluk perut pria yang entah siapa itu sebab wajahnya tertutup helm full face hitam mengkilap seperti warna motornya. “Wah … pantas saja, Erni nggak mau dekat-dekat kita lagi. Seleranya anak balap motor.”

Asoka kesal karena tidak mengenali pengendara motor itu. Apalagi dia baru kali ini melihat motor itu ada. Suara knalpot mahalnya memecah keheningan parkiran pada siang ini—hanya tersisa dua mobil milik Fano itu saja dan mobil milik pengawal Asoka yang berjarak cukup jauh tapi masih dalam jangkauan penglihatan jika ada sesuatu kejadian yang tidak mengenakkan terjadi. Namun perkataan dari Hans membuat Asoka memusatkan perhatian pada temannya, yang seperti kereta batubara zaman dulu itu—dari tadi tak berhenti merokok sambil mengoceh.

“Memangnya kamu tahu, siapa orang itu?” tanya Asoka.

“Orang siapa?” Hans malah bertanya balik seraya melongo.

“Yang boncengin, Erni lah,” tukas Fano seraya geleng-geleng tak habis pikir dengan Hans yang tampak bolot hari ini. “Kamu kenapa sih? Pasti kebanyakan makan brutu deh … atau mabok jengki?”

“Sembarangan. Mana ada semur brutu bikin lupa ingatan!” protes Hans.

Asoka menghela napas panjang menyaksikan kedua temannya yang mulai berdebat tidak jelas dan keluar dari pokok pembicaraan mereka saat ini. Asoka sangat penasaran dengan pria pembawa motor sport itu. Jelas terlihat seperti orang kaya, motor yang dimiliki pria itu sama dengan milik Janu yang baru saja tiba minggu lalu.

“Guys … stop. Siapa dia?” tanya Asoka lagi seraya menepuk bahu Hans supaya kembali fokus kepadanya.

Hans menghela napas dan kemudian mematikan rokoknya. “Aku nggak tahu, tapi waktu Erni wisuda minggu lalu, orang itu ada. Dia sepertinya mewakili keluarga Erni.”

“Bukannya Erni anak yatim piatu, ya? Dia sudah lama tinggal di panti asuhan setahuku,” sanggah Fano.

“Mungkin cowok itu kakak angkat di panti,” balas Hans.

Masuk akal, tapi Asoka tidak percaya begitu saja dengan argument itu. Apalagi hatinya yang merasa jengkel. Ingin mengejar tapi sadar diri ,jangankan naik motor sport bawa motor saja dia tidak bisa. Ke mana-mana selalu diantar sopir atau merepotkan kedua temannya ini dan saudaranya yang lain tentu saja.

“Menurutmu siapa, Ka?” tanya Fano menghentikan lamunan Asoka.

“Emmh?! Oh … itu. Entahlah, saat wisuda kemarin saja aku tidak diundangnya. Apa kalian datang?”

Hans dan Fano pun menggeleng.

“Kami juga tidak diundang,” ujar Hans.

“Iya, betul,” kata Fano seraya manggut-manggut.

“Ada apa dengannya? Aku pikir dia marah karena aku sudah punya pacar,” celetuk Asoka yang kemudian mendapat hadiah timpukan bungkus rokok yang sudah kosong.

“Ge’er sekali … mana mungkin dia marah sama kamu. Mungkin dia lagi menikmati pacaran dengan orang kaya saat ini. Kasihan juga, paling nggak dia bisa naik derajat karena menikahi orang kaya,” kata Hans.

“Mulutmu ya, nggak mungkin Erni begitu. Sejak dulu dia nggak pernah mata duitan,” balas Fano.

“Bisa jadi. Segalanya mungkin saja. Apalagi zaman sekarang, ya kali mau dapat yang modal napas doang tanpa punya karir bagus dan keuangan yang oke. Aku salut sama Erni, paling tidak dia punya kekasih yang bisa menaikkan derajatnya. Logika paling masuk akalnya ya … itu, selain mungkin memang cowok itu kakak angkatnya di panti yang sukses,” terang Hans.

“Bagaimana menurutmu, Ka?” tanya Fano dan kemudian menambahkan, “Tapi memang masuk akal juga kalau dia pacaran dengan orang lain. Nggak mungkin juga dia memilih salah satu dari kita yang—”

“Kenapa tidak?” tanya Asoka memutus ucapan Fano.

Lanjut Membaca

Daftar Isi TEROR ASOKA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Samuel Adinata dikenal sebagai CEO Royal Adinata sekaligus sosok suami dan ayah idaman bagi Elena dan Eliott. Namun, di balik citra sempurna itu, tersimpan misteri besar mengenai ketulusan sikapnya. Samuel ternyata menyimpan rahasia gelap yang perlahan mulai terkuak. Bukan sekadar pengkhianatan biasa, Elena akhirnya menyadari bahwa pernikahan mereka hanyalah taktik licik. Ia murka saat tahu dirinya hanya dimanfaatkan demi kepentingan tersembunyi sang suami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan