APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Balik Cinta Kita

Rahasia di Balik Cinta Kita

Kehidupan harmonis Aruna bersama Rayhan mendadak runtuh saat sebuah pesan misterius mempertanyakan identitas asli suaminya. Rahasia kelam mulai terkuak, melibatkan sosok Alara yang mirip dengannya serta masa lalu Rayhan yang penuh darah. Di tengah badai pengkhianatan, Aruna terjebak dalam dilema antara rasa sakit dan pengampunan. Kini ia harus memutuskan: pergi meninggalkan luka, atau tetap bertahan pada cinta yang lahir dari kebenaran yang mengerikan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hujan tipis turun sejak pagi, membasahi halaman kecil di depan rumah. Langit berwarna kelabu, udara lembap dan dingin memenuhi dapur bersama aroma kopi yang baru diseduh. Aruna duduk sendirian di meja makan, menatap keluar jendela, memperhatikan butiran air yang berlari di kaca.

Di hadapannya, cangkir teh sudah setengah dingin. Rayhan berangkat lebih awal dengan alasan meeting mendadak, sementara Aila bermain boneka di kamarnya. Sunyi seperti ini selalu membawa Aruna kembali pada masa-masa yang ingin ia lupakan-masa ketika ia masih bersama Dion.

Enam tahun lalu, dunia Aruna jauh berbeda. Ia bekerja di galeri seni kecil di pusat kota-tempat penuh warna, tawa, dan keyakinan bahwa cinta bisa menyembuhkan apa pun. Saat itu, Dion adalah segalanya. Pria dengan tutur lembut, pandangan hangat, dan janji-janji yang terasa seperti kepastian.

Ia masih mengingat sore ketika semua itu runtuh. Senja yang tenang berubah menjadi luka yang tak pernah benar-benar kering.

Aruna datang ke apartemen Dion tanpa memberi kabar. Ia ingin memberi kejutan-dengan tangan yang membawa sekotak kue kesukaannya dan hati yang penuh cinta. Tapi begitu pintu terbuka, yang menyambutnya bukan senyum hangat Dion, melainkan seorang perempuan muda dengan gaun tipis, berdiri terlalu dekat dengannya.

"Aruna... aku bisa jelasin," suara Dion tergagap. Matanya panik, wajahnya pucat.

Aruna berdiri kaku di ambang pintu. "Jelaskan? Dengan siapa kamu di sini?"

Perempuan itu tersenyum miring, lalu menatap Aruna tanpa ragu. "Aku tunangannya."

Dunia Aruna runtuh seketika. Nafasnya berhenti. Semua janji, semua kata cinta, semua malam panjang penuh tawa-ternyata hanya sandiwara. Ia menatap Dion sekali lagi, lalu berbalik pergi tanpa kata. Hujan turun waktu itu juga, menelan tangisnya bersama langit.

Kini, di masa sekarang, Aruna memejamkan mata, mencoba mengusir kenangan itu. Ia sudah bahagia bersama Rayhan dan putri kecil mereka. Tapi luka seperti itu tak pernah benar-benar sembuh. Ia hanya belajar berjalan sambil menahan nyeri yang kadang muncul tanpa sebab-terutama ketika ia takut, Rayhan mungkin akan sama seperti Dion.

Suara ketukan di pintu memecah lamunannya. Aruna bangkit, membuka pintu, dan menemukan Kirana berdiri dengan payung basah di tangan dan sekantong roti hangat. Sahabatnya sejak kuliah itu tersenyum ramah.

"Pagi, Na," sapa Kirana. "Aku lewat, sekalian mampir."

"Masuk, Kir. Hujan-hujan gini, roti hangat pas banget, tapi kamu selalu repot bawain aku sesuatu" jawab Aruna, mempersilakan masuk.

Mereka duduk di dapur, mengiris roti dan menyesap teh. Obrolan ringan mengalir, tapi Kirana memperhatikan Aruna dengan tatapan tajam, seolah membaca isi pikirannya pasti ada sesuatu yang ditutupi oleh sahabatnya itu tutupi.

"Kamu kelihatan kepikiran. Ada masalah?" tanya Kirana akhirnya.

Aruna terdiam sesaat. "Entahlah. Belakangan ini Rayhan sering kelihatan aneh. Pulang larut, sering dapat pesan dari nomor yang aku nggak kenal."

Kirana mengaduk tehnya perlahan. "Mungkin urusan kerja kali Na. Kamu tahu Rayhan jarang cerita detail kan."

"Tapi aku merasa... ada yang dia sembunyikan."

Senyum tipis muncul di bibir Kirana, tapi tatapannya sekilas berubah-aneh, seperti menahan sesuatu. "Kalau memang ada, mungkin dia punya alasannya, Na. Belum tentu hal buruk dan siapa tau supaya kamu ngga ikut kepik."

Nada suaranya membuat Aruna diam. Ia ingin percaya, tapi kalimat Kirana terasa seperti menyimpan sesuatu di baliknya. Dan pembahasan mereka berhenti begitu saja seperti hilang di lahap kesenyapan.

Siang itu, Aruna memutuskan pergi ke galeri tempat ia dulu bekerja. Ada pameran kecil, dan ia berharap bisa menenangkan pikirannya di antara aroma cat minyak dan warna-warna kanvas. Galeri itu masih sama: dinding putih, lampu sorot hangat, dan musik lembut yang mengisi ruangan.

Saat Aruna berdiri di depan lukisan abstrak berwarna biru laut, sebuah suara familiar memecah kesunyian.

"Aruna?"

Tubuhnya menegang. Ia menoleh perlahan. Di sana, berdiri Dion-dengan jas abu-abu rapi dan senyum yang sama seperti dulu. Dunia seakan berhenti berputar sejenak.

"Lama nggak ketemu," ucap Dion pelan.

Aruna menarik napas dalam. "Iya. Lama."

"Aku nggak tahu kamu masih suka datang ke sini," katanya.

"Aku cuma lewat," jawab Aruna singkat. "Dan itu bukan urusan kamu ju."

Dion tersenyum kecil. "Aku sponsor pameran ini. Jadi aku harus datang." Ia menatap Aruna lekat-lekat, seolah mencari sesuatu di balik wajahnya. "Kamu kelihatan... baik-baik saja. Aku senang."

Aruna tersenyum getir. "Orang yang kamu hancurkan hatinya bisa sembuh, Dion. Tapi bekasnya nggak akan hilang tapi aku akan belajar buat hilangkan itu."

Dion menunduk. "Aku tahu. Aku minta maaf. Aku nggak bisa mengubah masa lalu, tapi..." Ia berhenti sebentar, lalu menatapnya lagi. "Aku cuma mau bilang-hati-hati sama suami kamu."

Aruna mengerutkan alis. "Apa maksud kamu?"

"Rayhan... dia bukan orang yang kamu kira."

Darah Aruna terasa berhenti mengalir. "Ckk, setelah kelakuan Kamu yang jelek itu terlihat kamu juga ingin menjelekkam Rayhan? Kamu nggak berhak bicara tentang suamiku," katanya tajam.

"Aku tahu aku nggak berhak," Dion menunduk. "Tapi tolong ingat kata-kataku. Suatu hari kamu akan mengerti."

Aruna tak ingin mendengarnya lagi. Ia berbalik, melangkah cepat meninggalkan ruangan itu. Tapi kata-kata Dion terus berputar di kepalanya, seperti gema yang tak mau hilang.

Senja mulai turun ketika Aruna tiba di rumah. Hujan sudah reda, menyisakan aroma tanah basah. Ia duduk di teras, memandangi jalanan yang kosong. Saat itulah suara mobil berhenti di depan rumah. Rayhan keluar, membawa beberapa kantong belanjaan.

"Halo, cantik," sapanya dengan senyum ceria. "Aku beliin dessert kesukaan kamu."

Aruna terkejut tak biasanya sang suami sudah pulang di jam segini biasanya ada saja alasannya lembur. Ia menerima kantong itu, tapi pandangannya tetap tertuju pada wajah Rayhan.

"Kamu ketemu siapa hari ini?" tanyanya tiba-tiba.

Rayhan terkejut. "Maksud kamu?"

"Aku cuma tanya. Salah, ya?"

"Meeting, seperti biasa," jawab Rayhan tenang.

"Kenapa?"

Aruna menatapnya lama sebelum akhirnya menggeleng. "Nggak apa-apa. Makasih dessert-nya. Ayo kita makan bareng"

"Ngga, sayang, itu untuk kamu aja aku belinya," ucap Rayhan.

Rayhan tersenyum, mengecup keningnya, lalu masuk ke kamar untuk berganti baju. Aruna menatap punggungnya hingga hilang di balik pintu, lalu menunduk memandangi tangannya yang gemetar.

Nafasnya tiba-tiba sesak, sedari tadi ia menahan napas untuk tidak bertanya berlebihan kepada suaminya dan akan menimbulkan masalah baru.

Kata-kata Dion bergema di benaknya, "Hati-hati sama suamimu."

Ia menutup mata, mencoba menepis semuanya. Tapi di dalam dada, luka lama dan rasa curiga mulai bercampur menjadi sesuatu yang lebih berbahaya: ketakutan.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Aruna tak yakin apakah rumah kecil mereka masih menjadi tempat yang aman-atau hanya panggung yang perlahan retak dari dalam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Dosa
9.5
Bisma, putra CEO kaya, terperosok dalam gaya hidup kelam dan gemar mempermainkan wanita. Namun, hidupnya berubah saat ia terobsesi pada Melati, kekasih sahabatnya sendiri. Tindakan Bisma justru membawa penderitaan bagi gadis yang ia harap mampu mengubahnya menjadi pria lebih baik. Kini, ia dihantui peringatan masa lalu bahwa kebahagiaan takkan pernah ia raih. Apakah ini kutukan atas segala dosanya? Bisma harus memilih antara melepaskan atau terus mengejar cinta.
Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Apa yang akan Anda lakukan saat mahligai rumah tangga yang selama ini menjadi impian indah justru berubah menjadi kenyataan yang sangat rumit? Kisah ini mengikuti perjalanan emosional seorang wanita yang harus menghadapi lika-liku kehidupan pernikahan yang tak terduga. Alih-alih menemukan kebahagiaan sejati, ia justru terjebak dalam situasi pelik yang menguji kesabaran serta kesetiaannya sebagai seorang istri dalam menghadapi badai konflik.
Sampul Novel Direklamasi oleh Pewaris Mafia
8.8
Lima tahun menikah, Nora Yates hancur saat memergoki Stefan Gordon berselingkuh dengan Izabella. Stefan mengakui pernikahannya hanyalah balas dendam kejam demi membuat Nora menderita. Di tengah depresi akibat pengkhianatan itu, Nora memutuskan berhenti menjadi ibu rumah tangga yang lemah. Dunia telah lupa bahwa sebelum sakit, dia adalah peretas legendaris yang ditakuti. Kini, sang peretas bangkit kembali untuk bergabung dengan perusahaan lama dan menuntut keadilan.
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Kehidupan rumah tangga Andini yang terasa hambar mendadak terusik oleh kehadiran Andreas, tetangga baru yang masih muda dan menawan. Pesona luar biasa pria tersebut membangkitkan gairah terpendam dalam diri Andini yang selama ini padam. Meski menyadari statusnya sebagai wanita bersuami, ia terus terbayang akan sentuhan Andreas. Kini, Andini terjebak dalam dilema moral antara kesetiaan pernikahan atau godaan hasrat dari brondong yang sangat sulit ia tepis.
Sampul Novel Jerat Janda Terhormat
8.2
Pasca kematian suaminya, Serena Aqulea Abraham terpaksa berjuang sebagai ibu tunggal demi putri kecil dan ibunya yang sakit. Di tengah beban ekonomi dan stigma negatif sebagai janda muda, ia harus bertransformasi dari sosok lemah menjadi wanita tangguh. Serena bekerja keras melakoni apa pun demi bertahan hidup tanpa sandaran. Akankah ia terus kuat menghadapi cemoohan orang sekitar, atau justru menemukan sosok pria baru yang tulus menerima masa lalunya?